Don  dan rekan 

Saya dengar ribut ribut di Tkbp prh , sebenarnya apa sih sebabnya ?
Dalam sejarah manusia , kapan terakhir gn Tkbp prh meletus ?
Apa ada hubungannya dengan sejarah (/legenda???) gn Sunda ?
Biasanya yang hapal hal seperti ini pak Awang ya hehehe.

si Abah


________________________________
 From: Bandono Salim <[email protected]>
To: Iagi <[email protected]> 
Sent: Friday, August 24, 2012 11:16 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Peningkatan Status Tangkubanparahu dari NORMAL 
menjadi WASPADA, 23 AGUSTUS 2012
 

Wah kasihan betul, baru dibuka untuk wisata sdh hts diwaspadai.
Hehehe alam tdk merestui pertentangan antara masyaratkat dng pengusaha?
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> 
Date: Fri, 24 Aug 2012 11:33:48 +0700
To: IAGI<[email protected]>; <[email protected]>
ReplyTo:  <[email protected]> 
Subject: [iagi-net-l] Peningkatan Status Tangkubanparahu dari NORMAL menjadi 
WASPADA, 23 AGUSTUS 2012
Peningkatan Status Tangkubanparahu dari NORMAL menjadi WASPADA, 23 AGUSTUS 2012

I.Pendahuluan

Gunungapi Tangkubanperahu merupakan gunungapi aktif strato yang memiliki
 9 kawah. Dua kawah utama di puncak adalah K. Ratu dan K. Upas 
berdiameter masing-masing sekitar 1000 m dengan kedalaman kawah sekitar 
400 m. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten 
Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Erupsi G. Tangkubanperahu yang tercatat dalam sejarah adalah berupa 
letusan-letusan freatik yang bersumber terutama dari K. Ratu. Kawah Ratu
 merupakan tempat aktivitas utama G. Tangkubanperahu  yang selama 
periode erupsi 1829-1994 setidaknya telah mengalami 3 kali letusan 
magmatik (kolom asap maksimal mencapai 2 km) dan 4 kali letusan freatik.

Berikut disampaikan evaluasi kegiatan G. Tangkubanperahu dalam kurun waktu 1 
Januari – 22 Agustus 2012, sebagai berikut :

II. Visual

- Tanggal 1 Januari – 29 Februari 2012, teramati secara umum cuaca 
terang-mendung, hujan gerimis, suhu udara sekitar pos 20 – 23 °C.
- Tanggal 1 Maret – 30 April 2012, teramati secara umum cuaca 
terang-gunung tertutup kabut, angin tenang, suhu udara sekitar pos 20 – 
24 °C.
- Tanggal 1 Mei – 30 Juni 2012, teramati secara umum cuaca 
terang-mendung, hujan gerimis-lebat, suhu udara sekitar pos 18 – 22 °C.
- Tanggal 1 Juli – 22 Agustus 2012, teramati secara umum cuaca terang, suhu 
udara sekitar pos 16 – 22 °C.

Suhu rata-rata pada solfatara K. Ratu relatif stabil yaitu berkisar pada
 100 – 110 oC. Suhu solfatara relatif naik sedikit dari bulan Juli ke 
Agustus 2012.

III. Kegempaan

Jenis kegempaan yang terekam dari bulan Januari – 22 Agustus 2012 adalah 
sebagai berikut :

- Tanggal 1 Januari – 29 Februari 2012, terekam 161 kali Gempa Vulkanik 
Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 4 - 11 mm, dan lama gempa 7 – 20 
detik. 32 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 9 - 
40 mm, S-P 0.25 – 1,5 detik dan lama gempa 4 – 18 detik. 5 kali Gempa 
Tektonik Lokal (TL), dan 70 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 Maret – 30 April 2012, terekam 157 kali Gempa Vulkanik 
Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 2 - 28 mm, dan lama gempa 4 – 15 
detik. 16 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 7 - 
36 mm, S-P 0.5 – 4 detik dan lama gempa 5 – 17 detik.7 kali Gempa 
Tektonik Lokal (TL), dan 64 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 Mei – 30 Juni 2012, terekam 210 kali Gempa Vulkanik Dangkal 
(VB) dengan amplituda maksimum 2 - 11 mm dan lama gempa 4 – 12 detik. 17
 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 2,5 - 40 mm, 
S-P 0,5 – 2 detik dan lama gempa 5 – 15 detik. 2 kali Gempa Tektonik 
Lokal (TL), dan 73 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 Juli – 22 Agustus 2012, terekam 264 kali Gempa Vulkanik 
Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 2 - 22 mm dan lama gempa 4 – 17 
detik. 16 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 2 - 
40 mm, S-P 0.5 – 4 detik dan lama gempa 5 – 18 detik.18 kali Gempa 
Tektonik Lokal (TL), dan 50 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).

IV. Evaluasi

Sejak 13 Agustus 2012, teramati adanya peningkatan cukup signifikan 
aktivitas gempa vulkanik G. Tangkubanperahu  yang ditandai oleh makin 
meningkatnya jumlah harian Gempa Vulkanik Dangkal (VB) maupun Gempa 
Vulkanik Dalam (VA). Aktivitas Gempa Vulkanik tersebut selanjutnya 
diikuti oleh tremor menerus selama 4 jam (amplituda 5 – 20 mm) pada 
tanggal 23 Agustus 2012 pukul 00.00 – 04.00 WIB. Sampai saat ini masih 
terekam gempa-gempa vulkanik dangkal.

V. Potensi Bahaya

Kawasan Rawan Bencana III adalah kawasan yang sangat berpotensi terlanda
 awan panas, aliran lava, material lontaran batu pijar, guguran lava, 
hujan abu lebat dan atau gas beracun.

Secara umum yang disebut kawasan rawan bencana II adalah kawasan yang 
berpotensi terlanda oleh awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran 
batu (pijar), hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran lahar dan 
gas beracun.

Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar 
dan tidak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan 
aliran lava. Kawasan ini terletak di sepanjang sungai/ di dekat lembah 
sungai atau bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak.

VI.  Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah 
serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 23 Agustus 2012 
pukul 23:00 WIB status kegiatan G.Tangkubanperahu dinaikkan dari Normal 
(Level I) menjadi Waspada (Level II).

Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi 
dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara 
intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Tangkubanperahu dan 
dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 
setempat.

Status kegiatan G. Tangkubanperahu akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi 
penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik.

VII. Rekomendasi

Sehubungan dengan status kegiatan G. Tangkubanperahu Waspada, maka 
direkomendasikan :

a. Masyarakat di sekitar G. Tangkubanperahu dan pengujung / wisatawan / 
pendaki  tidak mendekati kawah yang ada di puncak G. Tangkubanperahu 
dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.

b. Masyarakat di sekitar G. Tangkubanperahu diharap tenang, tidak 
terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Tangkubanperahu dan harap selalu
 mengikuti arahan dari BPBD setempat.

c. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar G. Tangkubanperahu dalam
 KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan 
kegiatan G. Tangkubanperahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.

d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi 
dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan  BPBD 
Kabupaten Bandung Barat serta BPBD Kabupaten Subang.

e. Agar BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang senantiasa 
berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tangkubanperahu di Desa Cikole, 
Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat atau dengan Pusat Vulkanologi dan 
Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Sumber: Badan Geologi - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
http://proxy.vsi.esdm.go.id/detail_berita.php?id_berita=158

-- 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

Kirim email ke