Hehehe pengalaman, mungkin saja banyak persekongkolan, hehe gayus tambunan, sangay kaya krn sekongkol dengan banyak pers minyak. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Eko Prasetyo <[email protected]> Date: Mon, 2 Apr 2012 20:37:05 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Dirjen Pajak Tak Percaya Lifting Minyak Indonesia Ngawur Kali pejabat ini. On Apr 2, 2012 8:34 PM, "Ok Taufik" <[email protected]> wrote: > > *Jakarta* - Pembentukan Kantor Pelayanan Pajak Sektor Minyak dan Gas Bumi > serta Pertambangan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) salah satunya > dikarenakan sampai hari ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany > tidak percaya produksi minyak indonesia berapa. > > “Ada yang bilang produksi minyak (lifting) 950.000 barel per hari (bph), > bahkan saat ini turun 930.000 bph, atau bahkan pada jaman Presiden Suharto > 1,4 juta bph. Jujur saya tidak percaya, pasalnya siapa yang menentukan > lifting produksi minyak kita,” kata Fuad di Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak > Besar Gambir, Senin (2/4/2012). > > Ketidakpercayaan ini sebelumnya juga didasarkan, pada saat dirinya belum > menjabat sebagai Dirjen Pajak sempat bertanya dengan Dirjen Migas. > > “Waktu itu saya belum jadi Dirjen Pajak, ketemu sama Dirjen Migas (tapi > bukan Evita Legowo), bertanya, pak siapa yang nentuin dan periksa berapa > lifting minyak kita kok bisa nentuin 1,4 juta barel atau 950 ribu barel per > hari? Nah Dirjen tersebut bilang dengan nada sedikit kesal, lah saya aja > ngak boleh periksa,” ungkap Fuad didepan para pegawai pajak. > > Apalagi Fuad sendiri yang lama di Pasar Modal, hafal benar kelakuan > perusahaan besar di sektor Migas. “Saya itu lama di Pasar Modal jadi tahu > kelakuan perusahan besar di sektor migas entah itu dia perusahaan terbuka > (tbk) atau terbatas, mereka tidak bisa dipercaya,” ujarnya. > > Fuad membayangkan kondisi dilapangan, dengan kelakuan perusahaan Migas > seperti itu, mereka tinggal bilang bahwa produksi minyaknya sekian sudah > dipercaya begitu saja. “Mereka tinggal bilang produksi kita sekian, orang > Pertamina atau BP Migas datang lihat dan percaya saja, bayangkan itu, > itukan produksi minyak kita, itu ada pendapatan pajak kita,” tambahnya. > > “Mereka bilang kita perusahaan besar Bing Four, ada yang mengawasi, ya > yang mengawasi kan pegawai mereka juga, bisa dicincai lah,” tandasnya. > > -- > Sent from my Computer® > >

