kalau saya gunakan umur relatif saja mungkin lebih mudah. Umur "bangunan"
yang ada dibawah Gunung Padang pasti lebih tua dari bangunan Gunung Padang
sendiri. Ya itu kan hukum superposisi. Artinya kalau memang benar ada
bangunan "man made" dibawah situs megalith Gunung Padang berarti situs
dibawah ini usianya lebih tua.

Selanjutnya kalau akan dibuktikan lagi ya untuk leih meyakinkan
keberadaannya ya diexcavasi.

Apakah mungkin di excavasi ?

Kalau melihat struktur bangunannya ini sangat menarik, kebetulan saya punya
gambar yg dibuat oleh Pon S Prajatnika, yang seorang arsitek, lah beliau
ini ketua IAI Jabar :) tentunya gambarnya lebih mudah untuk dipahami.

Monggo ditengok gambar2nya

[image: Sumber PON S PURAJATNIKA,
IAI]<http://rovicky.files.wordpress.com/2012/02/g_padang_1.jpg>

<http://rovicky.files.wordpress.com/2012/02/g_padang_6.jpg>

<http://rovicky.files.wordpress.com/2012/02/g_padang_8.jpg>

<http://rovicky.files.wordpress.com/2012/02/g_padang_5.jpg>


RDP

2012/2/16 Yustinus Suyatno Yuwono <[email protected]>

>  Pak Danny yang baik.****
>
> Pentarikhan radiometri apapun (C14, K/Ar dll.) ada prosedurnya. Atmosferik
> radioactive sudah diperhitungkan oleh lab dan ada factor koreksi/
> pengukuran, bahkan satu tempat kalau diukur atmospheric radioaktifnya akan
> berbeda dengan tempat lain meskipun dalam waktu yang sama. Jadi sekarangpun
> kita bs ngukur dengan baik asal mengikuti prosedur. Nah lab juga punya
> prosedur, bila atmosferik back ground melampaui batas, biasanya hasilnya
> di-reject. Batuan yang kita ukur pasti berumur sebelum th 1950 kan? Jadi gk
> masalah dengan melimpahnya bahan radioaktif setelah th 1950. Kualitas
> sample juga berpengaruh besar, pengambilan sample juga ada prosedurnya,
> misalnya sampling C14, sampelnya setelah diambil lalu dibungkus aluminium
> foil di lapangan.****
>
> Salam,****
>
> Yatno****
>
> ** **
>
> *From:* Danny Hilman Natawidjaja [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Tuesday, February 14, 2012 9:49 AM
>
> *To:* [email protected]
> *Subject:* RE: [iagi-net-l] Dating situs arkeologi, bagaimana kaidahnya ?*
> ***
>
>  ** **
>
> “Uncalibrated radiocarbon age – BP me-refer ke 1950 karena setelah 1950 AD
> banyak percobaan bom atom dan berbagai pelepasan carbon akibat maraknya
> dunia industri sehingga level carbon-14 di atmosphere kacau balau.
> Perhitungan  carbon dating sangat tergantung pada variasi level carbon di
> atmosfer ini sehingga sudah tidak mungkin menghitung peluruhan C-14 setelah
> 1950.  Radiocarbon age (BP) harus dikonversi/dikalibrasi ke “calendar age”
> karena level carbon ini tidak tetap tapi bervariasi.  Seperti hasil carbon
> dating dari sampel di Gunung Padang dari kedalaman 3.5 m yaitu sekitar 5500
> Radiocarbon age BP, maka ini kalau dikonversi ke calendar age menjadi
> sekitar 6700 BP (calendar age) atau 4700 BC (SM). Ini saya sertakan  graph
> umum untuk kalibrasi radiocarbon age sampai 7000 BP.****
>
> ** **
>
> *From:* Bandono Salim [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Monday, February 13, 2012 5:43 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [iagi-net-l] Dating situs arkeologi, bagaimana kaidahnya ?*
> ***
>
> ** **
>
> Terimakasih pak RPK, jadi ingat lagi.****
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®****
>  ------------------------------
>
> ** **
>



-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke