2012/9/26 Ok Taufik <[email protected]>

> Abah,
> Langsung dari sumbernya
>
> http://www.kbn.co.id/id/files/peraturan/UU/Undang-Undang%20No.%206%20Tahun%201968.pdf
> BAB II.
>
> PENGERTIAN PERUSAHAAN NASIONAL DAN
>
> PERUSAHAAN ASING.
>
> Pasal 3.
>
> (1) Perusahaan nasional adalah perusahaan jang sekurang- kurangnja 51%
> daripada modal dalam negeri jang ditanam didalammnja dimiliki oleh Negara
> dan/atau, swasta nasional Persentase itu senantiasa harus ditingkatkan
> sehingga pada tanggal 1 Januari 1974 menjadi tidak kurang dari 75%.
>
Tulisanku 2008 juga menjelaskan peran NOC yang semakin kuat di beberapa
negara penghasil migas.
Dibawah ini ada chart yg menunjukkan bahwa beban Pertamina semua politis
(menurut studinya Rice University 2007).

rdp
*Pergeseran peran NOC* *(National Oil Corporation) *dalam kancah
global energi<http://rovicky.wordpress.com/2008/03/09/pergeseran-peran-noc/>
Posted on 9 Maret 2008 by Rovicky






1 Votes

[image: noc_1.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_1.jpg>Ketika
menulis (*terlalu*) banyaknya politik yang “*bermain*” di Pertamina,
langsung banyak yang ngirim email, “*Aah, apa iya atau hanya sekedar issue
menjelang pemilu 2009*“. Wah pemilu masih tahun depan, kan ? Bukan, … aku
bukan menghubungkan dengan pemilu tetapi aku hanya ingin mengungkapkan
bagaimana strategisnya NOC (*National Oil Corporation*) dalam sebuah negara
saat ini.

Sekali lagi hanya mengingatkan bahwa jumlah cadangan migas di dunia saat
ini berjumlah 1,119.615 (World Oil) hingga 1,292.936 (Oil and Gas Journal).
Dari jumlah itu lebih dari 77% dikuasai oleh NOC. Dan produksinya saat ini
lebih 50% diproduksi oleh NOC. Artinya secara relatif, IOC (*International
Oil Corporation*) lebih banyak memproduksi minyaknya ketimbang NOC yang
cenderung “menahan” atau menyimpan untuk persiapan di masa sulit mendatang.

* [image: :(] “Kalau gitu apa artinya ya, Pakdhe ?”
[image: :D] “Banyak yang bisa disimak, Thole. Mungkin NOC lebih berpikir
‘menyimpan’ untuk masa depan, mungkin juga NOC kurang cerdas dalam
memproduksi, atau IOC hanya berpikir sepanjang masa kontrak saja, sehingga
cenderung menyedotnya cepat-cepat”*

*B**agaimana kalau NOC vs IOC dihadapkan head to head ?*

Pergeseran sumber energi global

[image: 
worldenergy.jpg]<http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/worldenergy.jpg>NOC
atau National Oil Company adalah perusahaan minyak yang dimiliki atau
dikuasai oleh negara (*state* *corporate*). Perusahaan ini kebanyakan *awalnya
hanya sebagai regulator (pengatur)* namun akhirnya banyak yang berevolusi
menjadi sebuah perusahaan minyak yang juga ikut beroperasi. Pergeseran ini
sangat mungkin dipicu oleh perubahan geopolitik dunia serta semakin langka
atau justru semakin terkuncinya kebutuhan energi minyak dalam mengisi
kebutuhan energi primer di dunia. (Bacaan terkait “*Kemana “lari”nya minyak
bumi ini 
?*).<http://rovicky.wordpress.com/2006/12/03/kemana-larinya-minyak-bumi-ini/>

Produksi minyak mungkin masih akan bertahan hingga 2020-2030, tetapi
setelah itu harus ada sumber energi lain yang mampu menggantikannya. Oleh
sebab itu kepastian pasokan energi ini menjadi hal yang penting dan harus
dimulai dari saat ini. Dan sepertinya inilah yang menjadi dasar mengapa
terjadi pergeseran peranan NOC dari regulator menjadi operator.

*Siapa saja sih NOC dan IOC itu *?

NOC yang terkenal (cadangan dalam milyar barrel) antara lain: Saudi Arabian
Oil Company (295); National Iranian Oil Company (287); Qatar Petroleum
(165); Abu Dhabi National Oil Company (137); Iraq National Oil Company
(137) ; Gazprom Russia (115); Kuwait Petroleum Corporation (107); Petróleos
de Venezuela S.A. (102); Nigerian National Petroleum Corporation (62);
National Oil Corporation (Libya) (45); Sonatrach Algeria (40); Rosneft
Russia (35). Tentunya juga termasuk Pertamina (Indonesia) dan Petronas
(Malaysia).

Sedangkan IOC (International Oil Corporation) adalah perusahaan minyak yang
usahanya terutama dalam bidang hulu Explorasi dan Produksi (Upstream) dan
juga usaha pengilangan dan pemasaran (Downstream) antara lain yang sering
disebut major Exxon-Mobil, Chevron, BP, SHELL, dll. Dan juga perusahaan
lebih kecil (independent) seperti HESS, Murphy oil, dll. Kepemilikan
perusahaan ini seringkali ada pada personal maupun dijual dalam *stock
exchange market* (pasar modal).

* [image: :(] “Looh kalau Schlumberger itu apa Pakdhe ?”
[image: :D] “Mereka itu golongan ‘services company’, ada yg sangat besar
assetnya diantaranyaSchlumberger, Halliburton, Baker, dll. Jadi kamu harus
tahu ada beberapa kelompok perusahaan di bidang migas”
*

Tidak seluruhnya IOC merupakan saham swasta, beberapa merupakan gabungan.
Misalnya Shell yg dimiliki kerajaan Belanda, BP, ENI, Total dsb.
*Membandingkan beberapa NOC *

Dibawah ini ada beberapa gambar yang menunjukkan posisi beberapa NOC dan
juga perbandingan dengan IOC di dunia. Sumber dari gambar dibawah ini
kebanyakan dari studinya Rice University yang dilakukan beberapa tahun ini
dan dipublikasikan pada tahun 2007. Jadi bukan berita baru tetapi (mungkin)
jarang yang mengamati.
Kebijakan Socio-economic di NOC

Karena perusahaan ini merupakan *state company* atau milik negara tentusaja
ada tujuan sosial. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya mengapa Pertamina
itu penting, karena fungsi ini akan melekat pada sebuah state company.

[image: noc_2.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_2.jpg>

Masing-masing NOC tidak sama dalam menyikapi perubahan peran NOC dalam
global energy market shift. Disini terlihat bahwa untuk Indonesia,
Pertamina tidak lagi bertanggung jawab dalam energy security (ketananan
energi nasional). Bahkan menurut studinya Rice University ini, kebanyakan
kebijakan Pertamina merupakan kebijakan politik. Pertamina seolah menjadi
banci (maaf) karena gaya atau *policy *ekonominyapun juga tidak dominan.

Tapi jangan buru-buru *sewot*, ini kan pandangan orang luar terhadap
pertamina. Hanya orang dalam yang mungkin lebih pas memberikan keterangan.
Dalam sebuah acara *BUMN Executive Breakfast
Meeting<http://www.pertamina.com/index.php?Itemid=593&id=2699&option=com_content&task=view>
* di Pertamina tanggal 10 May 2007 diadakan pembicaraan bertopik : “Menuju
Ketahanan Energi Nasional” yang tentusaja dihadiri oleh Menteri ESDM, dll.
MESDM sangat konsen dengan peran Pertamina dalam energy security ini. Tapi
sebaiknya untuk khususnya Pertamina ditulis terpisah saja ya. Kita bicara
NOC di negara-negara lain.

* [image: :(] “Jangan lupa lo, Pakdhe. Pan aku pingin tahu bagaimana
Pertamina dipandang oleh orang lain juga” *

* Efisiensi penggunaan tenaga profesi*

[image: noc_3.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_3.jpg>

Cirikhas perusahaan negara adalah memiliki jumlah pekerja yang sangat *
buanyak*. Hal ini tentusaja menjadi tolok ukur efisiensi dibanding jumlah
minyak yang dihasilkan. Sekali lagi salah satu tujuan dibentuknya NOC
adalah menampung tenaga kerja lokal. Petrochina merupakan perusahaan yg
memiliki cirikhas ini, memiliki pekerja sangat banyak tetapi
output/produksinya sedikit. Tetapi China juga memiliki NOC lain yaitu CNOOC
yang lebih efisien dalam menggunakan tenaga profesionalnya.

Aramco juga terlihat efisien, tetapi harus dimengerti bahwa
lapangan-lapangan minyak Aramco sangat buagus, dan “mudah” dioperasikan.
Produksinya yang suangat banyak ini akhirnya “menipu” (*mis lead*) .

Dari ilustrasi grafis diatas memperlihatkan bahwa IOC besar menggunakan
tenaga kerjanya cukup efisien. Hanya dengan memerlukan 19-27 tenaga
professional mampu memproduksi setiap juta minyaknya.
*Jumlah produksi di dalam negeri*

[image: noc_5.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_5.jpg>NOC
ini tentusaja juga beroperasi di negerinya, namun juga ada perusahaan lain
yang juga beroperasi sebagai produsen. Shingga tidak seluruh produksi
sebuah negara itu dapat diklaim sebagai produksi dari NOC-nya. CNOOC kecil
produksi dalam negerinya, tetapi Pterochina cukup besar, sehingga total NOC
china memiliki produksi cukup besar di dalam negerinya sendiri.

Petronas memiliki operasi (daerah explorasi dan produksi) di negerinya
sendiri, dan cukup kuat karena hampir semua blok selalu ada sahamnya
Petronas Carigali sebagai local partner. Bahkan produksinya dapat mencapai
60% dari total produksi negeri itu. Hal ini disebabkan Petronas dapat
mengeklaim produksi total negaranya. Untuk Pertamina, tunggu tulisan
berikutnya ya [image: :P]
*Produksi dan aktifitas di negara lain*

[image: noc_6.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_6.jpg>Tidak
semua perusahaan NOC ini melakukan kegiatan eksplorasi di luar negerinya (*go
international)*. Mungkin karena perusahaan NOCnya tidak hanya satu,
sehingga ada pembagian tugas bagi NOC ini, atau cadangan serta* pekerjaan
rumah*nya masih banyak yg belum selesai. Petronas merupakan perusahaan NOC
yang paling aktif di luar negerinya, hal ini sangat mungkin disebabkan
sudah merasa cukup puas dengan pekerjaan rumahnya, dan memiliki kemampuan
berkiprah dan bersaing dengan IOC. Selain itu jumlah cekungan di Malaysia
hanya 3 yang utama dan tidak sekompleks diversitynya dibandingkan dengan
Indonesia yang memiliki Cekungan sedimen lebih dari 60.

Malaysia justru tidak memberikan kesempatan perusahaan migas bermodal
swastanya untuk bereksplorasi di negerinya sendiri. Misalnya Genting oil,
yang justru melakukan kegiatan eksplorasi di Indonesia.
* Perolehan dari minyak yang dihasilkan perbarrel*

[image: noc_7.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_7.jpg>Data
tahun 2004 ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan itu mengelola
resourcesnya. Terlihat bahwa kebanyakan NOC tidak mampu mengalahkan
efisiensi dari perusahaan migas IOC. Ya tentusaja, kalau dilihat diatas
jumlah pekerja professionalnya saja sangat banyak di NOC ini. Statoil dari
Norwegia ini merupakan contoh paling bagus dari perolehan perbarrel
minyaknya. Bahkan mampu mengalahkan perusahaan IOC lainnya.

Statoil ini saat ini sudah menggandeng Pertamina untuk mengekspolrasi
daerah *deepwater* (laut dalam) di Indonesia. Bahkan Statoil ini sudah membuka
kantor <http://www.norway.or.id/business/oil/statoil_new_office.htm> di
Jakarta. Apakah Statoil akan eksplorasi saja, tentusaja tidak. Stat oil
ingin belajar tentang
LNG<http://www.statoil.com/statoilcom/snohvit/svg02699.nsf/UNID/05EA0A47194EAEE2C1256EBB0025364B?OpenDocument>dari
Indonesia. Jangan lupa Indonesia merupakan negara pioneer dalam
pengembangan LNG di dunia ini, looh [image: :)] .
*Resource Replacement Ratio *

[image: 
cadangan-produksi.jpg]<http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/cadangan-produksi.jpg>Dalam
studinya Baker Institute-Rice University juga disebutkan bahwa penemuan
migas selama ini lebih banyak dilakukan oleh IOC, karena perusahaan ini
lebih aggresive dalam melakukan eksplorasi. Namun juga perusahaan ini
jugalah yang juga aggresif memproduksi. Sehingga Resource replacement atau
penemuan cadangan pengganti di perusahaan IOC sangat buruk. Kalau hal ini
berlangsung terus, maka cadangan migas global akan lebih cepat habis
sebelum mendapatkan pengganti.

Disebelah ini grafis cadangan minyak di negara-negara terbesar kandungan
minyaknya, dan sisa waktu apabila diproduksi dengan laju konstant. (sumber
data : Wikipedia)

Secara global perilaku ini akan membahayakan ketersediaan minyak dimasa
depan.
*Beban sosial NOC*

[image: noc_4.jpg] <http://rovicky.files.wordpress.com/2008/03/noc_4.jpg>

Selain memiliki tugas untuk menjaga kontinuitas pasokan energi untuk
negaranya, NOC juga sering dibebani dengan tugas sosial, antara lain dengan
menyediakan BBM bagi warga negaranya. Disebelah ini grafis yang
memperlihatkan bagaimana perbandingan harga BBM di negara-negara di dunia
yang memiliki NOC. Memang tidak mudah mengelola NOC tetapi itulah tugas NOC.

Di China harga BBM cukup mahal, namun kalau dilihat dalam *chart
*socio-economic
diatas terlihat bahwa ada pembagian tugas di beberapa NOC yang dimiliki
China. Sinopec merupakan NOC China yang bertanggung jawab terhadap welfare
rakyatnya, namun pertimbangannya tetap bukan politik tetapi pertimbangan
ekonomi. Sedangkan NOC-China lainnya (CNOOC) merupakan perusahaan NOC yang
tugasnya mirip IOC, yaitu *profit oriented*.

Bagaimana dengan Indonesia ? Indonesia memiliki Pertamina yang memiliki
peran strategis dalam menentukan ketahanan energi nasional. Tapi pertamina
ini unik dan khusus, sebaiknya didongengkan terpisah, ya ? [image: :)]

*Apa yang bisa dipelajari ?*

* [image: :(] “Wah ini cirikhas Pakdhe, belum apa-apa udah disuruh
dipelajari. Kapan main D-3 <http://www.dpreview.com/previews/nikond3/>nya
Pakdhe ?” [image: :P]
*

Ada beberapa hal yang patut kita pelajari tentang kiprah NOC-NOC selama ini.

   - Peran NOC menjadi strategis untuk negara-negara yang energi primernya
   masih mengandalkan migas (seperti Indonesia).
   - Peran kebijakan sisio-politics sebuah NOC sangat menentukan kinerja
   perusahaan yang bersangkutan.
   - Tidak ada kesamaan antar satu NOC dengan NOC yang lain. Masing-masing
   memiliki cirikhas yang disesuaikan dengan kebutuhan negaranya masing-masing.
   - Satu negara dapat memiliki beberapa NOC untuk memberikan pembagian
   tugas.
   - Tidak semua NOC berevolusi atau bercita-cita menjadi seperti IOC.
   - Peran NOC yang kuat sangat diperlukan di Indonesia, …. Pertamina ….
   hmmm (*tunggu tulisan selanjutnya*)

Dongengan terkait :

   - *Jual saja sebagian kecil sahamnya* Pertamina di bursa
   <http://rovicky.wordpress.com/2008/03/14/jual-saja-sebagian/>
   - Indonesia perlu *Pertamina-Pertamina yang lain * sebagai NOC
   
<http://rovicky.wordpress.com/2008/03/14/indonesia-perlu-pertamina-pertamina-yang-lain-sebagai-noc/>
   - Sepintas mengenal IOC -* International Oil Corporation *-
   <http://rovicky.wordpress.com/2008/03/12/mengenal-ioc/>
   - *Pergeseran peran NOC* *(National Oil Corporation) *dalam kancah
   global energi
   <http://rovicky.wordpress.com/2008/03/09/pergeseran-peran-noc/>
   - NOC dan IOC – Pentingnya Pertamina sebagai bagian dari *Ketahanan
   (energi) Nasional*<http://rovicky.wordpress.com/2008/03/07/noc-dan-ioc-1/>
   <http://rovicky.wordpress.com/2008/03/07/noc-dan-ioc-1/>

Sumber referensi :

-* The Changing **Role of National Oil Companies in International Energy
Markets*, Rice University, April 2007

Kirim email ke