*Peningkatan Status Tangkubanparahu dari NORMAL menjadi WASPADA, 23 AGUSTUS
2012*

I.Pendahuluan

Gunungapi Tangkubanperahu merupakan gunungapi aktif strato yang memiliki 9
kawah. Dua kawah utama di puncak adalah K. Ratu dan K. Upas berdiameter
masing-masing sekitar 1000 m dengan kedalaman kawah sekitar 400 m. Secara
administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung Barat dan
Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Erupsi G. Tangkubanperahu yang tercatat dalam sejarah adalah berupa
letusan-letusan freatik yang bersumber terutama dari K. Ratu. Kawah Ratu
merupakan tempat aktivitas utama G. Tangkubanperahu  yang selama periode
erupsi 1829-1994 setidaknya telah mengalami 3 kali letusan magmatik (kolom
asap maksimal mencapai 2 km) dan 4 kali letusan freatik.

Berikut disampaikan evaluasi kegiatan G. Tangkubanperahu dalam kurun waktu
1 Januari – 22 Agustus 2012, sebagai berikut :

II. Visual

- Tanggal 1 Januari – 29 Februari 2012, teramati secara umum cuaca
terang-mendung, hujan gerimis, suhu udara sekitar pos 20 – 23 °C.
- Tanggal 1 Maret – 30 April 2012, teramati secara umum cuaca terang-gunung
tertutup kabut, angin tenang, suhu udara sekitar pos 20 – 24 °C.
- Tanggal 1 Mei – 30 Juni 2012, teramati secara umum cuaca terang-mendung,
hujan gerimis-lebat, suhu udara sekitar pos 18 – 22 °C.
- Tanggal 1 Juli – 22 Agustus 2012, teramati secara umum cuaca terang, suhu
udara sekitar pos 16 – 22 °C.

Suhu rata-rata pada solfatara K. Ratu relatif stabil yaitu berkisar pada
100 – 110 oC. Suhu solfatara relatif naik sedikit dari bulan Juli ke
Agustus 2012.

III. Kegempaan

Jenis kegempaan yang terekam dari bulan Januari – 22 Agustus 2012 adalah
sebagai berikut :

- Tanggal 1 Januari – 29 Februari 2012, terekam 161 kali Gempa Vulkanik
Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 4 - 11 mm, dan lama gempa 7 – 20
detik. 32 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 9 - 40
mm, S-P 0.25 – 1,5 detik dan lama gempa 4 – 18 detik. 5 kali Gempa Tektonik
Lokal (TL), dan 70 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 Maret – 30 April 2012, terekam 157 kali Gempa Vulkanik Dangkal
(VB) dengan amplituda maksimum 2 - 28 mm, dan lama gempa 4 – 15 detik. 16
kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 7 - 36 mm, S-P 0.5
– 4 detik dan lama gempa 5 – 17 detik.7 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan
64 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 Mei – 30 Juni 2012, terekam 210 kali Gempa Vulkanik Dangkal
(VB) dengan amplituda maksimum 2 - 11 mm dan lama gempa 4 – 12 detik. 17
kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 2,5 - 40 mm, S-P
0,5 – 2 detik dan lama gempa 5 – 15 detik. 2 kali Gempa Tektonik Lokal
(TL), dan 73 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 Juli – 22 Agustus 2012, terekam 264 kali Gempa Vulkanik Dangkal
(VB) dengan amplituda maksimum 2 - 22 mm dan lama gempa 4 – 17 detik. 16
kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 2 - 40 mm, S-P 0.5
– 4 detik dan lama gempa 5 – 18 detik.18 kali Gempa Tektonik Lokal (TL),
dan 50 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).

IV. Evaluasi

Sejak 13 Agustus 2012, teramati adanya peningkatan cukup signifikan
aktivitas gempa vulkanik G. Tangkubanperahu  yang ditandai oleh makin
meningkatnya jumlah harian Gempa Vulkanik Dangkal (VB) maupun Gempa
Vulkanik Dalam (VA). Aktivitas Gempa Vulkanik tersebut selanjutnya diikuti
oleh tremor menerus selama 4 jam (amplituda 5 – 20 mm) pada tanggal 23
Agustus 2012 pukul 00.00 – 04.00 WIB. Sampai saat ini masih terekam
gempa-gempa vulkanik dangkal.

V. Potensi Bahaya

Kawasan Rawan Bencana III adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda
awan panas, aliran lava, material lontaran batu pijar, guguran lava, hujan
abu lebat dan atau gas beracun.

Secara umum yang disebut kawasan rawan bencana II adalah kawasan yang
berpotensi terlanda oleh awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran
batu (pijar), hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran lahar dan gas
beracun.

Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan
tidak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran
lava. Kawasan ini terletak di sepanjang sungai/ di dekat lembah sungai atau
bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak.

VI.  Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah
serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 23 Agustus 2012 pukul
23:00 WIB status kegiatan G.Tangkubanperahu dinaikkan dari Normal (Level I)
menjadi Waspada (Level II).

Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna
melakukan evaluasi kegiatan G. Tangkubanperahu dan dikoordinasikan dengan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Status kegiatan G. Tangkubanperahu akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi
penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik.

VII. Rekomendasi

Sehubungan dengan status kegiatan G. Tangkubanperahu Waspada, maka
direkomendasikan :

a. Masyarakat di sekitar G. Tangkubanperahu dan pengujung / wisatawan /
pendaki  tidak mendekati kawah yang ada di puncak G. Tangkubanperahu dalam
radius 1,5 km dari kawah aktif.

b. Masyarakat di sekitar G. Tangkubanperahu diharap tenang, tidak
terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Tangkubanperahu dan harap selalu
mengikuti arahan dari BPBD setempat.

c. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar G. Tangkubanperahu dalam
KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan
G. Tangkubanperahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.

d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi
dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan  BPBD
Kabupaten Bandung Barat serta BPBD Kabupaten Subang.

e. Agar BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang senantiasa
berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tangkubanperahu di Desa Cikole, Kec.
Lembang, Kab. Bandung Barat atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi di Bandung.

Sumber: Badan Geologi - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
http://proxy.vsi.esdm.go.id/detail_berita.php?id_berita=158

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke