Saya komentar juga deh ... buat Taufik yg Woooke .... (baca OK yah) .... peace bro
Saya kira semua G&G tahu bawa seismic itu punya "tuning resolution" artinya tidak semua layer itu bisa di image dg jelas, dg velocity 2000m/sec maka tebal lapisan yg 2m makan akan terlihat cuman 2 ms (milli second) jadi ga bisa terlihat di seismic, padahal 2m itu tebal loh lah aku aja tingginya cuman 165 cm atau kurang dari 2m, demikian juga log punya limitasi, katakan 0.5 feet (15 cm), sedangkan dalam core laminasi bisa cuman kurang dari 1mm. Ini saja sudah merupakan kompleksitas G&G dan harus di solved oleh G&G bukan oleh Res-Eng .... apalagi Driller / drlling Engineer. Ini pengalaman pribadi, di tahun 2006 saat pertama kali kerja di lokal Kompeni, si Res-Eng bilang gini .... Avi, kita ga perlu you atau geologist yg kita perlukan cuman Rig dan bor titik. Apa yg terjadi ... kita ketemu air, padahal well sudah di letakkan diatas level Oil-Water Contact, ini terjadi karena kompleksitas reservoir sandstone yg di endapkan di Tidal dominated Delta, reservoir development secara strike lebih tidak menentu karena yg ada reservoirnya berkembang sebagai lobe dg lebar 300-500m saja, sedangkan secara dip lebih continue bisa 2000-3000m, shg dg demikian maka placement well harus nurut reservoirnya yg harus dilakukan oleh G&G, setelah di pelajari reservoir arsitekturnya dg "baek" baru hasilnya agak lumayan tapi itupun masih ada bbrp dry hole (baca wet) yg mana ini perlu G&G yg tangguh untuk meng-address masalah tsb. So far aku sudah nangani bbrp TAC dan KSO juga ada PSC (ga bisa cerita banyak krn masih dalam tahap Explorasi), tapi yg sudah dalam taraf produksi, memang G&G itu ternyata tidak semudah kayak membalik telapak tangan, baek itu di Sandstone reservoir, Reefal or detrital ls reservoir ... itu sama sulitnya. Data lain yg pernah aku lihat West Seno, Niger Delta (mulai yg shelf deposit sampai yg slope dan basin floor deposit), Data Angola, Data GOM, Mahakam Delta, .... yg limestone reservoir Arun, NSO, Banyu Urip, Alas Tua, Kepodang, BD, Globerina OOze di Madura Strait, Poleng dsb buanyak banget, kayaknya semua punya keunikan sendiri dan kayaknya ngga ada tuh yg ngga perlu G&G Tetap semangat dan Selamat Iedul Qurban bagi yg menjalankannya Lagi puasa nih jadi harus tetep tawaddu' dan husnuddhon. Salam Avi 2012/10/25 noor syarifuddin <[email protected]> > Pak Taufik yang selalu Ok... > > Terlepas dari topik diskusi ini, saya kok kurang sepakat yang dengan > kalimat di bawah ini ya..... lha kalau tanpa G&G terus mau dikemanakan > awak-awak ini ...:-) > Saya kira sebagai geologis kawakan, pak Taufik paham betul bahwa inti dari > aktifitas explorasi dan exploitasi migas adalah ya di GGR nya itu (walau > orang HR sering nggak setuju dengan ini...:-) .... > tapi kalau orang geologi sendiri sudah menyatakan tidak perlu G&G ya > mungkin kita akan masuk "harvest mode" dimana yang diutamakan hanya > reservoir management (buka tutup choke saja...:-). Jadi mungkin betul > seperti yang ditulis sampeyan: hanya perlu production dan maintenance > engineer saja... :-) > > Sudah proven cadangannya...? lha apa berarti semua sudah masuk kategori > 1P ? ya nggak dong.... di sini yang harus dijelaskan bahwa dalam tahap > pengembangan lapanganpun masih ada resiko (walaupun jauh lebih kecil dari > tahapan eksplorasi)... di banyak KPS ada lho sumur-sumur pengambangan yang > "dry", cuman memang tidak banyak dibahas karena tidak masuk informasi > scouting.......resiko juga ada pada tahap operasi dan produksi: keluar air > yang lebih cepat, produksi pasir dll... > > Untuk info tambahan, tahun 2007 TOTAL baru start up produksi lapangan > Sisi-Nubi dan insya Allah november ini TOTAL akan start up produksi > lapangan Stupa. Pada saat yang bersamaan, tahun ini kita juga akan ulang > tahun produksi lapangan Bekapai yang ke 40 (ini lapangan bandel banget, > sudah berkali-kali mau di"mati"kan tapi masih produksi terus dan sekarang > malah naik lagi ...:-) > > > > > salam, > > *From:* Ok Taufik <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, October 24, 2012 6:34 PM > > *Subject:* Re: [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu > Mengelola PSC yang Habis Kontrak > ** > sebenarnya Mir tanpa GnG siapa saja juga bisa meneruskan field ini, kan > lapangannya sudah proven cadangannya..sudah ditemukan sama Total dari 1973, > atau butuh tidak construction engineernya?..dimana semua facility sudah > dikembangkan sama mereka, siapapun yg akan meneruskan kontrak blok mahakam > ini tinggal jalan saja dan tentu bisa, sekelas pertamina sampai sumber > sarana jelas mampu. > untuk blok pasca development seperti ini memang selayaknya kemampuan > menjalankan produksinya tentu ke bagian production, maintenance engg. dan > sejenisnya, jadi soal mampu atau tidak untuk menjalankan lapangan produksi > begini lebih enak menanyakan ke keahlian tersebut. Earth science (asing > dan indonesia di TEPI) secara nyata sudah berjasa di awal explorasi Mahakam. > ** > 2012/10/24 Amir Al Amin <[email protected]>** > > saya bingung juga dg format press release ini. > walau begitu sangat menghargai langkah ini. > > sejogjanya ada press release bersama IAGI-IATMI-HAGI > karena mengelola ladang migas bukan hanya domain IAGI. > tantangan bidang engineering (construction, drilling,production) mungkin > malah lebih besar. karena cost-nya kan kebanyakan ke sana, bukan ke G&G. > > salam, > ** > > 2012/10/24 o - musakti <[email protected]>** > > Lha kalau gitu judulnya jangan press release IAGI lengkap dengan > tandatangan ketua umum dibawahnya dong dhe...he ehe he... > ** > *From: *Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>; > *To: *<[email protected]>; > *Subject: *Re: [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu > Mengelola PSC yang Habis Kontrak ** > *Sent: *Wed, Oct 24, 2012 4:24:30 AM > ** > Press releasenya yang lengkap akan dikeluarkan pada Hari Sumpah Pemuda > besok setelah Panel Diskusi. > Ini liputan awal sebagai teaser ;-) > > RDP > > 2012/10/24 o - musakti <[email protected]>** > > Agak bingungdotcom....****Ini Press release khan keluarnya dari IAGI > yang diwakili cak Ketum.**Tapi bahasa yang dipakai koq bahasa orang > ketiga : Kata ketua IAGI, Rovicky berpendapat, menurut RDP dll. ?**Jadi > berkesan bahwa ini adalah liputan berita wartawan atas pengumuman IAGI.*** > *Mestinya yang dipakai adalah bahasa orang pertama semisal IAGI > menganggap..., saya sebagai ketua IAGI berpendapat.... posisi IAGI > adalah... Dll.****Sekedar koreksi sajah.****Salam**Oki > ** > *From: *ES <[email protected]>; > *To: *[email protected] <[email protected]>; > *Subject: *Re: [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu > Mengelola PSC yang Habis Kontrak > *Sent: *Wed, Oct 24, 2012 2:11:22 AM > ** > MANTAP!!! > > wslkm > > ES > ** > *From:* iagi <[email protected]>***To:* [email protected] ***Cc:* > [email protected] ***Sent:* Wednesday, October 24, 2012 8:13 AM** > *Subject:* [iagi-net-l] Press release IAGI : Indonesia Mampu Mengelola > PSC yang Habis Kontrak > ** > > *Press Release IAGI : Indonesia Mampu Mengelola PSC yang Habis Kontrak* > Kepercayaan terhadap kemampuan dan potensi yang dimiliki anak bangsa harus > diperlihatkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah memberikan hak > pengelolaan blok migas asing yang sudah selesai masa kontraknya kepada > perusahaan minyak nasional. > ‘’Kita memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, sangat mampu untuk > mengelola blok migas dimanapun,’’ kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi > Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari di Jakarta, Selasa (23/10/12). > Persoalan finansial juga tidak menjadi masalah, karena semua fasilitas > untuk memproduksi minyak yang sudah habis masa kontraknya, sudah terbayar. > Dalam beberapa pekan belakangan ini, muncul perdebatan mengenai siapa yang > pantas untuk mengelola Blok Mahakam yang akan berakhir pada 31 Maret 2017 > nanti. Meskipun masih cukup lama tetapi ancang-ancang untuk memperebutkan > pengelolaan blok tersebut sudah dimulai. > Di satu sisi ada kelompok kritis yang menginginkan agar pengelolaan blok > yang habis masa kontraknya diberikan sepenuhnya kepada perusanaan nasional, > khususnya Pertamina. DI pihak lain, banyak orang pemerintah yang masih > berpikir untuk tetap memberikan blok tersebut kepada asing. > Menyikapi perdebatan tersebut, Rovicky tetap berpendirian bahwa semestinya > diberikan ke perusahaan nasional. Bagi dia tidak alasan kontrak pengelolaan > blok itu diperpanjang atau diberikan kembali ke perusahaan asing. > Menurut Rovicky, banyak keuntungan yang diperoleh jika pengelolaan > dipegang oleh perusahaan nasional. Pertama dari sisi pendapatan, karena > dikelola oleh perusahaan nasional, maka hasil keuntungan tidak akan lari > keluar negeri. Apalagi jika pengelolaan diberikan kepada Pertamina, maka > negara dan rakyat yang akan diuntungkan. > Kedua dengan pengelolaan di tangan perusahaan nasional berarti memberikan > peluang kerja yang lebih luas kepada tenaga kerja Indonesia. Ketiga yang > tidak kalah penting adalah menjamin bahwa produksi minyak dan gas itu untuk > kepentingan domestic. ‘’Security of supply akan lebih terjamin,’’ kata > Rovicky. > Dalam konteks yang lebih luas, Rovicky memandang bahwa pengelolaan > sumberdaya alam oleh persauaan domestic itu sekaligus juga merupakan > strategi untuk mencapai ketahanan energi. Masa depan dunia salah satunya > adalah ketahanhan energi, sehingga kita perlu mengamankan penggunaan energi > dalam negeri kita sendiri. > Secara hukum, blok yang sudah habis masa kontraknya itu dikembalikan > kepada negara. Di sini pemerintah akan menentukan apakah kontrak tersebut > diperpanjang atau tidak. Dalam masa pemerintahan Orde Baru, hampir semua > kontrak yang habis masa kontraknya diperpanjang lagi, termasuk Blok Mahakam > yang dulu berakhir pada 31 Maret 1997 dan kemudian diperpanjang. > Kini, kata Rovicky, dalam masa pemerintahan yang demokratis ini saatnya > menempatkan nasionalisme digaris terdepan sebagai alat untuk > mensejahterakan rakyat. ‘’Nasionalisme itu kita buktikan dengan memberikan > blok yang habis masa kontraknya ke perusahaan nasonal,’’ katanya. > Terkait dengan itu, IAGI akan mengadakan diskusi panel bertajuk > ‘Nasionalisasi Sumberdaya Alam’ pada 28 Oktober 2012 di Aula Mandiri Kampus > UI Depok. Diskusi yang mengusik nasionalisme di bidang migas itu sekaligus > untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke 84. > (Iagi.or.id <http://iagi.or.id/>) > > Jakarta , 22 Oktober 2012 > > Ikatan Ahli Geologi Indonesia > Presiden / Ketua Umum > TTD > *Rovicky Dwi Putrohari* > Mobile phone : 08159120363 > > * * > > ** > > -------------------------------------------------------------------------------- > **PP-IAGI 2011-2014:**Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at] > gmail.com**Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com** > -------------------------------------------------------------------------------- > **Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September > 2012.**REGISTER > NOW !**Contact Person:**Email : [email protected]**Phone : +62 > 82223 222341 (lisa) ** > -------------------------------------------------------------------------------- > **To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id**To > subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id**For topics > not directly related to Geology, users are advised to post the email to: > [email protected]** > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id/ > **Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:**Bank Mandiri Cab. Wisma Alia > Jakarta**No. Rek: 123 0085005314**Atas nama: Ikatan Ahli Geologi > Indonesia (IAGI)**Bank BCA KCP. Manara Mulia**No. Rekening: 255-1088580**A/n: > Shinta Damayanti**IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/**IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi** > ---------------------------------------------------------------------**DISCLAIMER: > IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its > mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or > its members be liable for any, including but not limited to direct or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of > use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list.** > ---------------------------------------------------------------------**** > > > > > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* > > ****** > -- > *********************************** > Amir Al Amin > Operations/ Wellsite Geologist > (62)811592902 > amir13120[at]yahoo.com > amir.al.amin[at]gmail.com > ************************************ > > ******-- **Sent from my Computer®** ** > **** >

