Mungkin memang perlu seorang ahli di bidang perminyakan utk menerangkannya. Mudah2an para wartawan juga mendapatkan info berimbang dan dapat lebih mengerti sehingga dapat mengutip berita dgn lebih baik. Kayaknya Pemerintah juga kurang sosialisasi soal kenaikan bbm, eh.... Penurunan subsidi ini.
Salam, Nuning Sent from my iPad On 26 Mar 2012, at 21:32, Surarso Hardjono <[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote: Kalau yang menerangkan ahlinya dan lebih menguasai memang memang lain. Srs. 710 Dari: Ismail <[email protected]<mailto:[email protected]>> Kepada: [email protected]<mailto:[email protected]> Dikirim: Senin, 26 Maret 2012 18:45 Judul: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? Di MetroTivi Kwik sdh agak memahami ttg kenaikan BBM setelah berdialog dg Rubi R dan Anggito ttg struktur migas , apakah ini bentuk dari sosialisasi permigasan juga Ism Sent by Liamsi's Mobile Phone From: "Bandono Salim" <[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Mon, 26 Mar 2012 07:15:55 +0000 To: Iagi<[email protected]<mailto:[email protected]>> ReplyTo: <[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? Waa iku aku gak pernah kursus wartawan. Pernah dulu tahun 66/67 pernah diajarin sama Adam Malik, tapi gak pernah dipakai hehehe. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Luhkito Hadisoemarto <[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Mon, 26 Mar 2012 12:41:35 +0700 To: <[email protected]<mailto:[email protected]>> ReplyTo: <[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? Saya pernah mengikuti Kursus Wartawan seperti yang dimaksud, Judulnya "Pelatihan Teknik Menulis Untuk Media Masa", penyelenggaranya Direktorat Geologi Tata Lingkungan bekerjasama dengan German Environmental Geology, Advisory Team For Indonesia (GEGATI) - BGR, diselenggarakan di Bandung selama 12 Hari dari Tgl.14 - 15 November 1993. Pemberi kuliah dan Koordinator Kursus adalah Bapak Drs. M.M. Purbo Hadiwidjoyo, Geologiawan Senior/Penyunting Teknik. Apakah mungkin Kursus sejenis ini yang dimaksud oleh Mas Bandono ?, kalau IAGI mau mengadakan menurut saya bagus sekali, sepertinya akan banyak member yang berminat. Insya Allah. Wass. Luhkito-3501 2012/3/26 Bandono Salim <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> Lha mari kita mulai kursus wartawan untuk geolog atau kursus geologi dan dunia seitar geologi untuk wartawan. Bagaimana pak ketua iagi? Aku daftar duluan. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Dandy Hidayat <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Sun, 25 Mar 2012 22:06:41 +0800 To: iagi<<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> ReplyTo: <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: RE: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? Kira - kira demikian pak , Banyak istilah istilah kebumian dan energy , singkatan - singkatan yang perlu mereka tahu sebelum membuat laporan atau berita , biar nggak salah . Juga istilah bencana siaga satu , dua .. dll Juga biaya biaya mulai AFE , Cost Recovey , dll Kalau ambil sumbernya dari orang yang benar nggak maslah ,, dapat infonya dari sujiwo tedjo (contoh) ,,, bisa runyam Salam Dandy To: <mailto:[email protected]> [email protected]<mailto:[email protected]> From: <mailto:[email protected]> [email protected]<mailto:[email protected]> Date: Sat, 24 Mar 2012 23:06:18 +0000 Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? Apa perlu dibuat sertifikasi kemampuan wartawan menyerap dan mempublikasi berita mas? Adakan kursus saja, hehe aku mau ikutan. Wartawan geologi ataupun ilmu geologi buat wartawan, supaya akurasi berita kebumian dpt dipertanggung jawabkan. Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Dandy Hidayat <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> Date: Fri, 16 Mar 2012 22:13:27 +0800 To: iagi<<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>>; <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>>; <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> ReplyTo: <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: RE: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? Dengan Hormat Bila dilihat tulisan dibawah ini , maka sekali lagi perlu diingatkan kepada awak media untuk lebih proporsional dalam hal pemberitaan. Banyak Wartawan/media yang ssuka memblo-up setiap kejadian dengan harapan peningkatan oplah dan pendapatan. Pepatah mereka "Bad News is a Good News" ... dan sekarang Media jadi raja . Tengok acara Jakarta Lawyer Club ... pimpinan Karni Ilyas .. ini kan cara "pengadilan media" dengan mengundang nara sumber mulai artis , pengacara , seniman ujungnya nggak jelas .. pokoknya Rame Aja . Nah Mungkin ada baiknya pihak IAGI dan juga Dept Pertambangan Energey membuat workshop kalau perlu sertifikasi Wartawan yang bisa meliput berita - berita yang berhubungan dengan hal ini. karena baanyak sekali istilah teknis yang perlu diperhatikan agar tidak membuat masyarakat makin emosi. Sementara Itu dulu .. semoga dapat ditanggapai secara proporsional Dandy > From: <mailto:[email protected]> > [email protected]<mailto:[email protected]> > To: <mailto:[email protected]> > [email protected]<mailto:[email protected]>; > <mailto:[email protected]> > [email protected]<mailto:[email protected]>; > <mailto:[email protected]> > [email protected]<mailto:[email protected]> > Date: Fri, 16 Mar 2012 11:49:18 +0000 > Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? > > > > Dengan tetap menghormati pendapat teman2 yg memang sangat ahli di bidangnya, > aku sarankan sih kita lanjutkan diskusi serius ini, dgn mengganti "subject" > dan memotong "body" tulisan yg tentang "720 milyar hilang setiap hari" tsb. > Ini karena sebab musabab dari tulisan tsb adl salah kutip/salah komunikasi > belaka. > > Kejadiannya aslinya gini : Pemda Jambi tepatnya Pemda Kabupaten Tanjung > Jabung Barat, kepengen tau jumlah sumur di wilayahnya, yg kebetulan adlah > WK-nya PetroChina Jabung. Mrk katanya nanya ke DitJen Migas, dan didapat > angka 30 sumur itu, padahal itu adalah data sumur eksplorasi saja, tapi > disalahartikan oleh Pemda Kab. Tanjung Jabung sebagai seluruh sumur, dan > kemudian mrk "ribut", tanpa mengecek ulang ke BPMIGAS atau ke PetroChina, dan > mrk lapor ke DPR/DPRD, ke media massa, dgn tuduhan bhw PetroChina memalsukan > data dan merugikan negara, dll (kita yg di industri migas tentu sangat faham > bahwa gak mungkin cuman 30 sumur di blok Jabung, dan gak mungkin PetroChina > memalsukan jumlah sumurnya - gimana caranya ???). Kami, BPMIGAS dan > PetroChina sudah mengadakan pertemuan dgn Pemda Kab. Tanjung Jabung Barat dan > mereka sudah faham akan kesalahan informasi ini. Namun, apa daya, berita > negatif sangat mudah menyebar, dan beberapa pihak memanfaatkannya tanpa > melakukan cek dan re-cek. > > Saya harapkan sih temen2 di iagi-net lebih bijaksana dgn berita2 sejenis ini. > Terima kasih. > > Mungkin pak Elan Biantoro sebagai Kepala Perwakilan BPMIGAS SumBagsel dapat > memberikan penjelasan lebih rinci (atau Bli Nyoman Suta, Exploration > Manager-nya PetroChina Jabung bisa kasih tambahan ?). > > > Salam, > Nuning > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ________________________________ > From: o - musakti > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> > Date: Fri, 16 Mar 2012 03:35:29 -0700 > To: > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> > ReplyTo: > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? > > Ujung-ujungnya semua tergantung pada ROI, return on investment baik dalam > term money dan yang lebih fundamental dalam term energy. > > Dalam bingkai uang, faktor penentu adalah harga minyak. Dengan teknologi yang > ada serta harga minyak saat ini, apakah extraksi baik hasil new exploration > maupun secondary atau tertiary recovery ataupun ekstraksi sumber > unconventional masih ekonomis untuk dilakukan. Pernah baca laporan yang > menyatakan bahwa tar sand di Athabasca baru akan ekonomis kalau harga minyak > diatas 60. Ada lagi yang bilang harga minimum mesti 80 atau 100 dollar > perbarrel. Hal yang serupa dengan deep water di Brazil, West Africa atau > explorasi/exploitasi di Artic. > > Yang lebih fundamental (secara fisika) adalah EROEI, energy return on energy > invested. Balik ke athabasca tar, ada yang bilang bahwa untuk ekstraksi 3 > kilojoule energy yang tersimpan dalam berapa volume liquid HC, diperlukan 1 > kjoule energy dalam bentuk gas untuk steam, bensin untuk menjalankan > excavator dan caterpillar dll. Dalam kata lain, EROEI nya hanya 3 , sangat > rendah bila dibandingkan dengan conventional oil yang rata-rata EROEI nya > sekitar 35. Tertiary production di Minas atau Duri dengan steamfloodnya juga > pasti makan energi besar yang menyebabkan EROEI nya makin menurun sampai > suatu saat batas 'rate of diminishing return' akan terlampaui dan abandonment > merupakan jalan terbaik. > > Jadi, keterbatasan (finiteness) dari migas merupakan suatu keniscayaan yang > harus kita akui bersama. There is only so much of oil in the earth to start > with...... > > > > --- On Fri, 16/3/12, Sapto Soendjojo > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> > wrote: > > From: Sapto Soendjojo > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>> > Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? > To: <mailto:[email protected]> > [email protected]<mailto:[email protected]> > Received: Friday, 16 March, 2012, 3:39 PM > > Biasanya field ada RF nya, tergantung litologi, por, perm atau > mempunyai besaran2 petrofisik masing-masing > Pada saat minyak habis atau dalam kata lain tidak bisa diambil secara > konvensional maka diupayakan dengan teknologi yang baru misalnya di > fracturing, diasam, atau yg lainnya di steam. > Jadi mungkin istilahnya habis dengan cara konvensional tapi masih bisa > diperas lagi dengan teknologi jadi sepertinya gak habis-habis > Kalau teknologi berkembang terus mungkin lapangan yg mati bisa > dihidupkan kembali dengan EOR > Kadang sumur yg sdh mengair kemudian ditinggal beberapa lama setelah > dibuka kembali eh nemu minyak lagi. > Atau nemu minyak di lapisan lain yg secara HC identitas nya minim ... > seperti low RT. > Jadi memang harus pinter-pinter cari minyaknya > > Wass > > Pada tanggal 16/03/12, Bandono Salim > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]></mc/compose?to=<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>>> > menulis: > > Aku sekolah puluhan tahun yang lalu, dibilang 20th lagi minyak indonesia > > habis. > > Sekarang juga begitu, apakah yakin? > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > > -----Original Message----- > > From: "Rahardjo S. 76" > > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]></mc/compose?to=<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>>> > > Date: Fri, 16 Mar 2012 11:09:37 > > To: <mailto:[email protected]> > > [email protected]<mailto:[email protected]></mc/compose?to=<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>><<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]></mc/compose?to=<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>>> > > Reply-To: > > <<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]></mc/compose?to=<mailto:[email protected]>[email protected]<mailto:[email protected]>>> > > Subject: [iagi-net-l] Apakah ini benar ? > > Sebentar kang Asep, > > > > Apakah A. Daryoko tahu persis dunia minyak, ini yang pertama harus > > dipertanyakan.. > > Kita hitung sederhana, dari 91 sumur petrokimia (or Petrochina nih??) apa ya > > semuanya memproduksi minyak? > > kalau mereka menghilangkan data, terus bgmn caranya, lha wong minyaknya > > (semoga ga salah) ditransfer ke Bajubang - Tempino terus dipompa ke Plaju. > > Apakah di Bajubangnya tidak ada perhitungan jumlah minyak yang masuk? > > berandai andai: Misalnya sebagian minyaknya tidak melalui Bajubang, diangkut > > dengan truk menuju Pelabuhan untuk dikapalkan, pasti akan terjadi trafik > > yang cukup sibuk krn hilir mudiknya truk pengangkut minyak, kan nyolok > > banget tuh, apa pemda Jambi akan diam saja. > > > > Satu hal lagi jumlah 1,6 juta bbls itu kapan? dan apakah tidak ada "decline > > rate" (penurunan produksi) karena hukum alam memang demikian. > > > > pada hemat saya LSM, Federasi Serikat Pekerja, dsb kadang ga sabaran melihat > > data dan lebih mengutamakan suara keras dulu.....lebih baik dihitung secara > > fair saja. > > > > Salam > > > > Rahardjo S. > > NPA 0848 > > > > > > > >>________________________________ > >>Dari: -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

