Itu dia masalahnya. Banyak para arkeologi menentukan umur sebuah situs disamakan dengan umur artefak yang ditemukan disekitarnya padahal belum tentu begitu. Apa yang diuraikan Pak David benar. Kita bisa menentukan umur ABSOLUT berdasarkan prinsip superposisi. Yang paling baik kalau bisa menemukan permukaan tanah purba (paleosoil) ketika bangunan situs itu didirikan untuk dilakukan carbon dating-nya. Bisa juga men-dating lapisan tanah yang menimbunnya. Atau bisa juga men-dating situs bangunan-nya itu sendiri (tergantung dari apa bahannya) atau berbagai material yang kita anggap insitu atau seumur dengan bangunannya, misalnya ada sisa-sisa kayu yang terselip diantara tumpukan batu candi (ketika membangunnya dulu). Teknik dating yang bisa dipakaipun banyak, selain carbon dating ada U-Th yang jauh lebih akurat (saya biasa pakai untuk men-dating koral), dll.
Bottom-line-nya, untuk melakukan penentuan umur absolute pada situs sukar untuk dilakukan oleh seorang arkeolog. Harus benar-benar hati-hati, sampel apa yang diambil dan posisi stratigrafinya dimana. Prosedur ini biasa kami lakukan pada penelitian Paleoseismologi dan Paleotsunami. Umumnya para arkeolog menentukan umur RELATIF (bukan absolute) dari artefak-artefaknya atau catatan kuno, prasasti dll. Makanya untuk menguraikan situs Megalitikum yang tidak diketahui peradaban/sejarah kebudayannya juga belum ditemukan tulisan, para arkeolog pasti kebingungan, akhirnya interpretasinya banyak dikirakira saja. DHN From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, February 12, 2012 9:46 PM To: IAGI; [email protected] Subject: [iagi-net-l] Dating situs arkeologi, bagaimana kaidahnya ? Saya tertarik tentang bagaimana melakukan dating atauentarikhan sebuah situs arkeologi ? Apakah sama dengan petarikhan batuan ? Kalau ditempat sebuah situs megalitik diketemukan artefak yg meripakan peninggalan jaman perunggu, apakah ditarikh sebagai peninggalan megalitik atau peninggalan jaman perunggu ? Karena bisa menjadi salah tafsir apabila saya menganggap situs ini peninggalan megalitik yang memiliki tehnologi tinggi di jamannya. Ataukah memang hatus begitu cara penarikan kesimpulan atau interpretasinya ? Salam Rdp -- "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

