Dalam beberapa hari terakhir ini terjadi diskusi yang sangat dinamis di maling list Ikatan Ahli Geologi Indonesia(IAGI) tentang masalah air. Diskusi yang terjadi seputar masalah banjir, masalah institusional di bidang air di Indonesia, masalah kualitas air di perkotaan dan sungai, masalah konservasi, hingga masalah bagaiamana budaya (mempersepsikan) air. Sedikit terpancing untuk memprovokasi diskusi ke landskap yang lebih luas, adalah salah satu niat dibalik tulisan ini.
Air adalah esensi dalam kehidupan manusia. Tanpa air manusia tidak bisa hidup. Di Bumi kita air terdistribusi dalam berbagai bentuk dan tempat, salah satunya groundwater. Apabila kita lihat distribusi air yang berada di permukaan Bumi, dari segi kuantitas sebenarnya groundwater tidaklah banyak. Dari total volume air yang terdapat di permukaan Bumi, fresh groundwater menyumbang sebanyak 10530000 km3 atau sekitar 0.76% dari keseluruhan air, atau sama dengan 30.06 % dari total freshwater, lengkapnya seperti yang dapat dilihat dari gambar/table 1 berikut ini (UNEP; 2003). *** selengkapnya: http://annelis.wordpress.com/2012/02/28/groundwater-dependent-ecosystems/#more-1359 tabik bosman batubara

