Pak Koesoema,
Jarred Diamond dalam bukunya 'Collapse, how societies choose to fail or 
succeed' menguraikan beberapa sebab keruntuhan suatu masyarakat 
('budaya' ?) dimana kerusakan lingkungan, overpopulasi dan perubahan 
iklim adalah penyebab utamanya. Kehilangan mitra dagang serta perang, yang 
diistilahkan sebagai 'hostile neighbor' juga dimasukkan sebagai sebab 
kepunahan suatu society, tetapi dalam banyak kasus akar dari perang adalah 3 
hal yang pertama disebutkan.

Contoh yang diberikan Diamond dimana  lingkungan menjadi faktor penting dalam 
collapse of society antara lain hapusnya masyarakat puak Norse dari Greenland, 
suku pre indian anazazi di amerika, masyarakat asli pulau paskah (easter 
island, padahal budaya mereka mampu membuat patung2 batu raksasa yang masih 
berdiri sampai sekarang) dan seperti yang sudah pak Koesoema jelaskan, 
masyarakat Maya di Amerika Tengah.

CAPING : Dalam bukulainnya yangtak kalah menarik 'guns, germ and steel' 
Diamond membahas bagaimana budaya Eurasia bisa mendominasi dunia modern. Salah 
satu argumennya adalah kondisi geografis Eurasia yang memanjang dari timur ke 
barat tanpa disekat oleh major natural barrier ( laut, gurun luas, gunung yang 
terlalu tinggi dll) )  lebih kondusif untuk maju dibanding masyarakat yang 
tumbuh di bentang alam yang berarah utara-selatan.
Hal ini karena dengan rentang garis lintang (berkaitan dengan iklim ) yang 
terbatas penyebaran manusia, teknologi, perdagangan dan pangannya bisa lebih 
mudah. Gandum, sapi dan kuda serta teknologi pertanian  bisa dengan mudah 
berpindah dari iraq ke turkey, spanyol atau iran namun jagung dan llama tidak 
semudah itu bergerak dari mexico ke kanada karena iklimnya yang drastik 
berbeda. Hasilnya, masyarakat eurasia mendapatkan headstart dalam persaingan 
global dengan masyarakat dibelahan dunia lain....

At least sampai datangnya GFC yang membuat eropa mesti minta bantuan ke China 
dan Brazil...he he he...

Kirim email ke