Wah kalau mengandalkan pemerintah (proyek ?) Ya agAk sulit, krn urusan energi, 
urusan longsor, karena air dianggap pemberian alam.

Bagaimana cara menyimpan air yang secara alami melimpah, itu yang harus 
dipikir. Mau buat embung, bendung, bendungan atau kolam maupun bak dlm tanah 
semua itu ok saja.
Tinggal memilih lokasi yang baik.
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Mon, 27 Feb 2012 11:25:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR SEKARANG
Klita sangat butuh banyak masukan untuk bisa meyakinkan pemerintah dan dpr 
serta masyarakat umum tentang menyelamatkan air ini, makin banayka masukan akan 
berguna untuk kita.
Nantinya setiap masukan yg didukung data ilmiah dan akurat akan kita bukukan 
untuk diberikan pada seluruh stake holder yg ikut Workshop Selamatkan air tg 23 
April 2012 di ITS Surabaya.

AW
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Mon, 27 Feb 2012 11:04:42 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR SEKARANG

Setahu saya, kalau ada pohon besar akarnya mampu membuat tanah berpori dan 
permeable, sehingga air bisa meresap dan tertahan. Makin banyak pohon makin 
mudah air meresap dan tersimpan. Beberapa literatur mengatakan satu pohon 
sejenis beringin/trembesi dpt menyimpan sampai 40mkbk. (Anda dpt hubungi 
supardiono sobirin untuk ini). Kalau tanah miring, yaa terjadi larian. Untuk 
meresap diperlukan waktu untuk tergenang. Maka akar pohon akan menuntun air 
meresap kedalam tanah.
Ini yang aku tahu. Tambahkan ilmu Anda.
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Fajar Lubis <[email protected]>
Date: Mon, 27 Feb 2012 15:27:47 
To: amien widodo<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR SEKARANG
Kurang jelasnya di kriteria hidrogeologinya pak,

Apa yang menjadi dasar kawasan itu resapan mutlak, terbatas dan terbatas ketat? 
Nilai infiltrasi, Intensitas curah hujan, besaran konduktifitas hidraulik, 
parameter kimia fisik atau parameter lainnya?

Kalau permasalahan penggunaan untuk hunian, itu adalah salahsatu implikasi tata 
ruangnya dan untuk yang satu ini kita juga harus mempertimbangkan unsur resapan 
buatan yang memungkinkan untuk mengatasi masalah ini.

Untuk permasalahan debit sungai yang berkurang, ini harus dilihat satu persatu 
masalahnya. Apakah karena semakin banyak pengguna? berkurangnya debit mataair 
atau....(bisa ditambahkan jika perlu).


Salam,
Fajar (2114)
"diskusi yang menarik.. atau kita pindah ke gelanggangnya Bang Bosman dulu?"

 


________________________________
 From: amien widodo <[email protected]>
To: Fajar Lubis <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]> 
Sent: Monday, February 27, 2012 12:14 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR SEKARANG
 

P Fajar,

Saya share tulisan ini saya sangat berharap dari bapak-bapak dan ibu ibu 
semuanya tertarik dan mau menyumbangkan pikiran/tulisan/tekonologi untuk 
menyelamatkan air, karena saat ini air lebih banyak mengalir sebagai air 
banjir. 


Ada yang usul segera ditetapkan KAWASAN RESAPAN MUTLAK, KAWASAN RESAPAN 
TERBATAS, KAWASAN TERBATAS KETAT . Kurang jelasnya dimana pak? KAWASAN RESAPAN 
MUTLAK ( kawasan yang hanya untuk resapan, tidak boleh ada hunian sama sekali), 
KAWASAN RESAPAN TERBATAS (kawasan resapan dengan sedikit hunian (pedesaan), 
KAWASAN RESAPAN TERBATAS KETAT (kawasan resapan dengan hunian permukiman modern 
dan diharusan membangun air limbah komunal, 

Beberapa sungai di Jawa Timur yang dulunya berair saat musim kemarau sekarang 
tidak ada atau debitnya sangat kurang sehingga masyarakat menggunakan air tanah 
untuk pertanian. 

Ada usulan pak?

AW

Kirim email ke