terima kasih koreksinya

maksud saya kelompok tersebut menduga hasil temuan mereka adalah pasir yang
tidak insitu, ada perlakuan manusia terhadap pasir tersebut dan diduga ada
juga ruangan yang dipergunakan /dibuat oleh manusia.

benz


Pada 17 Februari 2012 09:30, Firman Fauzi <[email protected]> menulis:

> Pak Benyamin,
>
> Koreksi sedikit untuk poin ke-3, kelompok ahli geologi yg telah melakukan
> penelitian (survey) geofisika tidak (belum) menemukan artefak/ekofak di Gn.
> Sadahurip. Trims.
>
> Salam,
> Firman Fauzi
>
>   ------------------------------
> *From:* benyamin sembiring <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thursday, 16 February 2012, 17:33
>
> *Subject:* [iagi-net-l] Gunung Sadahurip : Piramida Alam?
>
> Gunung Sadahurip : Piramida Alam?
>
> Menyimak diskusi tentang Gunung Sadahurip apakah sebuah piramida buatan
> manusia atau gunung bentukan alam sangat menarik. Masing-masing punya
> argumentasi nya.
> Dari diskusi ini ada beberpa hal yang menjadi ketertarikan saya untuk
> mengambil “kesimpulan sementara” tentang perdebatan ini, yaitu :
> 1.       - Piramida bukan saja harus mengacu kepada piramida besar ,
> Giza,  yang ada di mesir.  Menurut saya pernyataan ini bahwa apabila ada
> bentukan mirip piramida bisa saja dikatan piramida walaupun tidak mengikuti
> aturan piramida di Mesir
> 2.      -  Hasil penelitian beberapa ahli geologi bahwa di Gunung
> Sadahurip terdapat batuan beku yang berbentuk columnar joint, andesit dll.
> Sehingga kelompok ini menapsirkan bahwa Gunung Sadahurip adalah bentukan
> alam yang mirip piramida.
> 3.      -  Ada juga sekelompok ahli geologi yang melakukan penelitian di
> Gunung Sadahurip bahwa disana ditemukan sisa sisa/bekas aktivitas manusia
> (artefak/ekofak). Bahkan kelompok ini juga melakukan penelitian geofisika
> sehingga yakin betul bentukan tersebut berbeda (ada bedanya) dengan
> bentukan alam biasa. Kelompok ini meyakini bahwa Gunung Sadahurip adalah
> piramida buatan manusia.
> Ada banyak bentukan alam yang dipergunakan oleh manusia untuk membangun
> suatu tempat beraktivitas, bisa saja itu tempat hunian maupun tempat
> pemujaan. Misalnya Gua Gajah di Bali, Gua Selomangleng di Kediri. Paling
> tidak kedua tempat itu adalah batuan bentukan alam yang dibangun oleh
> manusia untuk keperluan beribadah, mungkin. Namun dilakukan berbabagi
> bentukan sehingga tempat itu bukan murni hasil bentukan alam, tapi sudah
> ada modifikasi manusia. Nah..bisakah Gunung Sadahurip seperti itu?
>
> Yang ingin saya katakan bahwa ada banyak bentukan alam yang bisa
> dipergunakan oleh manusia untuk berbagai keperluannya. Jadi kalau Gunung
> Sadahurip yang berbentuk piramida itu dipergunakan oleh manusia untuk
> keperluannya dan membangun sesuatu disana adalah hal yang wajar saja.
> Apalagi kalau piramida gak harus mengacu kepada bentuk piramida Giza.
>
> Memperhatikan hal di atas apakah tidak mungkin Gunung Sadahurip adalah
> gunung bentukan alam, yang kebetulan berbentuk piramida, dimanfaatkan
> manusia untuk dijadikan tempat untuk keperluan manusia saat itu. Begitu
> cerdasnya manusia saat itu, untuk apa mengangkat batuan sekian banyaknya
> untuk buat piramida, toh sudah ada gunung bentukan alam yang bisa
> dipergunakan, tinggal memolesnya saja menjadi seperti yang diinginkan. Bisa
> saja membangun suatu bangunan di puncak ataupun sisi lain sehingga
> diperkirakan beberapa ahli ada sebuah ruangan hasil karya manusia.
>
> Oleh karena itu, jadilah Gunung Sadahurip adalah Piramida Alam.
>
> Terlalu dini memang.
>
> Salam
> Benyamin Sembiring
>
>
>
WebRep
Overall rating

Kirim email ke