Beberapa bulan lalu kita ditakutkan dengan ancaman banjir yang dipekirakan akan terjadi pada bulan Februari 2012. Ramalan ini didasarkan pada perkiraan banjir lima tahunan dan dimasukkan faktor angka keramat 2012. Secara teoritis setahu saya banjir lima tahunan itu tidak ada. Periodisasi banjir bisa saja disebut lima tahunan atau malah 7 tahunan (wah ini memicu angka 7), bisa juga disebut banjr 10 tahunan dsb. Periodisasi banjir menjadi tidak penting lagi.
Namun yang menarik perhatian saya justru tahun 2013 ! Laporan *Tempo (*<http://www.tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/free/utama.html>Edisi. 13/XXXIIIIII/21 – 27 Mei 2007) soal rumah-rumah pejabat di Puncak mungkin banyak makna non teknisnya tetapi akhir dari ulasan Tempo ini yang lebih menarik perhatian saya. *Jakarta 2013. Profesor The Houw Liong, ahli cuaca pada Departemen Fisika ITB, menengarai pada tahun itu Jakarta bisa direndam bah hebat. Saat itu panas matahari berada pada puncaknya, mengikuti siklus 11 tahunan. Jadi, matahari akan mengantarkan lebih banyak air laut ke atas kawasan Puncak* Jadi kalau 2012 meleset barangkali akan muncul di 2013. Prof The How Liong barangkali lebih tepat meramalkannya. Doh ramalan ! RDP -- *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

