Kalau rejim peraturannya dibuat sederhana sih kayaknya bisa cepat berkembang. Soal keahlian tidak terlalu sulit.
Sayang sekali di negri ini utk mau liat Sumberdaya GMB sepertinya susah banget. Masalah ruwetnya hampir seluruhnya soal permukaan tanah , status tanah, Hak atas tanah , tata ruang. Ditambah lagi soal perizinan yg juga ruar biasa ruwet. -----Original Message----- From: "Bandono Salim" <[email protected]> Date: Mon, 11 Jun 2012 03:47:12 To: Iagi<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Kurangnya ahli CBM di Indonesia Ini penelitian dari bbg kuncoro, dia teliti tentang cleat di batubara sebagai sebagi tempat lalu, wadah dan akumulasi cbm. Atas ijin nya ini no hp Bambang kuncoro 08122953788. Dia dosen geologi upn, jogyakarta. Semoga bermanfaat. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Hari Utomo <[email protected]> Date: Mon, 11 Jun 2012 09:35:29 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Kurangnya ahli CBM di Indonesia Tanggal 31 Mei -1 juni kemarin Biro Kursus IAGI mengadakan kursus CBM di Bandung dengan peserta 10 orang dari PHE dan Total EP Indonesia. Sebagai instruktur Pak Imam B Sosrowidjojo Ph.D Ternyata Potensi CBM di Indonesia sangat besar, sekitar 45 tcf dan tersebar di Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Tapi sekarang ini sangat sangat sedikit para peneliti yang terlibat penelitian di CBM apalagi yang dapat menjadi instruktur kursus CBM. Kenapa pemerintah tidak mengirimkan 10-15 orang untuk ambil Ph.D sehingga dapat membantu percepatan pemanfaatan CBM di Indonesia. Begitu banyak peluang untuk pengembangan energi alternatif tetapi tidak punya cukup SDM untuk mengembangkannya. Hari utomo Biro Kursus IAGI

