Waduh, kayaknya mas Band ini termasuk yang suka menulis tapi males membaca, 
karena masih ngeyel juga nulis mengkaitkan DHN dan ADB meneliti dg Turangga 
Seta. Padahal kalau mau rajin membaca - juga di thread sejenis ini di IAGINET - 
 dan mau nyoba cari info dr sumbernya langsung sebelum menuliskan sesuatu 
tentunya gak akan terjadi asal tulis sembarangan. Lha wong jarene kita2 ini 
khan tetangga di babakan Pajajaran, mas,..hehehehe, mustinya tetangga itu khan 
juga saling menyapa dan mengecek: ooiiii, apakah rumahmu kemalingan, oiii 
sehat2 sajakah? Aku denger "ini dan itu" dan ditulis koran "ini dan itu", 
benarkah, dsb. 

Klarifikasi sudah diberikan, saya dan DHN gak ada hubungan dg Turangga Seta, 
mereka "membonceng" alias ikutan dg rombongan penelitian kami waktu kami ke gn 
Putri tahun lalu, kemudian meminta untuk kepentingan internal rekaman video 
yang dibikin Retno waktu itu plus file prosesing awal hasil geolistrik di 
Lalakon yg masih sangat immature. (Saya sendiri tdk pernah ikut ke Gn Lalakon, 
tdk pernah injakkan kaki di sana. Saya hanya komentari saja hasil prosesing 
awalnya.) Kami berikan bahan2 itu dg catatan: please itu semua hanya untuk 
internal, krn penelitian baru juga mulai jalan, jadi masih banyak yg harus 
dilakukan. Jangan diedarkan kemana2, jangan dipakai rujukan ilmiah, dsb. Nah, 
ternyata bahan2 itu mrk pakai kemana2 sampai ditunjuk2kan ke wartawan segala, 
sehingga pecah berita ttg piramida dsb. Saya sdh bantah saat itu juga ke 
ViVaNews bhw itu penelitian awal dan masih banyak yg harus dilakukan untuk 
sampai pd kesimpulan. Kami sudah protes Turangga Seta ttg ketidak-etis-an 
perbuatan mereka yg tdk memegang amanah. Mereka tdk membalas, tdk menjawab 
protes kami, tapi kemudian melakukan riset geolistrik sendiri di Lalakon 
mungkin untuk mengantisipasi tuntutan lebih lanjut, kemudian seterusnya 
menggunakan data mrk sendiri.  Sampai akhirnya mrk gali2 sendiri itu Gn. 
Lalakon. Dan sekali lagi, kami sama sekali gak ada hubungan ataupun afiliasi 
apapun dg TS. Ketemu aja di lapangan ya cuma sekali itu di Gn. Putri. 

Sebenarnya asyik juga sih ikut mengamati gonjang-ganjing pemberitaan tentang 
ini semua. Terutama mengamati bagaimana media dan politisi memainkan issue2 ttg 
spin-off dr penelitian kebencanaan kami ini. Tentang tudingan biaya negaralah 
(saya gunakan dana sendiri kemana2 dan untuk ngapa2in neliti ini, termasuk 
ngebor), tentang "siapa tahu ada rejeki" proyek di dalamnya (ini biasanya 
dituduhkan oleh orang2 yg menganggap tdk ada manusia yg bekerja hanya 
berdasarkan keingintahuan dan sukarela gak dibayar), tentang pengalihan isu 
politik (silakan saja mengalih2kan isu, tapi apa iya kalau berita politik kalah 
dg berita penelitian terus penelitian ilmiah harus dihentikan krn pihak yg 
bertentangan di kehidupan politik tdk menghendaki berita politik mereda), 
tentang usaha gigih pihak2 yg mengkaitkan semua penelitian ilmiah ini dg 
mistik, takhayul, dsb (sudah saya tulis 2x di iaginet bhw penelitian kami 
independen, memakai sistimatika dan metoda ilmiah yg ketat, dan tdk sembarangan 
klaim kebenaran; kalau memang tdk mendukung bukti2nya ya kesimpulan hipotesa 
salah, dsb); tentang usaha2 untuk meledakkan berita2 medahului hasil 
penelitian; tentang pihak2 yg terus menerus berusaha memfitnah, mematahkan 
semangat, menghalang2i kelanjutan penelitian; dan tentunya ttg bagaimana 
komunitas IAGINET kita ini bersikap thdp penelitian saya, Danny dkk ini.

Tapi ya itulah, kalau cuma mengamati dan tidak berusaha mengoreksi yang keliru2 
itu bisa jadi kebablasen. Makanya sekali-sekali perlu juga mengingatkan, 
terutama buat yang sedang seneng2nya posting dan gak punya waktu untuk membaca2 
yg terdahulu.

Sebenarnya kalau mau ngikuti tadisi dialektika aremania, boleh jadi harusnya 
yang keluar dari posting saya ini adalah: " wong2 iki koq ketok-e mbanyol 
kabeh, wkwkwkwk... , ayas neliti2 dewe, nggawe duik2 dewe, dhuduk tugas akhir 
sing kudhu diperikso opo disetujui dosen, dhuduk proyek sing kudhu laporan nang 
bohir, durung mari oleh-e neliti, durung nulis nang jurnal ilmiah, dhuduk 
proyek diduwik-i negoro, dilebokno berita karo media, koq terus diserang kiwo 
tengen, difitnah-i, diplintir2no, diumbah-umbah gak genah, dsb,..sakjan-e onok 
opo sih wong2 iki,..ngga...-i temenan, poll!...  Wkwkwkwkk...

Salam
ADB
Arema


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Wed, 29 Feb 2012 00:41:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] YAYASAN TUMARITIS : PIRAMIDA SADAHURIP DIBANGUN 
150.000 TAHUN NYANG LALU
Jauh sebelum karang tumaritis, awal sekali turanggaseta, dg DHN AB neliti di 
Lalakon. Ada juga pensiunan LIPI, tapi dia cepet2 mundur, krn apa yang 
dikatakan turanggaseta dll gak cocok dgn sudut pandangnya sbg geologis n 
geofisis. Kemudian mang okim tulis di koran pr.
Kemudian dimunculkan 5 gn sekitar bdg sbg piramid satu diantaranya Sadahurip. 
Selanjutnya tahu sendiri, ada Andi Arief. Dan bnyk yang lain.
Krtmrtis sih nampaknya ikutan saja. Biasa kalau sdg rame yaa siapa tau ada 
rejeki di dalamnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Eko Prasetyo <[email protected]>
Date: Wed, 29 Feb 2012 08:29:51 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] YAYASAN TUMARITIS : PIRAMIDA SADAHURIP DIBANGUN
 150.000 TAHUN NYANG LALU
Ndak jelas juga:

Yayasan Tumaritis itu sekumpulan orang-orang "supranatural" yang belum
jelas juntrungannya.

Tau leluhur orang sunda itu bangsa Lemburia (ini dari yang dari China atau
alien atau mahkan evolusi makhluk gaib, gak diungkapkan).

Mengatakan keturunan Atlantis, yang merupakan kata Yunani kuno. Jangan2
sunda ada akar di Yunani karena itu beda sekali dengan Melayu dan Jawa?

Gunung Sadahurip juga kunci peradaban dunia, yang suatu saat akan terbuka.
Vague sekali. Kenapa juga dikunci? Manusia masih terlalu berdosa kah dan
belum bisa mencerahkan hati dari pertentangan antar agama-agama? (novel
 sekali ceritanya).

Logikanya samar tapi sudah press relesase. Jadi jelas ada calo yang minta
perhatian dan mengumpulkan para "orang pintar" ini.

2012/2/29 Bandono Salim <[email protected]>

> **
> Lho kan jelas, kalau anda baca baik2 postingan dari bandung.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Eko Prasetyo <[email protected]>
> *Date: *Wed, 29 Feb 2012 08:15:49 +0800
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] YAYASAN TUMARITIS : PIRAMIDA SADAHURIP
> DIBANGUN 150.000 TAHUN NYANG LALU
>
> Calonya siapa sih, kok bisa2nya ngajak orang bikin prequelnya Saur Sepuh
> gini...
>
> 2012/2/24 Sujatmiko <[email protected]>
>
>> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>>
>>
>>
>> Sebetulnya, mengikuti advis beberapa rekan dan sahabat , tadinya mang Okim
>> mau diam-diam saja atau istilah kerennya cooling down dalam masalah
>> Piramida
>> Sadahurip. Tetapi setelah kemaren ada berita menarik di koran Gala Media
>> Bandung dan  hari ini di Tribune Jabar yang memuat pendapat Yayasan
>> Tumaritis Garut tentang Piramida tersebut, maka mang Okim terpaksa deeh
>> minta pencerahan dari rekan-rekan  yang mendalami ilmu supranatural .
>> Singkatan berita tersebut mang Okim sampaikan di bawah ini :
>>
>>
>>
>> 1.       Anggota Yayasan Tumaritis  terdiri atas sekelompok orang yang
>> mendalami ilmu supranatural.
>>
>> 2.       Gunung Sadahurip tadinya terbentuk secara alamiah .
>>
>> 3.       Kemudian dibentuk oleh tangan-tangan manusia Lemburia  menjadi
>> piramida sekitar 150.000 tahun yl.
>>
>> 4.       Bangsa Lemburia hidup di Negara Tawanggantungan yang diperintah
>> oleh Maharaja Prabu Ulung-ulung.
>>
>> 5.       Patihnya waktu itu adalah patih Naragati.
>>
>> 6.       Bangsa Lemburia merupakan cikal bakal suku Sunda dan bangsa
>> Atlantis serta peradaban dunia.
>>
>> 7.       Gunung Sadahurip merupakan kunci peradaban dunia yang suatu waktu
>> bakal terungkap.
>>
>>
>>
>> Nah, dengan berita di atas, siapa tahu ada rekan yang mau sharing atau
>> ridho
>> memberikan pencerahan. Barangkali Pak RPK atau Pak Bandono Salim punya
>> simpanan referensi  tentang asal muasal suku Sunda ?
>>
>>
>>
>> Wassalam,
>>
>>
>>
>> Mang okim
>
> --
> Visit http://www.strivearth.com and be entertained
>



-- 
Visit http://www.strivearth.com and be entertained

Kirim email ke