Mungkin memang perlu REPELITA ya Cak Shofy? Sampai kapanpun jika periode 
kepemerintahan hanya max 2 x 5 thn maks maka geothermal sulit di promote 
mengingat investasi yg tinggi...

Tapi kalau alasan investasi tinggi, akan lbh baik jika pemborosan dana proses 
pemilu s/d rangkaian pilkada2 yg sgt menyita waktu dan perhatian juga ditinjau 
ulang, dgn ini banyak kiranya potensi alam kebumian yg bisa RI kembangkan dari 
dana2 tsb.

Semua keputusan kebijakan kan ujungnya alokasi dana, sdgkan dana tdk bisa 
dialokasi jika belum ada pejabat pusat dan daerah serta wakil rakyat yg 
terpilih sbg sarana justifikasi pengalokasian dana negara... Setali tiga uang 
antara "kok geotermal tdk dikembangkan padahal..." vs."kami blm bisa memutuskan 
krn msh menunggu pejabat baru / sebentar lagi akan ada pemilu / pilkada...."

:-(
Ipong

Sent from my iPhone

On 11 Jul 2012, at 04:08, shofiyuddin <[email protected]> wrote:

> 
> Pak Ong, terima kasih atas penjelasannya yg panjang lebar. 
> Pertenyaan selanjutnya adalah kenapa pemerintah enggan memberikan subsidi ke 
> energy geothermal? Apakah ini salah satu bentuk bahwa pemerintah tidak 
> mendukung bidang energy ini. Di tulisan pak Ong dijelaskan bahwa pemerintah 
> hanya menganjurkan saja.  Maaf sebelumnya kalo pertanyaan saya menjadi tidak 
> relevan ini, terutama tentang hubungan pengembangan energy uap ini dengan 
> subsidi bbm yang membengkak ini. 
> 
> 
> 
> Sent from Samsung tablet
> 
> 
> 
> Ong Han Ling <[email protected]> wrote:
> 
> 
> Sdr. Ism,
> 
> 
> Terima kasih atas koreksi Anda. Memang World Geothermal Congress diadakan
> tiap 5 tahun. 
> Yang saya maksudkan adalah Annual meeting dari Assosiasi Panasbumi
> Indonesia.
> 
> Salam.
> 
> HL Ong
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
> Sent: Tuesday, July 10, 2012 7:33 PM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> 
> ESDM gencar promosi geothermal. Setiap tahun diadakan World
> > Geothermal Congress di Bali disponsori oleh Pemerintah.
> > Indonesia
> 
> -------------------------------------
> 
> Sekedar menambahkan saja  World Geothermal Congress (WGC) bukan diadakan
> setiap tahun tapi diadakan setiap lima tahun sekali ,
> 2005 WGC di Antalya Turki , 2010 WGC di Bali Indonesia dan 2015 di
> Australia.
> Penyelenggara WGC bukan Pemerintah tapi Asosiasi Panasbumi Internasional
> (IGA) dan Asosiasi Negara masing masing masing ( Kalau di Indonesia oleh API
> ), Pada waktu Indonesia terpilih menjadi penyelenggara WGC harus bersaing dg
> beberapa negara sebelum IGA memutuskan penyelenggaraan WGC di Indonesia pada
> WGC 2005 di Turky , Bahwa Pemerintah Mensuport iya namun bukan sbg
> penyelenggara , bahkan pada waktu promosi dan penetapan Indonesia sbg
> penyelenggara WGC 2010 Menteri ESDM beserta jajarannya waktu itu datang ke
> Turky (WGC 2005 Turki) bahkan pihak Kedutaan Besar Turki juga datang dan
> berpartisipasi mempromosikan Indonesia dg lewat tarian tarian daerah oleh
> staf Kedubesnya dan akhirnya Indonesia terpilih mengalahkan negara negara
> pesaingnya , perlu diketahui WGC 2010 Bali menjadi WGC terbesar dg peserta
> lebih dari 2500 dari lebih 80 negara dg seribuhan lebih makalah yg
> dipresentasikan baik dari sisi hulu sampai hilirnya dan pembukaanya
> dihadiri oleh 2 Presiden sekaligus ( Presiden RI dan Presiden Iceland )
> salam
> 
> Ism
> 
> 
> 
> > Sdr. Shofiyuddin,
> >
> > Geothermal Indonesia tidak mungkin berkembang karena adanya subsidi 
> > BBM. PLN juga harus menghemat dan akan membandingkan harga geothermal 
> > dengan harga migas atau batubara. PLN cenderung mengunakan migas yang 
> > jauh lebih murah karena mendapat subsidi. Geothermal yang sekarang 
> > bisa berkembang di Indonesia hanyalah Geothermal yang premium seperti: 
> > dekat dengan gardu listrik, dry stream (ump.Kamojang), lean gas (low 
> > H2S), low carbonate (scaling), low silicate (scaling), tidak ada gas 
> > racun seperti Hg, lokasi dekat daerah yang membutuhkan, listrik belum 
> > ada, dsb. Begitu geothermal agak kotor seperti mengandung silica atau 
> > sour gas (Dieng), umpamanya, perlu dibersihkan dan harga akan naik dan 
> > tidak ekonomis.
> >
> > Setelah 10 tahun beroperasi, Pemerintah dua tahun yang lalu menaikkan 
> > harga geothermal menjadi sekitar 9.6 cent/kwh.
> > Inipun masih terlalu rendah. Waktu diadakan tender setahun yang lalu 
> > hanya Pertamina yang ikut tender dan mendapatkan beberapa daerah baru. 
> > Swasta tidak ada karena mereka menganggap harga terlalu rendah, paling 
> > tidak mereka minta
> > 12 cent/kwh.(Note: Swasta di Flores ikut tapi ini adalah BUMD). 
> > Pemerintah tidak rela memberikan swasta keuntungan yang memadai. PLN 
> > tetap lebih untung kalau beli diesel ataupun gas yang disubsidi 
> > ketimbang geothermal.
> >
> > ESDM gencar promosi geothermal. Setiap tahun diadakan World Geothermal 
> > Congress di Bali disponsori oleh Pemerintah.
> > Indonesia selalu mendengungkan bahwa 40% potensi geothermal dunia ada 
> > di Indonesia. Benar potensi tinggi tetapi kalau harus bertanding 
> > dengan harga diesel dan gas yang disubsidi, sukar bagi PLN memilih 
> > Geothermal energi, kecuali Geothermal premium seperti diuraikan 
> > diatas.
> >
> > Bagaimana diluar negeri. Di Eropa, harga BBM dikenakan pajak sampai 
> > 300%. Jadi segala sesuatu yang bisa mengalahkan BBM plus 300% akan 
> > bisa dikembangkan dan dijadikan energi. Umpama di Paris basin, 
> > geothermal low enthalpy, temparaturnya hanya 50 derajat celcius. Tapi 
> > mereka bisa di manfaatkan untuk memanaskan gedung-gedung waktu musim 
> > dingin. Untuk mengalahkan harga BBM plus 300% mudah. Demikian juga 
> > geothermal di Filipina dan Jepang, harus melawan energi impor migas 
> > yang dikenakan pajak tinggi. Selain itu untuk renewable energy 
> > Pemerintah biasanya memberikan insentif. Geothermal di California 
> > sampai sekarang pun masih mendapatkan tax break dan VAT (Pajak 
> > Penambahan Nilai) dibebaskan.
> >
> > Di Indonesia renewable energy seperti Geothermal sangat dianjurkan 
> > Pemerintah tetapi harus melawan BBM yang disubsidi atau melawan BBM 
> > minus 50%, bukan melawan BBM plus 300% seperti yang terjadi di luar 
> > negeri.
> >
> > Moga-moga keterangan singkat ini berguna bagi Anda.
> >
> > HL Ong.
> >
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Shofiyuddin [mailto:[email protected]]
> > Sent: Tuesday, July 10, 2012 9:31 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >
> > Pak Ong. Menarik sekali.
> > Kalau boleh saya bertanya tentang hal sepele, kenapa kita tidak 
> > mengembangkan energy panas bumi yang jelas jelas di depan mata?
> > renewable, berlimpah sepanjang volcanic belt. begitu juga energy 
> > gelombang yg melimpah ruah sepanjang pantai selatan?
> > kenapa ya?
> >
> > 2012/7/10 Ong Han Ling <[email protected]>:
> >> Rekan-rekan IAGI,
> >>
> >>
> >>
> >> Terima kasih atas usulan Sdr. LL untuk merubah judul menjadi 
> >> "Menghadapi kenaikan permintaan energi dan pembengkaan subsidi BBM: 
> >> 11  prioritas yang komprehensif". Judul yang menarik dan akan saya 
> >> pikirkan.
> >>
> >>
> >>
> >> Saya ingin menarik perhatian anggota IAGI terhadap subsidi yang  
> >> sekarang out of control. Koran Business Indonesia tgl. 6 Juli, 2012  
> >> menulis bahwa untuk semester-1, 2012, subsidi BBM mencapai Rp.88,9  
> >> trilliun. Padahal untuk semester-1, 2011 subsidi hanya Rp.41,6 
> >> triliun. Jadi tahun ini subsidi mengalami kenaikan lebih dari 100%  
> >> meskipun Pemerintah melakukan segala upaya untuk membendungnya.
> >>
> >>
> >>
> >> Sekarang produksi migas dengan subsidinya, tidak lagi menyokong 
> >> tetapi  telah mengerogoti APBN. Sekarang Industri migas sudah mulai 
> >> disokong  oleh industri lain.
> >> Pelaku Industri migas dan mineral yang relatip  tinggi benefitnya 
> >> harus disubsidi oleh industri yang relatip lebih  miskin. Hal ini 
> >> tidak sustainable dan gaji kita harus diturunkan.
> >>
> >>
> >>
> >> Memang alternatif energi banyak sekali. Shale gas salah satu. 
> >> Sekarang  di US mulai shale oil di Texas dan  Dakota.
> >> Tenaga nuklir, oil shale,  dsb.,adalah hal-hal yang belum kita teliti 
> >> dan hayati. "The grass  always looks greener on  the other side". 
> >> Selain itu, time frame tidak  cocok. Yang kita perlukan adalah 
> >> sekarang. Realitas adalah bahwa eksplorasi migas conventional ke 
> >> first production rata-rata
> >> 10 tahun.  Untuk mencapai ke significant production ditambah 3 tahun 
> >> lagi. Jadi  yang conventional saja sudah
> >> 13 tahun, apalagi yang unconventional  seperti unconventional gas, 
> >> EOR, oil shale, shale oil, dsb.
> >>
> >>
> >>
> >> Mari kita diskusikan bersama untuk mencari jalan keluar waktu kita  
> >> bertemu tgl. 17 Juli yad.
> >>
> >>
> >>
> >> Salam,
> >>
> >>
> >>
> >> HL Ong
> >>
> >>
> >>
> >> From: [email protected]
> >> [mailto:[email protected]]
> >> Sent: Monday, July 09, 2012 5:21 PM
> >> To: [email protected]
> >> Subject: Re: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Kalau melihat email Pak Ong, mungkin judulnya lebih pas:
> >> "Menghadapi  kenaikan permintaan energi dan pembengkakan subsidi BBM: 
> >> 11 langkah  komprensif".
> >>
> >> LL
> >>
> >> Powered by Telkomsel BlackBerryR
> >>
> >> ________________________________
> >>
> >> From: "Yudie Iskandar" <[email protected]>
> >>
> >> Date: Mon, 9 Jul 2012 10:02:00 +0000
> >>
> >> To: <[email protected]>
> >>
> >> ReplyTo: <[email protected]>
> >>
> >> Subject: Re: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >>
> >>
> >>
> >> Jadwal tgl 17 juli, sambil makan malam.
> >> Ini judul dari pak Presiden:
> >> "Peningkatan kebutuhan energi akan membahayakan : Diskusi persoalam
> > subsidi"
> >> YI
> >>
> >> "_^
> >>
> >> ________________________________
> >>
> >> From: Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]>
> >>
> >> Date: Mon, 9 Jul 2012 09:57:39 +0000
> >>
> >> To: [email protected]<[email protected]>
> >>
> >> ReplyTo: <[email protected]>
> >>
> >> Subject: RE: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >>
> >>
> >>
> >> Terima Kasih Cak Syaiful dan Kang Yudie, ditunggu jadwalnya J .
> >>
> >>
> >>
> >> Salam,
> >>
> >>
> >>
> >> MJP - 3048
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> From: mohammad syaiful [mailto:[email protected]]
> >> Sent: Monday, July 09, 2012 3:17 PM
> >> To: [email protected]
> >> Subject: Re: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >>
> >>
> >>
> >> Om MJP,
> >>
> >>
> >>
> >> Setahuku, sedang direbus di internal PP IAGI, untuk
> >> menentukan waktu  yg paling pas agar banyak orang yg ingin
> >> hadir dapat terlampiaskan.
> >>
> >>
> >>
> >> Mungkin om Hari Utomo atau sekjen bisa menjelaskan, biar om
> >> MJP nggak  gatal2 menunggu nih, he..he..
> >>
> >>
> >>
> >> Salam,
> >>
> >> Syaiful
> >>
> >> 2012/7/9 Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]>
> >>
> >> Bapak-bapak Pengurus IAGI,
> >>
> >>
> >>
> >> Bagaimana dengan tawaran LT dari Pak Ong ini? Kalau jadi
> >> saya ingin  daftar, mudah-mudahan jadwalnya cocok.
> >>
> >>
> >>
> >> Salam,
> >>
> >>
> >>
> >> MJP - 3048
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> From: Ong Han Ling [mailto:[email protected]]
> >> Sent: Wednesday, July 04, 2012 10:45 PM
> >> To: [email protected]
> >> Subject: RE: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >>
> >>
> >>
> >> Rekan-rekan IAGI,
> >>
> >>
> >>
> >> Si Abah mengusulkan adanya "grand strategy" dalam
> >> menanggulangi "net  importer crude". Ada yang mengusulkan
> >> harus datang  dari G&G sebagai  pelaku industri energi yang
> >> menghayati persoalannya.
> >>
> >>
> >>
> >> Saya sejak dua tahun yang lalu telah melakukan penelitian
> >> tentang  subsidi BBM. Seandainya IAGI berminat saya bisa
> >> memberikan lunch talk  dengan judul "Sebelas prioritas yang
> >> komprehensif dalam  menanggulangi  permintaan energi dan
> >> kenaikan subsidi BBM yang terus membengkak".  Saya sanggup
> >> setiap waktu untuk memberikan presentasi pumpung
> >> persoalannya masih panas dan Pemerintah kelihatannya
> >> kehilangan arah.  Setelah dibahas bersama-sama, mungkin
> >> bisa dijadikan sumbangan dari IAGI
> > kepada Pemerintah.
> >>
> >>
> >>
> >> Salam,
> >>
> >>
> >>
> >> HL . Ong.
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> From: Yanto R. Sumantri [mailto:[email protected]]
> >> Sent: Monday, July 02, 2012 2:53 PM
> >> To: [email protected]
> >> Subject: [iagi-net-l] Kebijakan Wamen yang Baru
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Rekan rekan
> >>
> >>
> >>
> >> Setelah  Wamen Wdjojono yang menjadi Wamen pada saat hot
> >> session  perihal subsidi BBM , sehingga Alm terpaksa
> >> menjadi bumper Pemerintah  , maka Pak Rudi memproklmirkan
> >> satu hal yang sangat strategis  yi  mencegah Indonesia
> >> menjadi "net importer energi".
> >>
> >>
> >>
> >> Suatu tujuan yang sangat strategis dan mulia.
> >>
> >> Dalam slogan ini maka ketiga faktor intensifikasi ,
> >> devirsifikasi dan  kenservasi Energi  menjadi satu
> >> kebijakan yang satu sama lain harus  saling menunjang.
> >>
> >>
> >>
> >> Karena itu maka mutlak adanya "grand strategY" untuk
> >> mencapai hal ini.
> >>
> >> Grand Startgy ini jelas bukan suatu strategi yang akan bisa
> >>
> >> diselesaikan dalam kurun waktu satu
> >>
> >> masa pemerintahan.
> >>
> >> Jadi harus disusun segera tapi dapat dilaksanakan dalam
> >> pemerintahan  yang akan datang.
> >>
> >>
> >>
> >> Para ahli geologi yang merupakan pakar yang kesehariannya
> >> mengelola  SDA non hayati, tentunya sangat penting untuk
> >> mendapatkan informasi  bagaimana kebijakan pak WaMen
> >> sebagaimana dituturkan diatas.
> >>
> >>
> >>
> >> Apakah IAGI tidak berencana untuk mengundang Pak Rudi , dan
> >>
> >> mendengarkan pemikiran pemikiran dasar Beliau perihal "Net
> >> Energi
> > Importer" ?
> >>
> >>
> >>
> >> Bagaimana ?
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> si Abah
> >>
> >> Note : koreksi dari e-mail pertama yang tanpa sengaja
> >> terkirim
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> ***** This message may contain confidential and/or
> >> privileged information. If you are not the addressee or
> >> authorized to receive this for the  addressee, you must not
> >> use, copy, disclose or take any action based  on this
> >> message or any information herein. If you have received
> >> this  communication in error, please notify us immediately
> >> by responding to  this email and then delete it from your
> >> system. PT Pertamina (Persero)  is neither liable for the
> >> proper and complete transmission of the  information
> >> contained in this communication nor for any delay in its
> >> receipt. *****
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> --
> >> Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist
> >> Mobile: 62-812-9372808
> >> Emails:
> >> [email protected] (business)
> >> [email protected]
> >>
> >> President Director of
> >> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> >>
> >> ***** This message may contain confidential and/or
> >> privileged information. If you are not the addressee or
> >> authorized to receive this for the  addressee, you must not
> >> use, copy, disclose or take any action based  on this
> >> message or any information herein. If you have received
> >> this  communication in error, please notify us immediately
> >> by responding to  this email and then delete it from your
> >> system. PT Pertamina (Persero)  is neither liable for the
> >> proper and complete transmission of the  information
> >> contained in this communication nor for any delay in its
> >> receipt. *****
> >
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> > ----
> > PP-IAGI 2011-2014:
> > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> > ----
> > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> > September 2012. Kirim abstrak ke email:
> > pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak
> > 28 Februari 2012.
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> > ----
> > To unsubscribe, send email to:
> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly
> > related to Geology, users are advised to post the email to:
> > [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA
> > KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1:
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > --------------------------------------------------------------------->
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> > information posted on its mailing lists, whether posted by
> > IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
> > liable for any, including but not limited to direct or
> > indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> > resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> > or in connection with the use of any information posted on
> > IAGI mailing list.
> > --------------------------------------------------------------------->
> >
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> ----> PP-IAGI 2011-2014:
> > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> ----> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> > September 2012. Kirim abstrak ke email:
> > pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak
> > 28 Februari 2012.
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> ----> To unsubscribe, send email to:
> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > For topics not directly related to Geology, users are
> > advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI
> > Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1:
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > --------------------------------------------------------------------->
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> > information posted on its mailing lists, whether posted by
> > IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
> > liable for any, including but not limited to direct or
> > indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> > resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> > or in connection with the use of any information posted on
> > IAGI mailing list.
> > ---------------------------------------------------------------------
> 
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
> 
> 
> 
> ----------------------------------------------------------------------------
> ----
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> ----------------------------------------------------------------------------
> ----
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
> abstrak 28 Februari 2012.
> ----------------------------------------------------------------------------
> ----
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
> abstrak 28 Februari 2012.
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the 
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted 
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall 
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or 
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of 
> use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any 
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 

Kirim email ke