Setuju pak Kusuma Kan memang sebetulnya Dosen pemb itu kan Co-author Salam Avi
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Tue, 7 Feb 2012 05:40:44 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3 Seharusnya yg diwajibkan mempublikasikan itu jangan si mahasiswanya, tetapi dosen pembimbingnya, si mahasiswa jangan dibebani apa-apa lagi untuk lulus S1, tapi dosen pembimbing yg harus mempublikasikan tesisnya sebagai co-author, kalau dia mengajukan jumlah bimbingan sebagai kum utk naik pangkat. Mahasiswa jangan ditambah beban utk lulus S1. Gitu. RPK Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Jerry Sihombing <[email protected]> Date: Tue, 7 Feb 2012 12:11:41 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3 betul juga apaa yang bung gesit katakan tapi kembali lagi it's all about the money bung gesit makin banyak yang dibuat, makin banyak tinta, kertas, dan biaya listrik yang harus dibayar... 2012/2/7 <[email protected]> > Setuju Pak Eko:) > Menurut saya "Buruh Elite" itu terdengar seperti mockery terhadap S1 > Jika sudah sedari S1 diberi tanggung jawab terhadap karyanya di depan > publik maka tidak mustahil fresh graduate bisa menjadi "Elite" yang > "Independent", tanpa harus menjadi "Buruh". Dituntut kreasi maksimal untuk > jadi seorang yang memikirkan sesuatu lalu mengerjakan daripada menerima > sesuatu yang sudah dipikirkan lalu meneruskan. > Sepurane bila ada salah kata dari amateur earth scientist ini. > > Gesit Mutiarta > Sent via BlackBerry from T-Mobile > ------------------------------ > *From: * yoga suryanegara <[email protected]> > *Date: *Mon, 6 Feb 2012 18:02:05 -0800 (PST) > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * <[email protected]> > *Subject: *Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3 > > Mungkin karena konsep "buruh elite" ini lah tidak banyak sarjaun2 generasi > muda kita yang berani mencoba menjadi wiraswasta dan pengusaha. > Alhasil orientasinya selalu mencari kerjaan ketimbang mencoba > menciptakan pekerjaan. > > Saya sih melihatnya wajib publikasi ini banyak positifnya, yah mungkin > salah satunya dengan adanya publikasi ini akan muncul rasa proud and pede > dari para fresh graduaters kita ama dirinya sendiri, yang ujung2nya > diharepin bisa memotivasi rasa percaya dirinya ke arah yang lebih positif > lagi (jadi pengusaha muda misalnya). > > Salam, > Yoga > > > *From:* Eko Prasetyo <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tuesday, 7 February 2012 11:37 AM > *Subject:* Re: [iagi-net-l] Wajib publikasi S1/S2/S3 > > S1 wajib publikasi? S1 itu bukannya mempersiapkan anak didik jadi buruh > elite? Apa gunanya WAJIB publikasi? > > > > Baru2 ini Dirjen Dikti membuat surat edaran yang mewajibkan mahasiswa > > S1/S2/S3 harus telah menulis publikasi sebagai syarat kelulusan (S1 > > jurnal ilmiah, S2 jurnal nasional kalau bisa terakreditasi Dikti, S3 > > jurnal internasional). Alasan utama munculnya surat edaran ini adalah > > bahwa publikasi Indonesia hanya sepertujuh dari negara tetangga kita, > > Malaysia...8-) > > > -- > Visit http://www.strivearth.com and be entertained > > >

