Kata kunci "proporsional" harusnya sdh cukup bagus utk jadi penengah.
Agama adalah hak personal, terserah dia mau menjadikan agama "integrated to his life or not". Saya pikir itu hak dasar hidup Silakan dikembalikan ke aturan milis saja ttg boleh tidaknya menyitir referensi agama Salam Razi -----Original Message----- From: [email protected] Date: Wed, 8 Feb 2012 13:56:42 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY Kok mas a-b mbulet ya lha sampeyan punya nama bagus kok mung malah jadi a-b doang toh cak Agama itu "faith" sedangkan science tidak jadi tetep ga gathuk Salam Avianto Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "a-b" <[email protected]> Date: Wed, 8 Feb 2012 12:17:20 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY Pakdhe rovicky dan rekan2 iagi yg bijaksana, Sy pikir agama adalah 'ruh' (spirit) atau stidakny inspirasi bagi science(bukan aspirasi) dan bagi kecenderungan manusia utk mencari terus kebenaran (bukan pembenaran). Sy kira dalam takaran yg 'wajar' (tdk utk hakimi apalagi utk 'menindas' yg beda pendapat) dan proporsional, 'interaksi' science dan agama tdklah jd masalah. Sciene pun tdk selamanya bebas nilai, karena dalam kebebasan bepikirpun perlu kejujuran. WaLlahu'alam. 3323 thx&rgd, a-b -----Original Message----- From: ecep suryana <[email protected]> Date: Wed, 8 Feb 2012 03:06:45 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY Pak rovicky,ada ungkapan"Ilmu tanpa agama buta,agama tanpa ilmu lumpuh" Sy selalu yakin kalau ilmu adalah tuntutan yg harus dieksplorasi untuk mencari kaidah kebenaran agama...oleh karena itu ilmu tanpa batas dan akan terus berkembang seiring tuntutan permintaan akan pembuktian/hipotesa... Wslkm ES Sent from Yahoo! Mail on Android BelekBeurit

