2012/6/14 rakhmadi avianto <[email protected]>:
> Jangan2 shale gas ini kaya gas hydrate  jumlahnya besar tapi tidak
ekonomis,
> karena kemampuan shale untuk menjadi reservoir tidak sebagus di
tradisional
> reservoir dg primary maupun secondary porosity di Sandstone and/or
> limestone.

Kalau soal besarnya cadangan serta risiko kesuksesan itu sudah menjadi
faktor alam, dimana sebagai geologist, kita harus 'deal' dengan kondisi
yang 'given' dari sononya.
Tetapi *"keekonomian"* project dari sumberdaya alam ini itu
sebenarnya*"bisa didiskusikan"
*. Artinya tergantung seberapa besar split yang diinginkan serta bagaimana
term kontraknya. Kalau memang satu sumur mampu memproduksi dua-tiga ratus
MMCF perbulan, tentunya keekonomiannya dapat diatur, split, cost recovery
system dll supaya keeknomiannya tercapai. Dan menguntungkan investor maupun
hist country. Yang diperlukan saat ini ya semacam riset atau pilot project
untuk melihat sebebrapa bagus shale gas di Indonesia ini. Tanpa riset
terpadu, maka angka split juga susah untuk dimunculkan.

Salam
RDP

-- 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

Kirim email ke