Palangkaraya gak siap kali ya,
masih bagus Balikpapan :)

On Fri, Apr 27, 2012 at 9:30 AM, Bandono Salim <[email protected]> wrote:

> **
> Hehehe nencontoh amrik juga gitu. Washington ibukota, newyork dagang.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Date: *Fri, 27 Apr 2012 01:10:20 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
>
> Dear Alls, sharing saja,oleh2 dulu waktu ngobrol dgn kedubes Indonesia di
> Afsel, Afsel menetapkan tiga kota utama dgn basis JPC : Legislatif
> (Johannesburg), Yudicatif (Pretoria) Johannesberg ke pretotia rasanya 2 jam
> by car, Comersial(Capetown), johannesburg-captown 3 hours by plane.
> Tentunya dgn alasannya potensi alam nya masing2 dll ......nah JBC
> (Jakarta-Bandung-Cirebon)....mungkin kalau bisa JPC
> jakarta-palangkaraya-cirebon !! ....utk pemerataan, ibu kota di tengah NKRI
> ,(katanya....potensi gempanya rendah ya?? Semoga.!! Wass.APW
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Bambang Kartika <[email protected]>
> *Date: *Wed, 25 Apr 2012 11:52:29 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Cc: *[email protected]<[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
>
>
>
>
> Jaman Soekarno, Ibu kota Negara RI ada rencana akan dipindah ke
> Palangkaraya, Kalimantan.
> BK.
>
>
>
> --- On *Wed, 4/25/12, Ipong <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Ipong <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
> To: "<[email protected]>" <[email protected]>
> Cc: "[email protected]" <[email protected]>
> Date: Wednesday, April 25, 2012, 3:47 AM
>
> Mas Vicky, cakep usulannya.
> Sepertinya mas Vicky, mas Aris sama mas Agus terinspirasi dari pengalaman
> pribadi ketika pulang / mudik lebaran terbuang dari jalur pantura ke jalan2
> alternatif daerah Subang - Majalengka ya? Ternyata indah juga ya
> daerahnya...:-)
>
> BTW alangkah baiknya bila jalur Jasinga - Bojongmanik - Pelabuhan Ratu pun
> diusulkan menjadi daerah penyangga ibukota sekaligus membuka akses jalur
> ekonomi wisata dan komoditi tambang (terutama bhn galian C utk industri,
> ternak, dan pertanian.  Jalur ini sangat subur dan indah namun memang
> memiliki medan yg sangat sulit dan longsor tetapi relatif berjarak pendek
> utk dikembangkan. Bayangkan akses Pel Ratu atau selatan Jawa Barat dan
> Sumatra pun menjadi jauh lebih efisien insyaa Allah.
>
> Pepatah Go West (of Jakarta) bisa menjadi alternatif daerah penyangga
> juga. Supaya teman2 IAGI yg mudik ke Sumatra bisa menikmati pemandangan
> pegunungan juga :-)
>
> Salam
>
> Sent from my iPhone
>
> On 25 Apr 2012, at 03:35, Rovicky Dwi Putrohari 
> <[email protected]<http://mc/[email protected]>>
> wrote:
>
> Pak Yanto, dkk
>
> Usulan ini muncul diantara BOARD IAGI, terutama Mas Aris dan AGus Hend
> yang sudah melangkah melihat perkembangan perkotaan terutama kota pantai.
> Mas Aris come-up dengan ide untuk melebarkan sayap ekonomi Jakarta-Bandung,
> bukan memindahkan ibukota. Tetapi mengembangkan pemerataan sentra ekonomi.
> Kalau diskusinya sendiri cukup lama (seru) dengan Pak Agus Hendratno dan
> Aris. Hal ini dipicu oleh peringatan hari bumi dimana issue yang
> diluncurkan oleh UN adalah perkembangan kota serta meledaknya jumlah
> penduduk dunia. Nah ide ini muncul apakah seperti menambah jalur tol
> seperti melihat bagaimana Bandung berkembang, juga kita tahu Majalengka
> pernah direncakan memiliki Airport Internas tetapi gagal (ntah kenapa),
> juga selama ini masih konsentrasi Cirebon, Nah, kenapa tidak ke selatan
> sedikit, dan ternyata Majalengka memiliki jumlah penduduk yang relatif
> sedikit.
> Memang disadari ada risiko kegempaan Patahan Baribis, tapi ini juga belum
> diteliti secara detil. Hanya sederhana saja melihat Majalengka ini tanahnya
> keras, sehingga kemungkinan besar percepatan tanahnya tidak sebensar kota
> pantai yang merupakan daerah sedimen lunak yang memperkuat goyangan gempa.
>
> Tentunya ini masih sentlan IAGI untuk mulai melihat perkembangan kota itu
> bukan hanya kota pantai, dan bukan kota yang "sudah" padat dan maju. tetapi
> melihat kedepan yang masih "doable", masih memungkinkan dikembangkan dalam
> jangan kira-kira 2030-2050.
>
> Demikian penjelasan singkat bagaimana munculnya Press Release IAGI kemarin
> ini. Sayangnya IAGI tidak (belum) sempat melakukan Press Conference,
> mungkin nanti sekalian bersama-sama dengan peluncuran ISPG, menjelang
> konvensi IPA (mungkin).
>
> Salam
>
> RDP
> 2012/4/25 Yanto R. Sumantri < <http://mc/[email protected]>
> [email protected] <http://mc/[email protected]>>
>
>  Vick
>
> Sangat menarik bahwa IAGI mampu mengusulkan usulan yang sangat stregis
> ini..
> Ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan :
> 1. Apakah ini usulan IAGI atau pendapat pribadi Anda ?
> 2. Apakah ada studi yang cukup komprehensif yang mendukung usulan ini
> ?Apakah para anggota dapat mengakses studi /laporan ini ?
>  Terima kasih atas pencerahannya.
>
> si Abah.
>   ------------------------------
> *From:* Dandy Hidayat < <http://mc/[email protected]>
> [email protected] <http://mc/[email protected]>>
> *To:* iagi < 
> <http://mc/[email protected]>[email protected]<http://mc/[email protected]>>
>
> *Sent:* Tuesday, April 24, 2012 7:18 AM
> *Subject:* RE: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
>
>  Usulan Brilian ..
>
> Semoga ada perhatian dari pengambil kebijakan
>
> Salam
>
> Dandy
>
>  ------------------------------
> From: 
> <http://mc/[email protected]>[email protected]<http://mc/[email protected]>
> To: 
> <http://mc/[email protected]>[email protected]<http://mc/[email protected]>
> Date: Mon, 23 Apr 2012 17:42:02 +0700
> Subject: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
>
>  * *
> *IAGI Usulkan Majalengka Jadi Sentra Pertumbuhan*
> * *
> *Jakarta, 23 April 2012**.*
> * *
> Jakarta - Kepadatan penduduk di wilayah Jabotabek sudah terlampau tinggi,
> Sehingga kebutuhan terhadap air bersih makin sulit dipenuhi. Untuk itu
> perlu dicari daerah yang bisa menjadi sentra pemukiman dan pertumbuhan
> baru. Salah satu daerah yang secara tatageolgi memungkinkan adalah
> Mejalengka.‘’
>
> Majalengka kami usulkan jadi sentra pertumbuhan karena dilihat dari
> geologi tata lingkungan merupakan wilayah yang cocok untuk menjadi pusat
> pertumbuhan,’’ kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi
> Putrohari di Jakarta, Senin 22 April 2012.
>
> Dari sisi kajian geologis, daya dukung wilayah Majalengka positif.
> Ketersediaan air bersih misalnya, tidak perlu dikhawatirkan. Resiko banjir
> minimal. Intrusi air laut sebagaimana Jakarta dan kota di pesisir utara,
> Tidakakan. Majalengka juga relatif steril dari kemungkinan amblesan
> tanah.‘’Semua aspek sensitif perkotaan yang terkait dengan aspek kebumian,
> relative aman di Majelengka,’’ ujar Rovicky.
>
> Dari sisi ekonomi, Majalengka masih cukup dekat dengan Jakarta, sehingga
> lalulintas ekonomi dengan pusat ekonomi di Jakarta masih dalam jangkauan
> yang layak. Jarak Majalengka -Jakarta yang 250 km bisa dihubungkan dengan
> jalur kereta api dan juga jalur tol,  sehingga hanya butuh waktu 2,5 jam
> perjalanan. Fasilitas bandara dapat dibangun di dekat kota mandiri
> tersebut, untuk mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta, Infrastruktur di
> bagian selatan Jawa Barat akan memicu potensi geowisata dengan keindahan
> pantai laut selatan, *The Great Southern Ocean Road*.
>
> Selain daerah seputar Majalengka,  IAGI melihat beban pemukiman pada
> sedimen kuarter (sedimenmuda/lunak) di bagianutara Pulau Jawa sudah dalam
> kondisi rentan, oleh sebab itu IAGI mendesak Pemerintah Republik Indonesia
> agar mulai membuka pengembangan daerah di bagian selatan pulau Jawa,
> utamanya Jawa Barat bagian selatan dan JawaTimur bagian selatan.
>
> ‘’Pemerintah seyogyanya meningkatkan infrastruktur yang lebih baik,
> sehingga pertumbuhan di bagian selatan pulau Jawa dapat terpacu.
> Infrstruktur yang baik juga akan memudahkan sistem evakuasi jika terjadi
> bencana,’’ kata Rovicky.
>
> Menurut Rovicky, planet bumi akan mengalami tekanan ledakan penduduk yang
> luar biasa pada wilayah wilayah pertumbuhan. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
> sudah mengingatkan bahwa nanti tahun 2050 penduduk Indonesia meningkat 38
> persen dari total populasi sekarang. Penduduk penduduk perkotaan di
> Indonesia ini akan bertambah 92 juta jiwa pada 2050. Pada saat yang sama,
> kebutuhan air bersih terus meningkat karena ledakan penduduk.
>
> Indonesia mempunyai pusat pertumbuhan sebagian besar adalah daerah kota
> pantai dan pesisir yang sebagian bertumpu pada sedimen sedimen kuarter.
> Lihat Banda Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jakarta,
> Cirebon, Tegal, Semarang, Surabaya, Makasar, Manado, Ambon, Jayapura,
> Kupang, Samarinda, Kendari.
>
> ‘’Dilihat dari kacamata geologi khususnya geohidrologi, kota-kota tersebut
> rawan akan ketersediaan air bersih buat masyartakat.
>
> ’’Pengembangan sentra pertumbuhan ekonomi baru sudah semestinya
> memperhatikan aspek-aspek kegeologikan termasuk didalamnya pemanfaatan
> sumberdaya alam, mitigasi, dan konservasi pemeliharaan daya dukung
> lahannya.
> Terkait dengan masalah ini, IAGI bekerjasama dengan Pusatstudi kebumian,
> Bencana dan perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya dan Dinas Energi Sumberdaya
> Mineral ProvinsiJawaTimur (ESDM) telahmengadakan acara Workshop dengan tema
> “Selamatkan Air Sekarang”, padahari ini ( Senin 23 April 2012) di
> ITS`Surabaya.
> Seminar ini diisi oleh Prof Dr Lambok M Hutasoit ( ahli geohidrologi ITB ).
>
>  Press release ini dibuat sehubungan dengan peringatan Hari Bumi 22 April
> 2012
>
> Ikatan Ahli Geologi Indonesia
> Presiden / Ketua Umum
> TTD
> Rovicky Dwi Putrohari
> Mobile phone : 08159120363
> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, 
> rovicky[at]<http://gmail.com/>
> gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at] 
> <http://ymail.com/>ymail.com--------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim
> abstrak ke email: pit.iagi.2012[at] <http://gmail.com/>gmail.com. Batas
> akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To
> subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not
> directly related to Geology, users are advised to post the email to:
> <http://mc/[email protected]>[email protected]<http://mc/[email protected]>Visit
>  IAGI Website:
> <http://iagi.or.id/>http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan
> ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama:
> Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No.
> Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1:
> <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/>
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2:
> <http://groups.yahoo.com/group/iagi>http://groups.yahoo.com/group/iagi---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
> --
> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*
>
>


-- 
Visit http://www.strivearth.com and be entertained

Kirim email ke