Pak Rovicky,

Terima kasih atas laporan/informasinya, sangat bermanfaat.

Keberadaan internet, seperti teknologi lainnya juga, relatif membawa dua muka: 
positif dan negatif. Positif, sebab internet juga telah mendorong orang-orang 
lebih banyak menulis, baik iseng-iseng saja maupun yang serius melalui milis, 
blog, FB, twitter, dll. Negatif, sebab internet juga bisa menghilangkan 
kemampuan menulis seseorang bila dia membiasakan ‘copy & paste’ begitu saja 
tanpa melakukan pengujian bahan yang diunduhnya, menganalisisnya, dan 
pekerjaan2 kritis lainnya, lebih-lebih lagi bila ia tak menyebutkan sumber 
beritanya, maka jelaslah ia melakukan plagiarisme. Internet juga telah 
mempermudah orang mencari referensi melalui search engine seperti google yang 
powefull, membuat orang meninggalkan perpustakaan klasik (bagaimana lagi, itu 
dampak kemajuan zaman). Sekarang di sekolah2 menengah, murid2nya lebih suka 
mencari referensi di ruang komputer sekolah atau rental, dibandingkan dengan 
mencari referensi di perpustakaan sekolah.

Mencari penulis yang mau membuat artikel memang sulit, lebih-lebih lagi kalau 
si penulis berharap sesuatu dari publikasinya, yaitu penambahan credit point 
yang bisa meningkatkan karier pekerjaannya sebagai peneliti atau dosen, 
misalnya. Dia akan memilih-milih jurnal yang lebih bergengsi, jurnal2 yang 
sudah terakreditasi, dll. Juga pertemuan2 geosains yang rutin diadakan setiap 
tahun, misalnya paling tidak tiga kali di Indonesia seperti PIT-PIT IAGI, HAGI, 
IPA, membuat orang mengkonsentrasikan penelitiannya/publikasinya kepada PIT2 
tersebut, sehingga tak ada lagi waktu atau ide tersedia buat menulis artikel 
untuk jurnal.

Bagaimanapun, harus terus diupayakan bagaimana agar publikasi itu berkelanjutan 
dan dapat dihadirkan secara rutin, paling tidak untuk Berita/Majalah IAGI yang 
akan Pak Rovicky dkk kawal mulai tahun depan yang akan segera datang.

Verba volans scripta manen...

Salam,
Awang

From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
Sent: 30 Nopember 2011 5:21
To: IAGI; [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Catatan dari Workshop on Editorial of Geoscience Journals 
in East and Southeast Asia Bandung 21-23 Nov 2011.

Rekan-rekan geologi,

Awal pekan lalu (Senin 21 November 2011) Ketua IAGI Pak Lambok, Saya sendiri 
serta Muhammad Syaiful mendapatkan undangan untuk menghadiri acara diatas yang 
diadakan oleh Badan Geologi. Dalam acara ini dihadiri dari berbagai negara 
termasuk Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Hari pertama berisi 
acara sharing atau berbagi pengalaman dalam hal editing atau penyusunan 
penerbitan di kawasan Asia Timur dan Asia tenggara. Pada hari berikutnya ada 
workshop diantara peserta serta juga ada fieldtrip. Kagiatan ini juga merupakan 
bagian dari CCOP yang beranggotakan Cambodia, China, Indonesia, Japan, Korea, 
Lao PDR, Malaysia, Papua New Guinea,  Philippines, Singapore, Thailand,  
Timor-Leste, Vietnam

Beberapa catatan yang dapat diambil disini antara lain bahwa penerbitan artikel 
kebumian (kegeologian) di Indonesia terutama oleh Badan Geologi memiliki jumlah 
penerbitan yang jauh lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga lain 
kecuali dari Jepang yang memang juaranya dalam hal penerbitan ini.
Badan Geologi selama ini telah menerbitkan beberapa terbitan ilmiah murni 
kegeologian namun juga sudah memulai menerbitkan majalah populer yang dinamakan 
GeoMagz. Majalah atau terbitan Jurnal dalam dual bahasa ini tentunya sudah 
banyak dikenal dan kalau dikelompokkan terdapat beberapa kelompok Geoscientific 
Journal, Semi Popular Scientific Magazine, Geological Album, Special 
Publication, Popular Geoscience Book.

Sumber bahan bacaan di internet
CCOP (  Coordinating Committee for Geoscience Programmes ) adalah kumpulan 
badan atau lembaga geologi di negara anggota. Jadi keanggotaannya adalah negara 
bukan personal. Untuk periode saat ini dipimpin oleh Pak Sukhyar dari Badan 
Geologi (Indonesia). Dalam pidatonya Pak Sukhyar sangat mendukung publikasi dan 
penyebaran ilmu serta data-data yang diambil dari state budget (APBN) masing2 
negara. Karena itu dana dari rakyat mestilah dikembalikan ke rakyat. Dan memang 
diBG saat ini sudah banyak publikasi serta usaha membuka data-data ini. Ini 
juga di'amini' oleh peserta yang lain (dari hasil ngobrol dengan delegasi 
negara-negara ini. Bahkan Dari Vietnam memberikan satu CD tentang kajian 
geologi Vietnam
Dalam hal penyebaran informasinya, Jepang tentulah yang paling juara. Mereka 
mempublikasikan banyak artikel dan juga paper serta journal. (sayangnya banyak 
dalam bahasa Jepun, smoga bisa dibaca dg google translate). Dan yang tidak 
kalah menarik tentang program dijitasi ini adalah, "Mulai tahun 2012 Jepang 
akan memprioritaskan publikasi dijital ketimbang publikasi cetak !". Wah ini 
merupakan trend baru. Karena selama ini program akreditasi di Indonesia untuk 
makalah dijital masih dihargai lebih rendah ketimbang publikasi cetak. Ini 
perlu digagas lebih lanjut di lembaga akreditasi tentunya.

Karena sudah mulai banyak yang dijitalkan, publikasi-publikasi yang dibiayai 
oleh negara ini dibuka bebas dan gratis di dunia maya internet. Berbeda dengan 
publikasi bayaran sprti Springer Verlaag, maupun publikasi organisasi profesi 
AAPG, SEG, IUGE dll yang kebanyakan harus membayar kalau mengambil 
paper/artikel publikasinya.
Berikut beberapa website yg sempat saya rekam yg menyediakan publikasi gratis:
- CCOP http://www.ccop.or.th/
Salah satu buku ttg geoheritage di Asia 
http://www.ccop.or.th/download/pub/CCOP-geoheritage-book.pdf
Dan ini yang perlu dimiliki bagi yang suka kamus istilah geologi
http://www.ccop.or.th/download/pub/AMTG_2006.pdf Asian Multilingual Thesaurus 
of Geoscience
(siapa tahu anda dapet proyek ke Vietnam atau Phillipines perlu penerjemahan 
istilah geologi yang sulit dicari di kamus biasa) Karena berupa digital file 
tentunya mudah dibawa di IPad atau Tablet Galaxy dll.

Website Anggota CCOP
      CAMBODIA - General Department of Mineral Resources, MIME     URL: 
http://www.gdmr.gov.kh/
      CHINA - China Geological Survey    URL: http://www.cgs.gov.cn/
      CHINA - Ministry of Land and Resources     URL: http://www.mlr.gov.cn
      INDONESIA - Geological Agency, MEMR     URL: 
http://www.djgsm.esdm.go.id/home/index-en.html
      JAPAN - Geological Survey of Japan, AIST     URL: http://www.aist.go.jp/
      KOREA - Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources (KIGAM)     
URL: http://www.kigam.re.kr/
      MALAYSIA - Minerals and Geoscience Department Malaysia (JMG)     URL: 
http://jmg.gov.my/
      PHILIPPINES - Mines and Geosciences Bureau (MGB), DENR     URL: 
http://www.mgb.gov.ph/
      PHILIPPINES - Department of Energy (DOE)     URL: http://www.doe.gov.ph
      THAILAND - Deparment of Mineral Resources (DMR)     URL: 
http://www.dmr.go.th/
      VIETNAM - Vietnam Oil and Gas Corporation, PETROVIETNAM     URL: 
http://www.petrovietnam.com.vn
Publikasi-publikasi ini banyak yg dapat didolod gratis. Termasuk majalah 
populer Badan Geologi Geomagz edisi 2011 disini :    
http://www.bgl.esdm.go.id/dmdocuments/GEOMAGZ201103.pdf

Plagiarism
Beberapa issue berkembang saat presentasi diantaranya adalah plagiarism. Salah 
satu konsekuensi dari era dijital adalah mudahnya mengopi-paste isi dari sebuah 
tulisan. Namun masih sulit dijelaskan seberapa besar (jumlah kalimat atau 
alinea) boleh disebut sebagai karya plagiat. Dalam dunia musik mengkopi lebih 
dari 7 bar adalah plagiat. Kalau kurang dari itu masih diperbolehkan (tidak 
dikategorikan plagiat).  Saat ini juga belum ada "alat" bantu bagi editor untuk 
memeriksa hal ini, tentunya semakin banyak membaca semakin mudah. Juga ada cara 
lain karena kebiasaan memeriksa makalah atau karya mahasiswa, Pak Hil (dosen 
dari Jogja) sering menemukan penjiplakan dengan menggunakan "rasa" dalam 
kata-kata kalimat-kalimat yg dituliskan mahasiswanya, konon kata beliau kita 
akan tahu bahwa alinea jiplakan atau buatannya sendiri. Masalah plagiarism ini 
terjadi damana-mana. Walau masih dulit memberikan kategori plagiat tanda ukuran 
yg pasti dalam jumlah kata, jumlah baris, jumlah kalimat ataukah "rasa" dan isi 
tulisan sebagai kriterianya.

Tentusaja issue ini akan selalu valid karena berhubungan dengan kepemilikan hak 
itelektual dan atau authorship.

Sulitnya mencari penulis juga sama dengan sulitnya mencari editor
Ternyata mencari editor yg mengerti dan kompeten akan tugas dan kewajibannya 
juga tidak mudah. Sama halnya dengan keluhan sedikitnya penulis artikel, paper 
atau makalah. Selama ini para peneliti lebih tertarik menulis laporan ketimbang 
menulis artikel. bahkan salah satu pembicara menuliskan "its easier to write a 
report than article".

Sekian dulu bagi-bagi info dan catatan dari kepesertaan workshop.

Salam,
RDP
--
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"





--

This email was Anti Virus checked by Administrator.

http://www.bpmigas.go.id

Kirim email ke