Interpretasi prospect apapun tetep bener sampai di bor, interpretasi
kelamin bayi tetep bener sampai bayi lahir....jadi inget cerita nilai..A
untuk Tuhan, B untuk dosen, mahasiswa cukup C sama D.....
On Sep 5, 2012 5:18 PM, "noor syarifuddin" <[email protected]>
wrote:
>
> Kang Dhanny,
> apa yang dimaksud atau apa kriteria "sangat jelas" itu..?
> - menghadapi outcrops yang di depan mata saja bisa beda penafsirannya...
> - dr kandungan juga suka kesulitan menentukan jenis kelamin bayi padahal
sudah via USG yang Hi-res ...:-)
>
>
>
> salam,
>
> From: "[email protected]" <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, September 5, 2012 4:05 PM
>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Pencerahan Mengenai Ilmu Georadar dan
Geolistrik
>
> Apa yang bikin bingung ya ?
> Interpretasi DATA bisa salah tapi ga sama dengan Hipotesis.
> Baik dan akuratnya interpretasi sangat tgt dari seberapa baik data,
processingnya, dan keahlian serta pengalaman si interpreter, juga seberapa
komplek obyeknya. Konteks tentu saja penting.
> Apabila tidak mungkin diinterpretasi tunggal (ada dua atau lebih
kemungkinannya), ya itulah hasilnya. Tentu si interpreter bisa mengemukakan
yg mana yang dianggap paling mungkin.
> Tapi kalo image-nya sudah sangat jelas (karena hi-res dan obyeknya
'simpel') ya interpretasinya juga straight forward, seperti interpretasi
tulang patah dari xray atau struktur besi yang bengkok di dalam beton
dilihar dari hi-res GPR.
>
> DHN
> Danny Hilman Natawidjaja
> LabEarth (Laboratory for Earth Hazards)
> Geoteknologi - LIPI
> From: [email protected]
> Date: Wed, 5 Sep 2012 07:53:20 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Pencerahan Mengenai Ilmu Georadar dan
Geolistrik
>
> Your point exactly...
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: noor syarifuddin <[email protected]>
> Date: Wed, 5 Sep 2012 00:49:56 -0700 (PDT)
> To: [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Pencerahan Mengenai Ilmu Georadar dan
Geolistrik
>
> uppsss...
> saya malah jadi bingung.... saya rasa pembacaan citra geofisika
(georadar, geolistrik maupun seismik) itu memang sifatnya
interpretatif/tafsiran... makanya sangat tergantung kontek dan hipotesis
yang dipakai dalam prosesnya....
> interpretasi seismik di daerah delta dan turbidit laut dalam, tentu
sangat dipengaruhi konteknya... kalau sama sekali nggak tahu settingya, ya
bisa ketukar-tukar..
>
>
> salam,
>
> From: Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, September 5, 2012 12:26 PM
> Subject: RE: [iagi-net-l] Mohon Pencerahan Mengenai Ilmu Georadar dan
Geolistrik
>
> Rekan Bob,
> “Kalimat” itu khusus ditujukan untuk meluruskan bahwa ‘INTERPRETASI’
bukan ‘HIPOTESIS’. Itu poinnya.
> Menurut hemat saya pemindaian geofisik (georadar, geolistrik, seisik dll)
bisa dianalogikan dengan pemindaian/imaging dalam dunia kedokteran seperti
ultrasonografi dan x-ray.  Tentu kejelasan hasil image terantung dari
resolusi, obyek dll.  Georadar dengan frekuensi tinggi (misalnya lebih dari
1GHz) biasa dipakai untuk mendeteksi/melihat adanya ‘tulang’ beton yang
patah atau bengkok atau retakan pada struktur di dalam suatu bangunan
sehingga ahli sipil dapat memperbaikinya dengan tepat sasaran tanpa harus
bongkar-bongkar dulu, sama seperti dokter yang mendiagnosa tangan anda
dengan x-ray untuk mengobatinya bukan?
> Georadar dengan frekuensi yang lebih rendah dapat dipakai untuk melihat
struktur dan stratigrafi detil dari lapisan tanah/batuan sama halnya
seperti survey seismik refeksi dengan frekuensi tinggi.  Limitasi nya makin
tinggi frekuensi yang dipakai (untuk menajamkan resolusinya) akan makin
dangkal penetrasinya atau “skin-depth”nya.   Jadi harus menentukan optimum
desain-nya sesuai target. Banyak cara untuk membuat hasil pemindaian
menjadi lebih jelas, seperti membuat 3-D survey atau mengaplikasikan
prinsip tomografi.  Singkatnya detil-teknis dari berbagai teknik pemindaian
tentu beda tapi fungsi dan tujuannya bisa dianalogikan.
>
> Salam
> DHN
>
> From: bob yuris [mailto:[email protected]]
> Sent: 04 September 2012 20:02
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Mohon Pencerahan Mengenai Ilmu Georadar dan
Geolistrik
>
> Mohon Pencerahan Mengenai Ilmu “Georadar & Geolistrik”
> Yth Bapak / Ibu Geologist,
> Saya belum pernah sekalipun membaca hasil penelitian ilmiah mengenai
Piramida atau Punden Berundak di Gunung Padang dari sumber manapun. Saya
hanya membaca laporan utama Tempo Edisi 27 Agu – 2 Sep 2012 dengan judul
sampul: Mimpi Emas di Gunung Padang. Tempo memaparkannya secara menarik dan
berimbang, baik dari sisi tim peneliti terpadu maupun dari pihak yang tidak
sepaham.
> Tempo edisi 3-9 September 2012, memuat surat pembaca dari Bapak DR. Danny
Hilman Natawidjaja. Isinya kurang lebih tanggapan Bapak Danny atas tulisan
Prof Mundardjito dan Junus S. Atmodjo pada Tempo edisi G Padang. Ada bagian
kalimat tanggapan dari Pak Danny yang saya kutipkan disini:
> “ Interpretasi georadar dan geolistrik oleh geolog sama dengan imaji
ultrasonografi atau sinar-X oleh dokter”.
> Saya sepenuhnya tidak paham apa itu interpretasi georadar dan geolistrik,
hanya kalau sinar-X, saya bingung juga kalau dikatakan hasilnya
“Interpretasi”. Saya punya pengalaman disinar-X karena patah tulang ruas
telapak tangan, hasil rontgennya diperlihatkan oleh dokter kepada saya.
Saya lihat betul bahwa ruas tangan saya patah dan tidak perlu lagi
pembuktian dengan pembedahan untuk meyakinkan bahwa ruas tulang tangan saya
benar-benar patah.
> Pertanyaan saya, apa yang dimaksud dengan “interpretasi Georadar dan
Geolistrik” ?. Apakah produknya seperti gambaran patah tulang ruas tangan
yang tidak perlu lagi pembuktian dengan pembedahan ?
> Mohon pencerahan Bapak Danny dan atau juga Bapak/Ibu Geolog yang paham
dengan Georadar / Geolistrik.
> Salam Pencerahan,
> Bob Yuris Chandra
> Palynologist Partikelir
>
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke