Alkhamdulillah masih bisa menikmati sego thiwul. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Agus <[email protected]> Date: Tue, 6 Mar 2012 09:17:37 To: <[email protected]><[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk Alhamdulillah, sy bangun tidur seringkali cari pecel godong telo, atau sego tiwul, dg kembang turi dikukus di kampung tetangga. Lalu ada tetangga setor susu delai langganan, dirahabi sambil nonton tv buatan Jepang, dengan kadang ditemani teh hitam kaligua, teh hitam tambi yg asli buatan kampung lereng Gunung Slamet atau lereng Dieng. Pergi ke kantor naik motor Honda, hahaha...rupanya dikit sekali yg bikinan kampung Indonesia yg kunikmati sehari hari., lumayan laaah...., hehehe.... Tapi seandainya, ada 4-5 geologist generasi muda yg ada di milist IAGI ini bisa jadi menteri atau malah diantaranya ada yg jadi presiden atao wapres, Insya Allah dan Haqqul Yakkin..., minimal mampu mengurangi "rasa asing" yg signifikan dari konsumsi perekonomian kita ke depan...., minimal indikator2 tatakelola sesumber ekstraksi bumi nusantara dari hulu ke hilir sampai end user.nya akan asli bikinan kampung Indonesia... Kita sebagian besar minum air tanah kampung Indonesia dan itu menjadi darah kita.. Kita sebagian besar makan makanan yg tumbuh dari tanah dan batuan kampung Indonesia, dan itu menjadi daging kita. Kita sebagian besar menghirup udara di atmosfer kampung Indonesia, dan itu menjadi nafas kehidupan paru paru kita. Kita sebagian besar pun akan mati dalam pelukan kasih sayang geologi tanah gundukan kuburan kampung Indonesia scr khusnul khotimah dlm iman masing masing dari kita... Barakallahu.... Salam dari Panggang Gunungkidul sinambi sarapan sego tiwul dg petani petani yg juga prihatin sebagaimana keprihatinan geologist terhdp karya anak negeri.., hiks.. Agus hend. Sent from my tiwul On 5 Mar 2012, at 23:19, "Bandono Salim" <[email protected]> wrote: Makanya kita sudah didesain konsumtif oleh pemerintah kita sendiri. Sejak meninggalnya gus dur, dimulai penjualan/proivatisasi hampir semua milik negara. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: [email protected] Date: Mon, 5 Mar 2012 16:07:37 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk Bangun tidur anda minum apa? Aqua? (74% sahamnya milik Danone prsh Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris. Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda). Lalu mandi pake Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris). Sarapan berasnya beras impor Thailand (BULOG pun impor), gulanya jg impor (Gulaku). Santai abis makan rokoknya Sampoerna ( 97% saham milik Philip Morris Amerika). Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih. Sampe kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina. Pake komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel smwnya milik asing; Qatar, Singapur, Malaysia). Yuk belanja ke Carefour, punya Perancis klo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carefour). Bgmn dg Giant? Ini punya Dairy Farm Internasional, Malaysia pemilik yg sm dg Hero. Malam2 iseng ke Circle K dari Amerika. Ambil ATM di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya udh milik asing walaupun namanya msh Indonesia. Bangun rmh pake semen Tiga Roda Indocement skrg milik Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. Btw BB andapun buatan Cina, beda tipis sm sy punya buatan Canada. MASIH BANGGA JADI ORANG INDONESIA? Minimal kita masih punya koruptor2 Asli INDONESIA!!! ♏uªªñцªªªp™ kan...??? Β̣̣̥ω̲̅ǝ̩̩̩̥ǩά̲̣̣̣̥к̲̣̣̥ω̲̅ǝ̩̩̩̥ǩ=Dβ̣̣̥ω̲̅ǝ̩̩̩̥ǩά̲̣̣̣̥к̲̣̣̥=Dβ̣̣̥ω̲̅ǝ̩̩̩̥ǩά̲̣̣̣̥к̲̣̣̥ω̲̅ǝ̩̩̩̥ǩ Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: kartiko samodro <[email protected]> Date: Mon, 5 Mar 2012 15:04:30 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk raksasa otomotif suruh bikin bis / kendaraan umum murah bagus aja....pasti pada enggak mau... 2012/3/3 Yanto R. Sumantri <[email protected]> Baru saja nongol esemka sudah bikin raksasa otomotif ketakutan !!!!!!!!!!!!!!! Saya baca Koran “Rakyat Merdeka” halaman 16 yang berjudul : “ Mannuver 3 menteri bisa kubur program ESEMKA”, Saya kutipkan beberapa bagian sebagai illustrasi : 1. Nasib mobil produksi dalam negeri atau mobil nasional (mobnas) bisa tinggal nama . Menteri Perindustrian ( Menperin) MS.Hidayat dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa SEPAKAT membuat mobil murah Dibawah 100 juta. SPONSORNYA TOYOTA , DAIHATSU DAN HONDA……………………….. 2. .” Mereka ( 4 produsen ??? ) sanggup menyediakan dana 1,8 juta AS atau Rp 16,2 trilliun. Akhir tahun ini akan masuk ke Indonesia dan dia akan menyerap banyak tenaga kerja baik di Industri komponen maupun” jelas Hidayat” ………………(heem mana banyak kalau yang ngerjain malahan pekerja mobnas ???). 3. …….” Senada dengan Hidayat , Menko Perekonomian ……… mengatakan , …… Pemerintah akan memberikan insentif cukai kepada produsen mobil ramah lingkungan . 4. “ Kita sudah sepakat dengan Menteri Keuangan , untuk untuk menyikapinya dengan cukai sehingga dapat mendorong penggunaan kendaraan kendaraan low cost green car di industry industry dalam negeri …………….” 5. Menkeu ……………………. “ kita akan berikan , tidak terkecuali kepada investor yang mau membuat kendaraan yang ramah lingkungan” ujarnya. Dan seterusnya ……………………………. Apa yang dapat dibaca dari berita ini ??? 1.The three stooges (mungKin dengan “koordinasi” yang baik dengan produsen raksasa) sudah sepakat untuk mengeksploitasi momentum kegagalan uji emisi emisi esemka ,.dengan demikian diharapkan esemka dapat “layu sebelum berkembang”.. 2,Ketiga stooges ini bukannya mencarikan jalan bagaimana kegagalan yang dialami esemka tetap dapat diatasi sehingga menjadi suatu sukses , dan program mobnas berjalan. 3. Nyata sekali …………………… spirit liberalisme menjadi dasar tindakan mereka atau dijadika alas an “pembenaran” kebijakan yang diambil mereka ------------------heeeeeem sangat menyedihkan. Dimanakah nasionalisme kita letakan ???Dimana keberpihakan Pemerintah atas inovasi anak bangsa ??? Sangat menyedihkan Kang Ah !!!!!

