Sekedar tambahan saja, untuk perhitungan TOC dgn menggunakan metoda Passey
dalam beberapa kasus dilaporkan menghasilkan TOC yg dibawah perkiraan. Hal
ini dikarenakan kandungan mineral konduktif (pyrite) didalam shale. Metoda
Passey akan menghasilkan TOC yg rendah jika terdapat mineral pyrite yg
cukup banyak. Seperti diketahui pyrite merupakan mineral yg bersifat
konduktif yg akan mengurangi resistivitas batuan, sehingga DeltaLogR pun
akan berkurang dan menyebabkan prediksi TOC yg dibawah perkiraan.

Sebagai alternativenya, disarankan untuk menggunakan persamaan Passey yg
telah dimodifikasi. Untuk persamaannya bisa dilihat pada  SPE paper 131768.

Namun untuk idealnya perhitungan TOC sebaiknya dilakukan dgn
mengkombinasikan antara data logs dan core.

Sebagai tambahan untuk ide "start from the scratch" ada baiknya
juga dimulai dari "Singkapan Batuan". Dari singkapan batuan kita bisa
mengamati sedimentology, stratigraphy, rekahan, dan juga bisa
mengambil contoh batuan untuk bahan analisis di lab. Hal serupa telah
dilakukan di salah satu singkapan di SW Texas, dgn singkapan formasi
eagleford.

Salam,
Haruji

2012/7/10 naslin lainda <[email protected]>

> Waktu saya ikut kursus Shale gas di Houston, beberapa instruktur disana
> meng-encourage kami untuk menggunakan istilah Source Rock Reservoir (SRR)
> sebagai pengganti shale gas/oil, karena lebih menggambarkan play conceptnya
> yg unik (self charging) dan karakter reservoirnya (high TOC and extremely
> low porosity). Implikasi completionnya juga sama untuk tipe reservoir ini
> yaitu dengan hydraulic fracturing. Sehingga CBM akan masuk kategori ini,
> juga carbonat seperti Baken shale yg di US yang sebenarnya bukan shale.
> Saya rasa kekhawatiran Pak Bambang Gumilar ttg flood gate mungkin gak akan
> terjadi dengan istilah ini.
>
> Tentang himbauan Pak president IAGI untuk start from the scratch, bisa
> saya artikan juga "mulai dari basic well data". Evaluasi shale gas resource
> masih bisa kok didekati dengan data conventional...setidaknya untuk
> preliminary evaluation. Mungkin bisa dengan membongkar arsip sumur sumur
> lama dengan data yg minim, Misalnya adanya cuma mudlog dan log triple combo
> + sonic. Mudlog bisa menunjukkan HC generation di shale dengan kehadiran
> gas C3+.....dan dengan melakukan ratio gas ringan dan gas berat (Wh, Bh, Ch
> dll) bisa diprediksi apakah produksi oil atau gas. Dengan data log triple
> combo bisa dilakukan deltalogR, metode yg dipopulerkan oleh Quinn Passey
> untuk menghitung besarnya TOC. DeltalogR ini dipakai dimana mana dan
> metodenya cukup sederhana, dengan mengoverlay log resitivity terhadap log
> sonik atau log density atau log neutron. Overlay dilakukan dengan mengambil
> baseline di shale yg dianggap bukan source rock, sehingga adanya separasi
> antara resistivity terhadap log sonic/density/neutron akan menunjukkan
> besarnya TOC. Terlampir adalah briefingnya saja, untuk penjelasan detailnya
> bisa dilihat di papernya Quinn passey di AAPG Bulletin vol 74 no 12 tahun
> 1990. Kalau punya data sonic (biasanya cuma DTC kalau sumur2 lama) bisa
> dihitung rock strengthnya (UCS) misalnya dengan persamaan Horsrud (2001) yg
> pernah diposting disini. Sehingga dengan data minimal itu saja bisa di
> generate/propose Sourcerock Reservoir prospect dengan treatment evaluasi
> dan komplesi yg unconventional. Saya punya client di argentina dan
> australia yg memulai evaluasi sumur2 lamanya dengan data yg minimal seperti
> ini dan kemudian propose dengan data yg lebih advanced.
>
> Untuk sumur2 yg sudah established di US memang datanya sudah tidak
> conventional lagi. TOC memang masih dihitung dengan triple combo, tapi
> untuk saturation model tidak pernah ada yg cocok dengan shale gas/oil (ntah
> itu simandoux, indonesian, dual water, dll). Sehinnga biasanya mereka run
> NMR, itupun evaluasinya harus di kombinasi dengan density/neutron sebab NMR
> tidak "melihat" solid TOC. Karena mineralogi sangat penting untuk
> Sourcerock reservoir, geochemical element log juga di run untuk solving
> mineraloginya. Perhitungan Volumetric akan menjadi kompleks karena
> banyaknya input untuk solving banyaknya output, maka metode probabilistic
> akan lebih dipake dibandingkan deterministic petrophysics. Untuk mechanical
> properties tentu akan butuh data dipole sonic, karena selain DTC dibutuhkan
> juga DTS (fast and slow kalau ada) dan stoneley untuk 3D stressnya. Diatas
> semua itu, dibutuhkan data core untuk mengkalibrasi semuanya (full core
> atau rotary Sidewall core). Bisa juga melakukan chemostratigraphy/XRF dan
> DFIT (minifrac) sebagai pengganti untuk kalibrasi kalau tidak ada core.
> Beberapa operator melakukan evaluasi tersebut diatas sambil ngebor (LWD)
> dengan realtime dan geosteering.
>
> Sekedar berbagi,
>
> Naslin
>
> On Tue, 10 Jul 2012 00:50:50 +0530 wrote
>
> >Pak Rovicky,
> Ide yang menarik.Tetapi saya pribadi memilih tetap menggunakan istilah
> "Shale Gas", "Tight Gas" and "Oil Shale" (bukan "Shale Oil"). Analogi
> istilah "Shale Reservoir" dengan penggunaan istilah "Carbonate Reservoirs"
> dan "Clastic Reservoirs" tidak tepat. "Shale" (serpih) bukanlah suatu
> klasifikasi batuan sedimen tersendiri. Serpih adalah bagian dari sistem
> klastik juga.
>
>
> Pengunaan istilah Shale Reservoir akan membuka "flood gate", nanti nya
> akan ada "Siltstone Reservoir", "Breccia Reservoirs", "Oolitic Reservoirs",
> "Marl Reservoirs", dst., yang semuanya berpotensi menjadi batuan reservoir.
>
>
> My two cents,
>
> -bg
>
>
>
> 2012/7/8 Rovicky Dwi Putrohari **
>
> Semangat pagi !!
>
> Diskusi shale gas/shale oil ini akan menjadi topik utama dalam beberapa
> tahun kedepan dan bahkan saya yakin akan menjadi 'daerah baru' dalam
> eksplorasi migas. Saya lebih menyukai menyebutkan SHALE RERVOIR ketimbang
> shale gas atau shale oil. Seperti ketika menyebutkan carbonate reservoir
> dan clastic reservoir play, dalam hal ini SHALE sebagai reservoir dan juga
> sekaligus sebagai sourcerock.
>
>
> Potensi sumberdaya migas nonkonvensional ini sangat mungkin tidak dapat
> sekedar mengikuti pendekatan dengan ilmu pengetahuan, tehnologi serta data
> konvensional yang ada. Saya sendiri meyakini pendekatan eksplorasi dan
> produksi migas (hidrokarbon) ini dalam banyak hal harus dimulai dari awal
> (strating from the creatch). Dahulu shale ditinggalkan tidak dianggap
> sebagai batuan porous sehingga (hampir) tidak pernah ada yang melakukan uji
> porositas dan permeabilitas. Bahkan seorang geologist akan cenderung "malu"
> ketika melakukan pengambilan sample bawah permukaan tetapi yang keluar
> adalah shale.
>
>
> Eksplorasi shale reservoir, saya cenderung mengikuti penggunaan kata shale
> reservoir ketimbang shale gas maupun shale oil. Karena dalam hal ini memang
> shale ini sebagai reservoir-nya. Shale sebagai batuan yang memang dicari
> dan sebagai 'kontainer' yg dicari.
>
> Banyak hal-hal yang harus diubah dalam benak kita ketika melakukan riset
> shale ini, yang mungkin aja akan merubah cara pandang geologi, stratigrafi,
> serta sedimentologi dari batuan ini. Dahulu kita berbicara arus traksi,
> arus laminer dll ketika melihat sebuah proses pengendapan. Shale barangkali
> tidak lagi seperti itu (cmiiw). Shale bukan hanya sebagai material yg
> berukuran lebih halus dari pasir ataupun lanau (silt). Barangkali saja
> nantinya berpikir asosiasi silt dan find sand akan ditinjau sebagai hal
> berbeda dengan sisipan lempung dalam lapisan batupasir.
>
>
> Memang akan ada ilmu-ilmu dasar dan terutama basic physics yg masih akan
> dipergunakan tetapi saya yakin geologist harus kembali ke lapangan melihat
> batu, melihat singkapan !
>
>
> Salam senin ...
>
>
> RDP
> --
> "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
>
>
>
>
> <http://sigads.rediff.com/RealMedia/ads/click_nx.ads/www.rediffmail.com/signatureline.htm@Middle?>
>   Follow *Rediff Deal ho 
> jaye!<http://track.rediff.com/click?url=___http://dealhojaye.rediff.com?sc_cid=rediffmailsignature___&cmp=signature&lnk=rediffmailsignature&newservice=deals>
> * to get exciting offers in your city everyday.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>

Kirim email ke