Pak Rovicky, Ide yang menarik.Tetapi saya pribadi memilih tetap menggunakan istilah "Shale Gas", "Tight Gas" and "Oil Shale" (bukan "Shale Oil"). Analogi istilah "Shale Reservoir" dengan penggunaan istilah "Carbonate Reservoirs" dan "Clastic Reservoirs" tidak tepat. "Shale" (serpih) bukanlah suatu klasifikasi batuan sedimen tersendiri. Serpih adalah bagian dari sistem klastik juga.
Pengunaan istilah *Shale Reservoir* akan membuka "flood gate", nanti nya akan ada "Siltstone Reservoir", "Breccia Reservoirs", "Oolitic Reservoirs", "Marl Reservoirs", dst., yang semuanya berpotensi menjadi batuan reservoir. My two cents, -bg 2012/7/8 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Semangat pagi !! > > Diskusi shale gas/shale oil ini akan menjadi topik utama dalam beberapa > tahun kedepan dan bahkan saya yakin akan menjadi 'daerah baru' dalam > eksplorasi migas. Saya lebih menyukai menyebutkan SHALE RERVOIR ketimbang > shale gas atau shale oil. Seperti ketika menyebutkan carbonate reservoir > dan clastic reservoir play, dalam hal ini SHALE sebagai reservoir dan juga > sekaligus sebagai *sourcerock*. > > Potensi sumberdaya migas nonkonvensional ini sangat mungkin tidak dapat > sekedar mengikuti pendekatan dengan ilmu pengetahuan, tehnologi serta data > konvensional yang ada. Saya sendiri meyakini pendekatan eksplorasi dan > produksi migas (hidrokarbon) ini dalam banyak hal harus dimulai dari awal > (strating from the creatch). Dahulu shale ditinggalkan tidak dianggap > sebagai batuan porous sehingga (hampir) tidak pernah ada yang melakukan uji > porositas dan permeabilitas. Bahkan seorang geologist akan cenderung "malu" > ketika melakukan pengambilan sample bawah permukaan tetapi yang keluar > adalah shale. > > Eksplorasi *shale reservoir*, saya cenderung mengikuti penggunaan kata > shale reservoir ketimbang shale gas maupun shale oil. Karena dalam hal ini > memang shale ini sebagai reservoir-nya. Shale sebagai batuan yang memang > dicari dan sebagai 'kontainer' yg dicari. > > Banyak hal-hal yang harus diubah dalam benak kita ketika melakukan riset > shale ini, yang mungkin aja akan merubah cara pandang geologi, stratigrafi, > serta sedimentologi dari batuan ini. Dahulu kita berbicara arus traksi, > arus laminer dll ketika melihat sebuah proses pengendapan. Shale barangkali > tidak lagi seperti itu (cmiiw). Shale bukan hanya sebagai material yg > berukuran lebih halus dari pasir ataupun lanau (silt). Barangkali saja > nantinya berpikir asosiasi silt dan find sand akan ditinjau sebagai hal > berbeda dengan sisipan lempung dalam lapisan batupasir. > > Memang akan ada ilmu-ilmu dasar dan terutama basic physics yg masih akan > dipergunakan tetapi saya yakin geologist harus kembali ke lapangan melihat > batu, melihat singkapan ! > > > Salam senin ... > > RDP > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* >

