Setuju dengan Pak Avi, Ke depan mari kita benahi data2 ini untuk kebaikan negara kita. Di salah satu perusahaan yang saya tahu, bagian data management itu selain menangani data, juga menangani:: - Software karena data berkaitan dengan aplikasi yang digunakan, jadi s/w harus diarahkan, akses data melalui s/w harus diatur, lalu lintas data di jaringan harus juga di jaga. - Hardware karena s/w yang menghasilkan/menggunakan data akan running di atas platform/hardware, yang juga harus di arahkan, untuk masa depan data juga. Jangan sampai data yang dihasilkan sekarang, sebentar lagi tidak bisa dibaca lagi, karena development-nya secara h/w arsitektur sudah akan diterminate. - Training yang menyangkut support kpd user dlm pemakaian aplikasi (s/w) dan h/w, pengarahan kepada user dlm hal standarisasi, pengawasan kepada user agar standard dan prosedur diikuti sehingga data2 aman2 dan terjaga kelangsungannya dengan baik. Data2 harus bisa saling bicara dan untuk itu, kuncinya adalah standarisasi yang sudah harus disusun jauh2 untuk kepentingan ke depan. Jika hal2 tsb di atas akan diadopt di kita, maka yang diperlukan untuk menangani bagian data management, selain Geoscientist, juga orang2 dari disiplin lain, seperti misalnya Informatika. H/w dan s/w untuk GG&E yang saya lihat, tidak disatukan dengan bagian IT lainnya, karena penggunanya yang terbatas, dan keamanannya yang harus dijaga. Demikian sekedar berbagi dari saya untuk kemajuan kita bersama. Wassalam, HK
From: rakhmadi avianto <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Tuesday, April 17, 2012 4:16 PM >Subject: Re: [iagi-net-l] Data Data Data !!! > > >Mungkin ngga data malah ilang di Migas karena: > >1. Migas tidak punya storage yg kompatibel dg KPS saat terima data >2. Petugas di PND atau apa yg dulu, kurang terlatih, shg data yg mestinya >penting jadi tidak terurus. > >Pengalaman pribadi: >Pernah beli data dari PND, seismic 2D yg di dapat lain sama sekali dg data yg >ada di sekitarnya, misalnya antiklin sederhana menjadi highly faulted dsb, >memang terus di kembalikan tapi kan mestinya data Storage itu menyimpan data >yg bener. > >Th 1990-1992, saya jadi Wellsite Supervisor di jaman Mobil Oil Indonesia, yg >tugasnya antara lain menjembatani pengemablian data ini, seingat saya data >diserahkan komplit, 2D seismic post akusisi dikirim yg brute stack dan final >migration, log juga begitu, malah lengkap dg log analysisnya, nah itu Mobil >Oil, saya kira kompeni yg lain juga begitu. > >Kedepan: >Ga usah pointing finger, mari kita benahi masalah data ini > >KLISE koq Malaysia bisa, Indonesia kok ngga? > >Ayo bertindak sesuai dg kemampuan masing masing > >Salam >Avi 0666 >Merdeka ..... ups belum ya? > > >2012/4/17 Parvita Siregar <[email protected]> > >Mas Andang, >> >>Wah, kami di Salamander juga mengalami hal yang sama. Previous operator >>(Unocal) sepertinya mengembalikan lognya hanya sampai 12 ¼” sedangkan yang 8 >>½” tidak ada. Checkshot tidak ada, mudlog tidak ada. Sedangkan seharusnya >>tugas Migas via PND dibantu oleh BPMIGAS (yang juga pas close out AFE meminta >>data lengkap hasil log) untuk melengkapi kekurangan2 ini. Saya juga tidak >>mengerti bagaimana sistem controlnya, seharusnya BPMIGAS pas pengembalian >>data mengecek data2 yang dikembalikan karena mereka kan mengawasi dan tahu >>log2 apa saja yang diacquire. Saya menilai bahwa kinerja dalam hal data >>masih sangat menyedihkan di negara ini. Sorry to say. Moga2 kritik ini bisa >>jadi cambuk MIGAS untuk lebih ketat terhadap oil2 compnany dalam meminta >>kembali data yang menjadi hak negara. >> >>Parvita >>Salamander Energy >> >> >> >>From:Andang Bachtiar [mailto:[email protected]] >>Sent: Tuesday, April 10, 2012 2:57 PM >>To: [email protected] >>Subject: [iagi-net-l] Data Data Data !!! >> >>Baru saja mendengarkan keluhan dari CEO satu perusahaan KKKS yg mendapatkan >>award blok dr pemerintah 2 tahun lalu yg di dalamnya harusnya ada data 10 >>sumur eksplorasi, beberapa ribu km seismik 2D dan 3D, dan banyak sekali >>laporan2 studi. Ternyata hanya data 7 sumur yg ada, itupun ada data log-nya >>yang dipotong di zone yg di-DST. Kemudian sebagian data seismik 3D-nya nggak >>terlacak entah di mana. Belum lagi puluhan laporan akuisisi dan studi2 yg >>hanya tinggal beberapa biji. Padahal blok tersebut baru saja dikembalikan ke >>pemerintah 3 tahun yg lalu. Kalau ingin mendapatkan data2 lengkapnya kayaknya >>mrk harus beli lagi resmi di PND ataupun di pasar2 gelap dalam dan luar >>negeri. Apa yg sebenarnya terjadi? Dimana kewibawaan peraturan dan sanksi ttg >>data2 migas yg selalu digembar-gemborkan "suci"? Lha wong kontraktor >>mengembalikan data gak lengkap atau terpotong2 aja nggak ada aksi; atau >>mungkin justru “penggelapan”-nya terjadi setelah data kembali? Ayolah, kita mulai serius dan tegas dari data ini!!! Bagaimana mungkin bermimpi dapat temuan cadangan2 raksasa lagi kalau ngurusi data saja pemerintah berantakan dan sama sekali nggak ada sanksi atas keteledoran2 semacam ini!??? >> >>Salam >>ADB - 0800 > > >

