Ikut nimbrung....

Sepaham dng pak Syaeful, bahwa para explorationist perlu bergerak bersama 
(minimal memiliki persepsi dan keinginan yng sama) untuk meluruskan 
kesalah-kaprahan dan salah mengertian ttg kegiatan eksplorasi dan operasi 
produksi ini (tidak hanya di sumberdaya migas saja tapi juga batubara dan 
mineral). 

Berbagi informasi saja, untuk bidang minerba, isu penolakan semacam ini sudah 
merebak dan kian marak sejak bbrp tahun terakhir, yang salah satu puncaknya 
terjadi menjelang tahun baru 2012 lalu (spt kita semua tahu) yaitu insiden di 
Bima yg memakan korban jiwa dan berakhir dengan dicabutnya IUP Eksplorasi 
(ya...masih di tahap Eksplorasi, dan belum melakukan pemboran) dari perusahaan 
ybs. Terlepas dari kemungkinan adanya "provokator" dan juga ketidak beresan 
pelaku eksplorasi dalam melakukan sosialisasi, faktanya memang sebagian 
masayarakat sekitar lokasi kegiatan eksplorasi tidak/ belum paham dengan 
kegiatan yg akan dilakukan. Pada kasus ini, MGEI sbg organisasi di bawah 
naungan IAGI telah mendesak IAGI untuk mengeluarkan siaran pers (yg akhirnya 
telah dibuat dengan digabung bersama isu-isu kegeologian yg lain di awal 2012). 
Walaupun kita juga sadari bahwa langkah reaktif (siaran pers) spt ini 
sebenarnya tidak terlalu efektif (krn akan terkesan "membela diri"), tetapi 
tetap saja perlu dilakukan.

Langkah yg mungkin lebih manjur tetapi hasilnya tidak akan instan adalah 
sosialisasi yg terus menerus ke segala penjuru pemangku kepentingan (walaupun 
prioritas tetap saja haus dilakukan dng mempertimbangkan kemampuan personil 
IAGI dan situasi terkini). Langkah kecil yg dilakukan MGEI (tapi ternyata 
persiapannya menyita energy, waktu dan dana) adalah "sosialisasi eksplorasi dan 
pertambangan yang bertanggung jawab" kepada guru-guru geografi SMA se DKI pada 
1 Juni 2012 lalu. Lebih dari 100 guru-guru geografi berkumpul, berdiskusi dan 
mendapatkan informasi dari narasumber MGEI ttg proses dan lika-liku kegiatan 
eksplorasi dan pertambangan minerba. Bahwa banyak juga kegiatan pertambangan yg 
illegal dan tidak mengikuti kaidah-kaidah pertambangan yg baik juga menjadi 
topic seru di dalam diskusi. Kenapa ke guru-guru geografi? Karena melalui 
guru-guru inilah kita harapkan informasi yg benar ttg eksplorasi dan 
pertambangan bisa menyebar ke murid-muridnya dan lingkungan sekitarnya. Kita 
buatkan juga film pendek bertajuk "Eksplorasi dan Pertambangan yang Bertanggung 
Jawab" yg terdiri dari 4 bab mengenai seluk beluk eksplorasi pertambangan, 
"good mining practice" sampai masalah sosek K3 dan lingkungan dengan durasi 
masing2 sekitar 15 menit. (Catatan: bagi rekan2 yg ingin mendapatkan copy film 
ini - kalau mau melakukan sosialisasi di tempat masing2 - silakan menghubungi 
sekretariat MGEI). Feed back yg kita dapat, para guru-guru tsb sangat 
mengapresiasi program ini, dan mengharapkan hal spt ini dilakukan secara 
periodic. (Terima kasih banyak kepada para activist MGEI yg mendukung acara 
ini). Program berikutnya, kita rencanakan untuk melakukan hal yg sama di daerah 
(propinsi) lain... 

Di skala yg lebih luas, mungkin sebaiknya IAGI juga bisa melakukan sosialisasi 
semacam ini dengan mencakup bidang migas (atau yang ini oleh ISPG ya?) dan 
bidang yang lain. 

Salam - Daru               

-----Original Message-----
From: A.Syaeful Bahri [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, June 14, 2012 10:41 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Sebuah Dilema Kegiatan Migas

Dear rekann,.....

Fenomena penolakan masyarakat terhadap kegiatan eksplorasi sdh pada tahap
sangat mengkhawatirkan dan tentu merugikan,...baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang. Karena tdk dipungkiri kegiatan tsb merupakan salah
satu pemicu kegiatan ekonomi masyarakat. terutama kalau dikaitkan dengan
komitment pemerintah dalam penyedian minyak dan gas bumi untuk rakyat.

Saya kira kita harus segera secara bersama sama punya kegiatan/action 
untuk mengatasi masalah tersebut secara terintegrasi, dan tentunya
menyentuh langsung ke masyarakat. Dan mestinya kita saat ini sangat sulit
untuk bisa ngomong langsung kemasyarakat (maap, sdh apatis), harus ada
cara yg cerdas dan tepat menyampaikan permasalahan tersebut sehingga bisa
sampai apa yg diinginkan kita. Beberapa waktu saya pernah mengusulkan ke
salah satu teman dari perusahan Migas di Jatim untuk membuat program
sosialisasi eksplorasi migas di daerah Sidoarjo dan sekitarnya. Kegiatan
tersebut berupa penyampaian baik secara formal maupun informal, dan saya
kira kalau kita sampaikan ke masyarakat harus juga memilih dan memilah
masyarakat mana sasarannya. Target/sasaran tersebut haruslah tepat dan
mempunya daya penetrasi yng cukup,......ada beberapa strategi yg bisa kita
lakukan, diantaranya :
 (1)sosialisasi secara langsung ke kalangan guru/ustad dan siswa/santri
 (2)pemberian beasiswa bagi masyarakat setempat untuk bidang Geologi-
    Geofisika-pertambangan-perminyakan dan serumpun lainnya kepada
    masyarakat sekitar kegiatan eksplorasi/eksploitasi sehingga pesan akan
    tersampaikan dg sendiri. Cara ini memerlukan waktu agak lama,
    tetapi sangat manjur.
 (3)hendaknya dalam menjalankan kegiatan csr selalu mengutamakan kegiatan
    berbasiskan kepentingan masyarakat dan kesepakatan langsung dengan
    masyarakat dan sifatnya usulannya bottom up. Karena problem skrg
    seringkali kita mengambil jalan pintas mempercayakan kepada ketokohan
    di masyarakat yg kadangjkala sifatnya manipulasi, bukan tokoh
    masayarakat sebenarnya.
 (4) melibatkan isntitusi/lembaga yg komitmennya (netral dan bersih) tinggi
    dan masih menjadi panutan masyarakat. Dalam hal ini PTN/PTS setempat
    bisa dijadikan acuannya (misalnya, bisa juga pesantren atau lembaga
    masyarakat lain).

demikian, mudah2an berkenan.

salam
syaeful

On Thu, June 14, 2012 7:31 am, amien widodo wrote:
> Sejarah buruk ahli geologist
> Â 
> Ini hasil para geolog yang expert
> "menafsirkan" bawah
> permukaan yang selalu beda satu sama lain. Perbedaan penafsiran ini akan
> tercatat dalam sejarah sebagai sejarah
> buruk ahli geologi, sampai sampai ada yang berusaha membelokkan ke sisi
> (mistis) yang lain (Timun Emas) dengan harapan akan terpengaruh oleh itu
> dan memeprcayai bahwa lumpur bagian dari hidup mereka.
> Â 
> Masyarakat internasional tidak
> sama dengan kita dan bahkan masyarakat tidak percaya geolog, tidak butuh
> geolog, rakyat tidak butuh timun emas, rakyat tidak butuh cerita
> kontoversi
> penyebab keluarnya lumpur. YANG MEREKA
> PERCAYA LUMPUR ITU KELUAR AKIBAT PENGEBORAN MIGAS.
> Â 
> Penghentian kegiatan eksplorasi migas merupakan kerugian yang
> tidak sediikit dan semua itu akan diklaimkan ke pemerintah dan yang jelas
> akan
> menurunkan invetasi migas di Indonesia yang lagi butuh ini
> Â Inikah
> yang ingin kita kehendaki? Wahai para geosain
>
>
>



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke