Ck ck ck....pesimis sekali abang ini....
Saya coba membandingkan kita dengan tetangga selatan Australia sesuai dengan 
parameter yang disebut mas Eko....

- Australia sekarang bisa dikatakan hidup dari menjual barang mentah. Exportir 
gas, iron ore, nikel dll, tapi  tidak berusaha bikin pabrik pupuk atau baja, 
apalagi pesawat...
Bahkan sapi dan domba pun diekspor hidup-hidup, sama sekali gak pusing mikir 
nilai tambah dan sebangsanya.

-mayoritas kebutuhan hidupnya diimpor dari China, korea, jepang sampai 
Indonesia. Termasuk tenaga kerjanya...

- Sering pemerintahnya dianggap membebek ke amrik. Disuruh ikut perang di Iraq, 
afghan dan libya cuma bilang yes sir...

Tapi kepala mereka tetap tegak tuh, bangga teriak ozi...ozi...ozi dan gak 
selalu bilang negaraku brengsek, tanpa daya dll.

Mungkin mereka tahu, kalau makin sering kita hujat-hujat dan talk down negeri 
sendiri, energi negatif akan muncul dan mengakibatkan makin tambah brengsek.....
------------------------------
On Tue, Mar 6, 2012 6:50 AM ICT Eko Prasetyo wrote:

>Negeri ini negeri jajahan sebenarnya.
>Paradigma negeri jajahan masih ada:
>
>- resource diangkut ke negara penjajah
>- hasil industri negera penjajah dijual ke sini
>- rakyatnya hanya ada tiga pilihan: jadi babu atau jadi calo.


--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke