> Rekan2 semua, semoga daftar keluhan2 terkait berantakannya manajemen data 
> migas negara kita, ada baiknya IAGI dlm kapasitasnya sbg wadah (saya tdk 
> memilih kata wakil krn lbh berat tgjwbnya nanti :-) dari para ahli kebumian 
> dihimbau utk bergerak megumpulkan data pembanding dari sisi PND, Pusdatin, 
> Migas dan BPMIGAS tntg mengapa semua ini bisa terjadi sejak dulu? Apa betul 
> semua yg dituduhkan para users ini melulu krn ketidakmampuan mereka 100%? 
> 
> Insyaa Allah dgn "bullet points" yg seimbang dari dua pihak difasilitasi IAGI 
> maka bisa merumuskan solusi jitu bagi perbaikan ke depan.
> 
> Mari kita budayakan Town Hall discussion yg diprasaranai oleh milis iaginet 
> ini dgn tepat guna demi kepentingan bersama.
> 
> Jangan sampai teman2 IAGI lebih sibuk berdeklarasi dan membentuk organisasi 
> baru spt ISPG tetapi tidak sigap menjembatani masalah2 mendesak spt ini.  
> Mudah2an dgn adanya ISPG kelak bisa memberikan banyak solusi bagi bangsa 
> spesifik di bidang migas, namun sambil IAGI pun terus berkarya mencermati 
> kebutuhan2 prioritas.
> 
> Kita tunggu sarasehan data manajemennya IAGI nih Cak Ipul!! 
> 
> Salam...
> 
> Sent from my iPhone
> 
> On 18 Apr 2012, at 03:25, "Ong Han Ling" <[email protected]> wrote:
> 
>> Resend
>> 
>>  
>> 
>> From: HL Ong [mailto:[email protected]] 
>> Sent: Wednesday, April 18, 2012 9:15 AM
>> To: '[email protected]'
>> Subject: RE: [iagi-net-l] Data Data Data !!!
>> 
>>  
>> 
>> Rekan-rekan IAGI,
>> 
>>  
>> 
>> Memang data merupakan sumber dari semua kegiatan kita sebagai geoscientists.
>> 
>>  
>> 
>> Penyebab utama adalah karena sistim monopoli pengolahan data Indonesia yang 
>> diberikan kepada satu perusahaan. Lihat saja pompa bensin Pertamina yang 
>> sekarang bersih dan efisien karena adanya competition dari Shell, Total, 
>> Petronas, dsb. Lihat bandara Internasional Soekarno-Hatta pintu gerbang 
>> Negara, dimonopoli oleh perusahaan Negara, Angkasa Pura, kacau dan kumuh.
>> 
>>  
>> 
>> Penyebab kedua adalah sistim tender data dan core storage setiap 1-2 tahun 
>> menyebabkan potensi kehilangan data dan kerusakan core pada waktu 
>> pengangkutan ke perusahaan pemenang. 
>> 
>>  
>> 
>> Maaf jika tidak berkenan.
>> 
>>  
>> 
>> HL Ong  
>> 
>>  
>> 
>>  
>> 
>>  
>> 
>> From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] 
>> Sent: Wednesday, April 18, 2012 6:14 AM
>> To: Iagi
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Data Data Data !!!
>> 
>>  
>> 
>> Apakah data yang diolah dengan sw jadul tidak dpt di ubah, sehingga dpt 
>> dibaca dgn sw yang baru?
>> 
>> Pertanyaan tadi muncul, sungguh sangat disesalkan bila data itu tidak 
>> berguna krn tidak terbaca lagi. 
>> 
>> Apakah tidak ada "penerjemah" yang dapat mengubah "bahasa" yang berlaku dulu 
>> ke bahasa sekarang, yang umum dipakai?
>> 
>> Salam.
>> 
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> 
>> From: Harry Kusna <[email protected]>
>> 
>> Date: Tue, 17 Apr 2012 10:02:24 -0700 (PDT)
>> 
>> To: [email protected]<[email protected]>
>> 
>> ReplyTo: <[email protected]>
>> 
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Data Data Data !!!
>> 
>>  
>> 
>> Setuju dengan Pak Avi,
>> 
>> Ke depan mari kita benahi data2 ini untuk kebaikan negara kita.
>> 
>>  
>> 
>> Di salah satu perusahaan yang saya tahu, bagian data management itu selain 
>> menangani data, juga menangani::
>> 
>> -  Software karena data berkaitan dengan aplikasi yang digunakan, jadi s/w 
>> harus diarahkan, akses data melalui s/w harus diatur, lalu lintas data di 
>> jaringan harus juga di jaga. 
>> 
>> -  Hardware karena s/w yang menghasilkan/menggunakan data akan running di 
>> atas platform/hardware, yang juga harus di arahkan, untuk masa depan data 
>> juga.  Jangan sampai data yang dihasilkan sekarang, sebentar lagi tidak bisa 
>> dibaca lagi, karena development-nya secara h/w arsitektur sudah akan 
>> diterminate. 
>> 
>> -  Training yang menyangkut support kpd user dlm pemakaian aplikasi (s/w) 
>> dan h/w, pengarahan kepada user dlm hal standarisasi, pengawasan kepada user 
>> agar standard dan prosedur diikuti sehingga data2 aman2 dan terjaga 
>> kelangsungannya dengan baik.  Data2 harus bisa saling bicara dan untuk itu, 
>> kuncinya adalah standarisasi yang sudah harus disusun jauh2 untuk 
>> kepentingan ke depan.
>> 
>>  
>> 
>> Jika hal2 tsb di atas akan diadopt di kita, maka yang diperlukan untuk 
>> menangani bagian data management,  selain Geoscientist,  juga orang2 dari 
>> disiplin lain, seperti misalnya Informatika.   
>> 
>> H/w dan s/w untuk GG&E yang saya lihat, tidak disatukan dengan bagian IT 
>> lainnya, karena penggunanya yang terbatas, dan keamanannya yang harus
>> 
>> dijaga. 
>> 
>>  
>> 
>> Demikian sekedar berbagi dari saya  untuk kemajuan kita bersama.
>> 
>>  
>> 
>> Wassalam,
>> 
>> HK
>> 
>>  
>> 
>> From: rakhmadi avianto <[email protected]>
>> To: [email protected] 
>> Sent: Tuesday, April 17, 2012 4:16 PM
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Data Data Data !!!
>> 
>>  
>> 
>> Mungkin ngga data malah ilang di Migas karena:
>> 
>> 1. Migas tidak punya storage yg kompatibel dg KPS saat terima data
>> 2. Petugas di PND atau apa yg dulu, kurang terlatih, shg data yg mestinya 
>> penting jadi tidak terurus.
>> 
>> Pengalaman pribadi: 
>> Pernah beli data dari PND, seismic 2D yg di dapat lain sama sekali dg data 
>> yg ada di sekitarnya, misalnya antiklin sederhana menjadi highly faulted 
>> dsb, memang terus di kembalikan tapi kan mestinya data Storage itu menyimpan 
>> data yg bener.
>> 
>> Th 1990-1992, saya jadi Wellsite Supervisor di jaman Mobil Oil Indonesia, yg 
>> tugasnya antara lain menjembatani pengemablian data ini, seingat saya data 
>> diserahkan komplit, 2D seismic post akusisi dikirim yg brute stack dan final 
>> migration, log juga begitu, malah lengkap dg log analysisnya, nah itu Mobil 
>> Oil, saya kira kompeni yg lain juga begitu.
>> 
>> Kedepan:
>> Ga usah pointing finger, mari kita benahi masalah data ini
>> 
>> KLISE koq Malaysia bisa, Indonesia kok ngga?
>> 
>> Ayo bertindak sesuai dg kemampuan masing masing
>> 
>> Salam
>> Avi 0666
>> Merdeka ..... ups belum ya?
>> 
>> 2012/4/17 Parvita Siregar <[email protected]>
>> 
>> Mas Andang,
>> 
>>  
>> 
>> Wah, kami di Salamander juga mengalami hal yang sama.  Previous operator 
>> (Unocal) sepertinya mengembalikan lognya hanya sampai 12 ¼” sedangkan yang 8 
>> ½” tidak ada.  Checkshot tidak ada, mudlog tidak ada.  Sedangkan seharusnya 
>> tugas Migas via PND dibantu oleh BPMIGAS (yang juga pas close out AFE 
>> meminta data lengkap hasil log) untuk melengkapi kekurangan2 ini.  Saya juga 
>> tidak mengerti bagaimana sistem controlnya, seharusnya BPMIGAS pas 
>> pengembalian data mengecek data2 yang dikembalikan karena mereka kan 
>> mengawasi dan tahu log2 apa saja yang diacquire.  Saya menilai bahwa kinerja 
>> dalam hal data masih sangat menyedihkan di negara ini.  Sorry to say.  Moga2 
>> kritik ini bisa jadi cambuk MIGAS untuk lebih ketat terhadap oil2 compnany 
>> dalam meminta kembali data yang menjadi hak negara.
>> 
>>  
>> 
>> Parvita
>> 
>> Salamander Energy
>> 
>>  
>> 
>>  
>> 
>>  
>> 
>> From: Andang Bachtiar [mailto:[email protected]] 
>> Sent: Tuesday, April 10, 2012 2:57 PM
>> To: [email protected]
>> Subject: [iagi-net-l] Data Data Data !!!
>> 
>>  
>> 
>> Baru saja mendengarkan keluhan dari CEO satu perusahaan KKKS yg mendapatkan 
>> award blok dr pemerintah 2 tahun lalu yg di dalamnya harusnya ada data 10 
>> sumur eksplorasi, beberapa ribu km seismik 2D dan 3D, dan banyak sekali 
>> laporan2 studi. Ternyata hanya data 7 sumur yg ada, itupun ada data log-nya 
>> yang dipotong di zone yg di-DST. Kemudian sebagian data seismik 3D-nya nggak 
>> terlacak entah di mana. Belum lagi puluhan laporan akuisisi dan studi2 yg 
>> hanya tinggal beberapa biji. Padahal blok tersebut baru saja dikembalikan ke 
>> pemerintah 3 tahun yg lalu. Kalau ingin mendapatkan data2 lengkapnya 
>> kayaknya mrk harus beli lagi resmi di PND ataupun di pasar2 gelap dalam dan 
>> luar negeri. Apa yg sebenarnya terjadi? Dimana kewibawaan peraturan dan 
>> sanksi ttg data2 migas yg selalu digembar-gemborkan "suci"? Lha wong 
>> kontraktor mengembalikan data gak lengkap atau terpotong2 aja nggak ada 
>> aksi; atau mungkin justru “penggelapan”-nya terjadi setelah data kembali? 
>> Ayolah, kita mulai serius dan tegas dari data ini!!! Bagaimana mungkin 
>> bermimpi dapat temuan cadangan2 raksasa lagi kalau ngurusi data saja 
>> pemerintah berantakan dan sama sekali nggak ada sanksi atas keteledoran2 
>> semacam ini!???
>> 
>>  
>> 
>> Salam
>> 
>> ADB - 0800
>> 
>>  
>> 
>>  

Kirim email ke