Pak Noor, sedikit klarifikasi mengenai data yang dimaksud oleh Pakdhe Rovicky. Data 3D yang dicrop adalah data dari area yg memang tidak termasuk area yang direlinquiish. Dengan demikian data tersebut memang belum pernah diserahkan kepada pemerintah. Memang benar data 3D yg dimaksud sudah berusia di atas 6 tahun sehingga by regulation sudah berstatus data terbuka.
Terima kasih. YM Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: noor syarifuddin <[email protected]> Date: Wed, 18 Apr 2012 05:06:06 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Data Data Data !!! kalao si Cempli menghindar ya menurut saya logis.....asumsinya khan dia sudah nggak pegang data karena bloknya sudah dilepas....secara legal dia harus menyerahkan data ke pemerintah, jadi kalau serah terima itu sudah terjadi ya dia secara legal nggak punya hak lagi...:-) 3Dnya di-crop? lha kok yang menerima mau....mestinya khan ada proses cek dan ricek waktu serah terima data....nah kalau sudah diserahkan ya bukan tanggung jawab perusahaan lagi.... mirip di bank: hitunglah uang di depan kasir, di laur itu bukan tanggung jawab bank lagi... salam, --- On Wed, 4/18/12, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote: From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Data Data Data !!! To: [email protected] Date: Wednesday, April 18, 2012, 6:18 AM 2012/4/18 rakhmadi avianto <[email protected]> Yg jelas KPS sekelas Chevron, CPI, Vico, Mobil, ExxonMobil dll ngga mungkin melakukan penyunatan data Kalau aku duga masalahnya ada di PND, banyak data yg tidak tersimpan dengan baik, Navigasi dan Koordinat sumur bisa tidak benar gimana ini. Kenapa KPS sekelas itu ngga mungkin ? Beberapa waktu lalu, maksudnya sekitar 15 tahun lalu. Saya bekerja di Cekungan Sumatera Tengah mencari data sumur dibor oleh cemplon (dulu namanya CemPli) sulit sekali. Sumur itu di bor tahun 60-70 an. Memang UU atau peraturan soal data saat itu belum ada, ya kita minta lewat BPPKA, dan diteruskan ke CemPli. Waktu itu sudah lebih dari 10 tahun sejak dibor tentunya, tapi juga sulitnya 'minta maaf' (maksudnya sulitnya minta ampun). karena setiap diminta selalu bilang maaf belum sempat ... doh.Saya akhirnya mendapatkan sedikit informasi justru ketika ada kerja bersama saat penulisan buku cekungan2 Indonesia yg diprakarsai Pertamina. Saya hanya ngasih satu contoh saja bahwa ketlingsutnya data bisa dimana saja. Yang baru-baru ini ketika mau beli data di PND juga ternyata sebuah 3D seismic yg sudah lebih dari 5 tahunpun oleh kumpeni tetangga dicrop, doh ! Ga jadi beli deh. Padahal sesuai aturan mestinya sudah boleh diakses oleh kumpeni lain. Secara bisnis memang bisa dimengerti karena mereka (KPS-KPS) ini saling berkompesisi, walau sering berkolaborasi joint mengerjakan blok yg sama. Tetapi pada waktu awal tawar-menawar salah satu kunci (data) sering saling disembunyikan. pripun niki ? RDP

