Al Amin,

Ini pendapat saya loh, press release ini perlu krn pak Wamen lately banyak
mengeluarkan statement yg aneh2, anda harus ingat dalam setiap "Capturing
Asset" ... baca lapangan Migas ... yg turun duluan itu team G&G, untuk
memastikan besar containernya, Sw, Porosity, pressure untuk melihat
reservoir conectivity dsb, up-side potential dari yg undrill prospects and
leads, setelah tahu reservesnya baru Res-Eng dan Driller dan Facilities Eng
ikut turun, aku masih ingat waktu EM masuk ke Angola th 80an, yg turun
cuman Chef Geoscientist di bantu bbrp stratigrapher, karena neednya memang
begitu, dari hasil itu diputuskan ambil (krn waktu itu stagenya masih dalam
stage Exploration), critanya itu sukses pengaplikasian Seq.Strat oleh EM yg
di temukannya di th 1977. Hasilnya EM sekarang produksinya >1BBOD dari
Angola. Seingatku selama di New Venture yg ditargetkan dari HQ misal untuk
SEA and Aussie .... hanya bagus di lanjut kalau potential recoverable
resurcesnya misal >500MMBO, kalau ada yg seperti ini (baca dg argumen G&G
yg make sense) maka budgetnya akan dikeluarkan, karena kalau ada
reserves>500 MMBO meskipun sunk costnya 300jt USD toh discovery costnya
cuman 300/500 = 0.6 USD/ bbl ini sudah murah sekali.

Nah berdasarkan assumsi ini maka itulah analoginya kenapa IAGI bikin
statement / press realese, yg tahu isi blok Mahakam itu G&G baik yg
remaining reserves maupun yg up-side potentialnya, lah IATMI mestinya
nanti, dg begini bukan berarti IATMI tidak penting loh, ya penting tapi
lebih down the road of the process.

Begitu pak Al Amin

Salam
makan siang yuk .... Avi

2012/10/24 Amir Al Amin <[email protected]>

> saya bingung juga dg format press release ini.
> walau begitu  sangat menghargai langkah ini.
>
> sejogjanya ada press release bersama IAGI-IATMI-HAGI
> karena mengelola ladang migas bukan hanya domain IAGI.
> tantangan bidang engineering (construction, drilling,production)  mungkin
> malah lebih besar. karena cost-nya kan kebanyakan ke sana, bukan ke G&G.
>
> salam,
>
>
>
> 2012/10/24 o - musakti <[email protected]>
>
>>   Lha kalau gitu judulnya jangan press release IAGI lengkap dengan
>> tandatangan ketua umum dibawahnya dong dhe...he ehe he...
>>
>>  ------------------------------
>> *From: *Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>;
>> *To: *<[email protected]>;
>> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu
>> Mengelola PSC yang Habis Kontrak
>> *Sent: *Wed, Oct 24, 2012 4:24:30 AM
>>
>>   Press releasenya yang lengkap akan dikeluarkan pada Hari Sumpah Pemuda
>> besok setelah Panel Diskusi.
>> Ini liputan awal sebagai teaser ;-)
>>
>> RDP
>>
>> 2012/10/24 o - musakti <[email protected]>
>>
>>>   Agak bingungdotcom....
>>>
>>> Ini Press release khan keluarnya dari IAGI yang diwakili cak Ketum.
>>> Tapi bahasa yang dipakai koq bahasa orang ketiga : Kata ketua IAGI,
>>> Rovicky berpendapat, menurut RDP dll. ?
>>> Jadi berkesan bahwa ini adalah liputan berita wartawan atas pengumuman
>>> IAGI.
>>>
>>> Mestinya yang dipakai adalah bahasa orang pertama semisal IAGI
>>> menganggap..., saya sebagai ketua IAGI berpendapat.... posisi IAGI
>>> adalah... Dll.
>>>
>>> Sekedar koreksi sajah.
>>>
>>> Salam
>>> Oki
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From: *ES <[email protected]>;
>>> *To: *[email protected] <[email protected]>;
>>> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu
>>> Mengelola PSC yang Habis Kontrak
>>> *Sent: *Wed, Oct 24, 2012 2:11:22 AM
>>>
>>>    MANTAP!!!
>>>
>>> wslkm
>>>
>>> ES
>>>
>>>    *From:* iagi <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Cc:* [email protected]
>>> *Sent:* Wednesday, October 24, 2012 8:13 AM
>>> *Subject:* [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu Mengelola
>>> PSC yang Habis Kontrak
>>>
>>>
>>> *Press Release IAGI : Indonesia Mampu Mengelola PSC yang Habis Kontrak*
>>> Kepercayaan terhadap kemampuan dan potensi yang dimiliki anak bangsa
>>> harus diperlihatkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah memberikan hak
>>> pengelolaan blok migas asing yang sudah selesai masa kontraknya kepada
>>> perusahaan minyak nasional.
>>> ‘’Kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, sangat mampu untuk
>>> mengelola blok migas dimanapun,’’ kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi
>>> Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari di Jakarta, Selasa (23/10/12).
>>> Persoalan finansial juga tidak menjadi masalah, karena semua fasilitas
>>> untuk memproduksi minyak yang sudah habis masa kontraknya, sudah terbayar.
>>> Dalam beberapa pekan belakangan ini, muncul perdebatan mengenai siapa
>>> yang pantas untuk mengelola Blok Mahakam yang akan berakhir pada 31 Maret
>>> 2017 nanti. Meskipun masih cukup lama tetapi ancang-ancang untuk
>>> memperebutkan pengelolaan blok tersebut sudah dimulai.
>>> Di satu sisi ada kelompok kritis yang menginginkan agar pengelolaan blok
>>> yang habis masa kontraknya diberikan sepenuhnya kepada perusanaan nasional,
>>> khususnya Pertamina. DI pihak lain, banyak orang pemerintah yang masih
>>> berpikir untuk tetap memberikan blok tersebut kepada asing.
>>> Menyikapi perdebatan tersebut, Rovicky tetap berpendirian bahwa
>>> semestinya diberikan ke perusahaan nasional. Bagi dia tidak alasan kontrak
>>> pengelolaan blok itu diperpanjang atau diberikan kembali ke perusahaan
>>> asing.
>>> Menurut Rovicky, banyak keuntungan yang diperoleh jika pengelolaan
>>> dipegang oleh perusahaan nasional. Pertama dari sisi pendapatan, karena
>>> dikelola oleh perusahaan nasional, maka hasil keuntungan tidak akan lari
>>> keluar negeri. Apalagi jika pengelolaan diberikan kepada Pertamina, maka
>>> negara dan rakyat yang akan diuntungkan.
>>> Kedua dengan pengelolaan di tangan perusahaan nasional berarti
>>> memberikan peluang kerja yang lebih luas kepada tenaga kerja Indonesia.
>>> Ketiga yang tidak kalah penting adalah menjamin bahwa produksi minyak dan
>>> gas itu untuk kepentingan domestic. ‘’Security of supply akan lebih
>>> terjamin,’’ kata Rovicky.
>>> Dalam konteks yang lebih luas, Rovicky memandang bahwa pengelolaan
>>> sumberdaya alam oleh persauaan domestic itu sekaligus juga merupakan
>>> strategi untuk mencapai ketahanan energi. Masa depan dunia salah satunya
>>> adalah ketahanhan energi, sehingga kita perlu mengamankan penggunaan energi
>>> dalam negeri kita sendiri.
>>> Secara hukum, blok yang sudah habis masa kontraknya itu dikembalikan
>>> kepada negara. Di sini pemerintah akan menentukan apakah kontrak tersebut
>>> diperpanjang atau tidak. Dalam masa pemerintahan Orde Baru, hampir semua
>>> kontrak yang habis masa kontraknya diperpanjang lagi, termasuk Blok Mahakam
>>> yang dulu berakhir pada 31 Maret 1997 dan kemudian diperpanjang.
>>> Kini, kata Rovicky, dalam masa pemerintahan yang demokratis ini saatnya
>>> menempatkan nasionalisme digaris terdepan sebagai alat untuk
>>> mensejahterakan rakyat. ‘’Nasionalisme itu kita buktikan dengan memberikan
>>> blok yang habis masa kontraknya ke perusahaan nasonal,’’ katanya.
>>> Terkait dengan itu, IAGI akan mengadakan diskusi panel bertajuk
>>> ‘Nasionalisasi Sumberdaya Alam’ pada 28 Oktober 2012 di Aula Mandiri Kampus
>>> UI Depok. Diskusi yang mengusik nasionalisme di bidang migas itu sekaligus
>>> untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke 84.
>>> (Iagi.or.id <http://iagi.or.id/>)
>>>
>>> Jakarta , 22 Oktober 2012
>>>
>>> Ikatan Ahli Geologi Indonesia
>>> Presiden / Ketua Umum
>>> TTD
>>> *Rovicky Dwi Putrohari*
>>> Mobile phone : 08159120363
>>>
>>> * *
>>>
>>>
>>>
>>> --------------------------------------------------------------------------------
>>> PP-IAGI 2011-2014:
>>> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>>> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>>>
>>> --------------------------------------------------------------------------------
>>> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
>>> REGISTER NOW !
>>> Contact Person:
>>> Email : [email protected]
>>> Phone : +62 82223 222341 (lisa)
>>>
>>> --------------------------------------------------------------------------------
>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>> For topics not directly related to Geology, users are advised to post
>>> the email to: [email protected]
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id/
>>>
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>>> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
>>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
>>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
>>> use of any information posted on IAGI mailing list.
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*
>>
>
>
>
> --
> ***********************************
> Amir Al Amin
> Operations/ Wellsite Geologist
> (62)811592902
> amir13120[at]yahoo.com
> amir.al.amin[at]gmail.com
> ************************************
>

Kirim email ke