Hehee cina cari rare earth ke ina, kita buang2 rare earth sebagai pasir bahan bangunan. Itu tang aku tau bbrapa tahun lalu, waktu msh seneng main ke mana-mana. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Slamet Riyadi <[email protected]> Date: Fri, 16 Mar 2012 17:16:51 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] LTJ (Logam Tanah Jarang/rare-earth) vs China Rekan IAGI netters, Masih ingat ketika Deng Xioping (lebih 30 tahun silam) berkata: "Jika negara Timur Tengah memiliki minyak bumi, maka China mempunyai LTJ" (LTJ adalah logam tanah jarang = ‘rare-earth’ minerals). Pekan lalu*, Uni Eropa dan Jepang mengikuti langkah Amerika Serikat memprotes pembatasan ekspor mineral langka (‘rare-earth’) dari China. Eropah dan Jepang secara resmi telah mengajukan keberatan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) kemarin 14 Maret 2012. Mereka menuduh Beijing mencoba menekan harga baku yang digunakan dalam teknologi maju. Beijing juga dianggap menekan perusahaan internasional agar memindahkan operasionalnya ke China. Komisioner Perdagangan Uni Eropa Karel De Gucht mengungkapkan: "pembatasan ekspor China telah melanggar aturan perdagangan international. Kebijakan tersebut mengganggu produsen dan konsumen di Uni Eropah dan seluruh dunia, termasuk produsen perintis teknologi tinggi dan aplikasi bisnis. Presiden AS, Barack Obama mengomentari: "Amerika menginginkan perusahaan membangun usaha dan membuat produk-produknya di Amerika, namun untuk mewujudkan hal tersebut, produsen Amerika perlu memiliki akses ke China sebagai pemasok utama rare-earth" (Reuters, 14 March 2012). Namun, Pemerintah China menyatakan pengaduan resmi oleh pihak ketiga negara tersebut sangat tidak adil meski Beijing mengontrol 90% dari produksi rare-earth global. Sampai saat ini China nenetapkan kuota ekspor rare-earth China mencapai 33.353 ton pada 2011. Namun, negara berpenduduk lebih dari 1.3 milyar jiwa itu hanya mengirim 18.587 ton rare-earth tahun 2011. Hal itu menyebabkan kenaikan harga ekspor sebesar 4 kali lipat selama 2 tahun terakhir serta mendorong pembeli mengalihkan operasional ke China sekaligus mengembangkan rare-earth tersebut. China saat ini diperkirakan memiliki cadangan 55 juta ton, terbesar di dunia. Negara lain seperti Rusia dan negara bekas Uni Soviet hanya memiliki cadangan 19 juta ton, AS13 juta ton, India 3.1juta ton, Australia 1,6 juta ton, Brasil 0.05 juta ton, dan wilayah lainnya 22 juta ton. Adapun total produksi ‘rare-earth’ yang mengandung 17 mineral penting itu sepanjang 2011 terbesar adalah China sebanyak 15,000 ton, India 3.000 ton, Brasil 550 ton, dan Malaysia 30 ton Catatan: *Tidak seimbangnya pasokan dan permintaan, serta sulitnya proses pemisahan rare-earth dari mineral induknya yg mengandung unsur radioaktif seperti uranium dan torium, membuat mineral ini sangat mahal. Beberapa jenis rare-earth yang paling tinggi nilainya mencapai US$ 2,200 (Rp 19.6 juta) per kilogram. Negara produsen benda-benda canggih bergantung hampir 97% pada pasokan rare-earth dari China. Tahun lalu permintaan pasar rare-earth dunia mencapai 134.000 ton, sementara kapasitas produksinya baru 124.000 (kekuranganya dari hasil ekstraksi mineral yg ada). Tahun 2012 kebutuhan dunia bisa mencapai 180ribu ton. Jepang (Toyota, Sumitomo, Toshiba, etc) melakukan eksplorasi ke Kazakhstan, Vietnam, Mongolia). Korea Selatan (LG, Samsung, etc) melakukan eksplorasi ke Australia. Untuk kebutuhan strategis masa depan Amerika Serikat, Kongres AS mengadakan sidang khusus untuk memperpanjang lisensi pertambangan rare-earth di Mount Pass California. Indonesia, ‘rare-earth’ sudah pernah ditambang di Bangka-Belitung (Babel), namun belum optimal. Data 2006, PT Timah memiliki 408.000 ton monozite (78%-oxides rare-earth), 57.000 ton xenotime (65% oxide rare-earth) dan 309.000 ton zircon (54%-itrium dan serium). Beberapa jenis 'rare-earth' yang paling tinggi nilainya mencapai US$ 2,200 (Rp 19.6 juta) per kilogram. * *Indonesia terus mengupayakan mencari mineral ‘rare-earth’ semoga dengan Perment ESDM No 7 Tahun 2012, Pemerintah bisa menjadi ujung tombak memulai ‘melindih’ mineral logam tanah jarang ?* * * **Reuters, March 2012, *

