Jaman Soekarno, Ibu kota Negara RI ada rencana akan dipindah ke Palangkaraya,
Kalimantan.
BK.
--- On Wed, 4/25/12, Ipong <[email protected]> wrote:
From: Ipong <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
To: "<[email protected]>" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Wednesday, April 25, 2012, 3:47 AM
Mas Vicky, cakep usulannya.Sepertinya mas Vicky, mas Aris sama mas Agus
terinspirasi dari pengalaman pribadi ketika pulang / mudik lebaran terbuang
dari jalur pantura ke jalan2 alternatif daerah Subang - Majalengka ya? Ternyata
indah juga ya daerahnya...:-)
BTW alangkah baiknya bila jalur Jasinga - Bojongmanik - Pelabuhan Ratu pun
diusulkan menjadi daerah penyangga ibukota sekaligus membuka akses jalur
ekonomi wisata dan komoditi tambang (terutama bhn galian C utk industri,
ternak, dan pertanian. Jalur ini sangat subur dan indah namun memang memiliki
medan yg sangat sulit dan longsor tetapi relatif berjarak pendek utk
dikembangkan. Bayangkan akses Pel Ratu atau selatan Jawa Barat dan Sumatra pun
menjadi jauh lebih efisien insyaa Allah.
Pepatah Go West (of Jakarta) bisa menjadi alternatif daerah penyangga juga.
Supaya teman2 IAGI yg mudik ke Sumatra bisa menikmati pemandangan pegunungan
juga :-)
Salam
Sent from my iPhone
On 25 Apr 2012, at 03:35, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:
Pak Yanto, dkk
Usulan ini muncul diantara BOARD IAGI, terutama Mas Aris dan AGus Hend yang
sudah melangkah melihat perkembangan perkotaan terutama kota pantai. Mas Aris
come-up dengan ide untuk melebarkan sayap ekonomi Jakarta-Bandung, bukan
memindahkan ibukota. Tetapi mengembangkan pemerataan sentra ekonomi.
Kalau diskusinya sendiri cukup lama (seru) dengan Pak Agus Hendratno dan Aris.
Hal ini dipicu oleh peringatan hari bumi dimana issue yang diluncurkan oleh UN
adalah perkembangan kota serta meledaknya jumlah penduduk dunia. Nah ide ini
muncul apakah seperti menambah jalur tol seperti melihat bagaimana Bandung
berkembang, juga kita tahu Majalengka pernah direncakan memiliki Airport
Internas tetapi gagal (ntah kenapa), juga selama ini masih konsentrasi Cirebon,
Nah, kenapa tidak ke selatan sedikit, dan ternyata Majalengka memiliki jumlah
penduduk yang relatif sedikit.
Memang disadari ada risiko kegempaan Patahan Baribis, tapi ini juga belum
diteliti secara detil. Hanya sederhana saja melihat Majalengka ini tanahnya
keras, sehingga kemungkinan besar percepatan tanahnya tidak sebensar kota
pantai yang merupakan daerah sedimen lunak yang memperkuat goyangan gempa.
Tentunya ini masih sentlan IAGI untuk mulai melihat perkembangan kota itu bukan
hanya kota pantai, dan bukan kota yang "sudah" padat dan maju. tetapi melihat
kedepan yang masih "doable", masih memungkinkan dikembangkan dalam jangan
kira-kira 2030-2050.
Demikian penjelasan singkat bagaimana munculnya Press Release IAGI kemarin ini.
Sayangnya IAGI tidak (belum) sempat melakukan Press Conference, mungkin nanti
sekalian bersama-sama dengan peluncuran ISPG, menjelang konvensi IPA (mungkin).
Salam
RDP
2012/4/25 Yanto R. Sumantri <[email protected]>
Vick
Sangat menarik bahwa IAGI mampu mengusulkan usulan yang sangat stregis ini..
Ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan :
1. Apakah ini usulan IAGI atau pendapat pribadi Anda ?
2. Apakah ada studi yang cukup komprehensif yang mendukung usulan ini ?Apakah
para anggota dapat mengakses studi /laporan ini ?
Terima kasih atas pencerahannya.
si Abah.
From: Dandy Hidayat <[email protected]>
To: iagi <[email protected]>
Sent: Tuesday, April 24, 2012 7:18 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
Usulan Brilian ..
Semoga ada perhatian dari pengambil kebijakan
Salam
Dandy
From: [email protected]
To: [email protected]
Date: Mon, 23 Apr 2012 17:42:02 +0700
Subject: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
IAGI Usulkan Majalengka Jadi Sentra Pertumbuhan
Jakarta, 23 April 2012.
Jakarta - Kepadatan penduduk di wilayah Jabotabek sudah terlampau tinggi,
Sehingga kebutuhan terhadap air bersih makin sulit dipenuhi. Untuk itu perlu
dicari daerah yang bisa menjadi sentra pemukiman dan pertumbuhan baru. Salah
satu daerah yang secara tatageolgi memungkinkan adalah Mejalengka.‘’
Majalengka kami usulkan jadi sentra pertumbuhan karena dilihat dari geologi
tata lingkungan merupakan wilayah yang cocok untuk menjadi pusat pertumbuhan,’’
kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari di Jakarta,
Senin 22 April 2012.
Dari sisi kajian geologis, daya dukung wilayah Majalengka positif. Ketersediaan
air bersih misalnya, tidak perlu dikhawatirkan. Resiko banjir minimal. Intrusi
air laut sebagaimana Jakarta dan kota di pesisir utara, Tidakakan. Majalengka
juga relatif steril dari kemungkinan amblesan tanah.‘’Semua aspek sensitif
perkotaan yang terkait dengan aspek kebumian, relative aman di Majelengka,’’
ujar Rovicky.
Dari sisi ekonomi, Majalengka masih cukup dekat dengan Jakarta, sehingga
lalulintas ekonomi dengan pusat ekonomi di Jakarta masih dalam jangkauan yang
layak. Jarak Majalengka -Jakarta yang 250 km bisa dihubungkan dengan jalur
kereta api dan juga jalur tol, sehingga hanya butuh waktu 2,5 jam perjalanan.
Fasilitas bandara dapat dibangun di dekat kota mandiri tersebut, untuk
mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta, Infrastruktur di bagian selatan Jawa
Barat akan memicu potensi geowisata dengan keindahan pantai laut selatan, The
Great Southern Ocean Road.
Selain daerah seputar Majalengka, IAGI melihat beban pemukiman pada sedimen
kuarter (sedimenmuda/lunak) di bagianutara Pulau Jawa sudah dalam kondisi
rentan, oleh sebab itu IAGI mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar mulai
membuka pengembangan daerah di bagian selatan pulau Jawa, utamanya Jawa Barat
bagian selatan dan JawaTimur bagian selatan.
‘’Pemerintah seyogyanya meningkatkan infrastruktur yang lebih baik, sehingga
pertumbuhan di bagian selatan pulau Jawa dapat terpacu. Infrstruktur yang baik
juga akan memudahkan sistem evakuasi jika terjadi bencana,’’ kata Rovicky.
Menurut Rovicky, planet bumi akan mengalami tekanan ledakan penduduk yang luar
biasa pada wilayah wilayah pertumbuhan. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah
mengingatkan bahwa nanti tahun 2050 penduduk Indonesia meningkat 38 persen dari
total populasi sekarang. Penduduk penduduk perkotaan di Indonesia ini akan
bertambah 92 juta jiwa pada 2050. Pada saat yang sama, kebutuhan air bersih
terus meningkat karena ledakan penduduk.
Indonesia mempunyai pusat pertumbuhan sebagian besar adalah daerah kota pantai
dan pesisir yang sebagian bertumpu pada sedimen sedimen kuarter. Lihat Banda
Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jakarta, Cirebon, Tegal,
Semarang, Surabaya, Makasar, Manado, Ambon, Jayapura, Kupang, Samarinda,
Kendari.
‘’Dilihat dari kacamata geologi khususnya geohidrologi, kota-kota tersebut
rawan akan ketersediaan air bersih buat masyartakat.
’’Pengembangan sentra pertumbuhan ekonomi baru sudah semestinya memperhatikan
aspek-aspek kegeologikan termasuk didalamnya pemanfaatan sumberdaya alam,
mitigasi, dan konservasi pemeliharaan daya dukung lahannya.
Terkait dengan masalah ini, IAGI bekerjasama dengan Pusatstudi kebumian,
Bencana dan perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya dan Dinas Energi Sumberdaya
Mineral ProvinsiJawaTimur (ESDM) telahmengadakan acara Workshop dengan tema
“Selamatkan Air Sekarang”, padahari ini ( Senin 23 April 2012) di ITS`Surabaya.
Seminar ini diisi oleh Prof Dr Lambok M Hutasoit ( ahli geohidrologi ITB ).
Press release ini dibuat sehubungan dengan peringatan Hari Bumi 22 April 2012
Ikatan Ahli Geologi Indonesia
Presiden / Ketua Umum
TTD
Rovicky Dwi Putrohari
Mobile phone : 08159120363
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim
abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28
Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To
subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not
directly related to Geology, users are advised to post the email to:
[email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota
ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas
nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2:
http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"