2012/2/3 Awang Harun Satyana <[email protected]> > Betul, terlalu terburu2 menyimpulkan, entah Sadahurip piramida, atau > Sadahurip hanya semacam gumuk piroklastika atau parasitic cone Telagabodas. > **** > > ** ** > > Dan terlalu sempit, berpandangan bahwa piramida itu mesti mengacu ke > referensi piramida Mesir di kompleks Giza, itu memang piramida paling > terkenal, tetapi bukan satu-satunya bentuk, bukan satu2nya piramida dalam > ruang dan waktu. Piramida dibangun di banyak penjuru dunia, dalam waktu > yang berlainan, dalam bentuk yang macam2. Bahkan piramida di Mesir sendiri > mengalami evolusi bentuk dari satu dinasti Firaun ke dinasti lainnya. **** > > ** ** > > Jadi, lihatlah nanti hari Selasa 7 Feb 2012, akan banyak perdebatan, dan > tak akan ada kesepakatan. Tak masalah, kesepakatan tak harus ada dan > dipaksakan. >
Ya jangan buru-buru menyimpulkan .... jadi inget mirip pameo dalam eksplorasi "*Omnia bona quoad perfora*" - yg dapat diterjemahkan ringkas "*All prospects* look good *until drilled*" ... smua prospek akan menarik sampai prospek itu di bor ! Saya jadi inget perbedaan filosopi melakukan eksplorasi yang berbeda anatara gayanya seorang geologist dengan seorang investor. Geologist memang suka sekali dengan studi-studi untuk mendukung hipotesanya, dilakukan inversi seismic dulu, dilakukan survey geolistrik (*Electro Magnetic*), detail gravity ... sampai akhirnya kecapekan riset dan aakhirnya dibor ! Lah kalau sudah di bor menjadi tidak menarik lagi. Unocal dulu menggunakan strategi SX (Saturated Exploration) dengan mengebor dulu walau dasarnya hanya peta hasil "*preliminary mapping excercise*". Kalau sudah ada sumur, maka mnurut sang geologist langsung kurang menantang. Seolah-olah sumur sebagai cara "njujug" yang lebih hemat ketimbang melakukan survey-survey dahulu yang ujungnya juga masih akan di BOR juga ! Btw, sebenernya apa sih yang bisa dipakai untuk membuktikan bahwa ini beneran "piramida" buatan manusia atau "piramida" alamiah ? Tentusaja bukan pengeboran saja. Pembongkaran (excavasi) juga belum tentu cara yang tepat karena perlu tehnik khusus, karena kalau benar ini "piramida" yang dibangun jaman paleolithik tentunya sangat rapuh. Jangan-jangan artefaknya malah lenyap ....Juga kebanyakan ruang-ruang dalam peninggalan arkeologist banyak yang menimpan gas beracun .... Kalau ada yag dengan argumen seperti ini ga bakalan terkuak ... doh ! Bisa jadi didalam piramida ini ngga ada apa-apanya. Justru dipinggir kiri kanan gunung ini tempat remnant dan artefaknya berkumpul. Jaman itu mereka hidup di gua seperti Gua Pawon dsb. (Btw, kalau manusia yg berbudaya ultra moderen ketemu yg hidup di Gua Pawon gimana ya ?) Monggo silahkan "telur"nya dielus-elus dulu sebelum ditetaskan, ntah nantinya menetas jadi "burung terbang tinggi" atau "bebek kwek-kwek" kita belum pastikan. *Keeping as a secret sometimes creates more fun !* Hef e nais wik en ! RDP (*sakjane kepingin dateng tanggal 7 besok. Cuman mau nanya beberapa hal*)

