Gas yang ditemukan di era penemuan dengan survey 2D lebih banyak diekspor 
karena pake BBM subsidi lebih praktis dan murah lagi. Contohnya gas dari 
Mahakam, gas dari Sumatra (Suban, Jabung, dsb), gas dari Papua (Wiriargar, 
Muturi/Vorwata).
Diera survey 3D mulai marak, pemerintah kewalahan kebebanan subsidi, maka 
subsidi BBM dibatasi, BBM mulai mahal, mendadak konsumen baik industri maupun 
power plant beralih ke gas...... Terjadilah shortage gas. Di Aceh pabrik pupuk 
AAF (Asean Aceh Fertilizer) mati karena tak ada pasokan gas untuk feed, pabrik 
Kertas Kraf Aceh antara hidup dan mati karena pasokan gas, pabrik pupuk PIM-1 
dan PIM-2 harus hidup bergantian karena pasokan gas cukup untuk 1 pabrik (65 
mmscfd), industri dan PLN di Sumut teriak2. Untuk menghidupkan PIM-1 dan PIM-2, 
pemerintah memutuskan Swap LNG Arun dan LNG Bontang, karena kontrak LNG Arun ke 
Korea dual source (boleh dipasok dari LNG Bontang), gas untuk LNG Arun 
dialirkan ke PIM. Pelaksanaan keputusan ini tidak mudah, baik Exxon Arun maupun 
Total yang di Mahakam reluctant, perundingannya tak selesai setahun. Karena 
Exxon dan Total lebih tunduk ke kontrak. Ber-andai2, kalau saja yang 
mengoperasikan blok/lapangan gas itu Pertamina, maka pelaksanaan swap gas bisa 
diatasi dalam 1 atau 2 hari karena Pertamina 100% milik negara maka 
tunduk/patuh 100% atas keputusan pemerintah/negara.
Pada saat operasional Total mengalami kendala terjadi shortage gas di Kaltim, 
akibatnya juga shortage LNG Bontang, akibatnya pasokan LNG ke Jepang tidak bisa 
memenuhi volume kontrak, kurang puluhan cargo, dan ini merupakan liability 
pemerintah, pemerintah harus mencarikan puluhan cargo LNG pengganti ke jepang. 
Liabilitiesnya bukan Total_Vico_Unocal/Chevron. Di Kaltim, PKT-4 (pupuk 
kaltim), hanya bisa komisioning dgn gas 5 mmscf, kontrak pasokannya tak jelas. 
Ber-andai2, kalau saja Mahakam dioperasikan oleh Pertamina maka terjamin 
kebutuhan gas PKT 1 s/d 4 terjamin, seperti halnya pabrik pupuk Kujang. Waktu 
dibangun Kujang B untuk menggantikan Kujang existing karena mesin2nya sudah 
aus. Ternyata waktu Kujang B dioperasikan dgn feed gas 65 mmscfd, Kujang 
existing tidak dihentikan tapi selesai direvitalisasi dan beroperasi, butuh 
feed gas 65 mmscfg. Jadi Kujang butuh feed gas 130 mmscfg padahal kontraknya 
dengan Pertamina hanya 65 mmscfg. Semua kebutuhan gas feed 130 mmscfg Kujang 
bisa dipenuhi Pertamina dari Cilamaya dan ONWJ (untung Pertamina mengoperasikan 
ONWJ. 
Contoh nyata yang lain, CPI (Chevron) mengoperasikan duri steamflood, untuk 
membuat steam dulu menggunakan minyak 50.000 bopd, karena pemerintah butuh 
minyak, maka yg 50.000 bopd ini di swap dengan gas dari Copi (Conoco Ph), 
belakangan keputusan DPRRI dan Pemerintah sistim swap harus diakhiri diganti 
dengan sistim jual-beli gas untuk bikin uap. Ternyata perundingan dengan CPI 
dan Copi tidak selesai setahun, walau diganti dengan jual-beli gas, Copi ngotot 
minta haknya menjual minyak 50.000 bopd tetap dia pegang, CPI menolak dan 
memasalahkan DMO sehingga perundingan ber-larut2. Ber-andai2, kalau saja 
lapangan Suban yg memasok gas utk Duri Steamflood dioperasikan oleh Pertamina, 
maka keputusan pengakhiran swap bisa dilaksanakan dalam hitungan hari setelah 
diputuskan. 
Kontrak jualan LNG dari bontang ke Jepang akan berakhir 2021, kalau saja 
Pertamina dipercaya jadi operator blok Mahakam di 2022, maka Pertamina akan 
fokus memasok LNG ke FSRU (floating Storage Regasification Unit) yg sekarang 
beroperasi di laut jawa (barat, sekarang pasokan LNG temporary), dan akan 
dibangun di offshore Belawan (Sumut), offshore Jawa (Timur) dan Bali.
Kalau Wamen pernah mengatakan di mass media, bahwa prioritas pengelolaan blok 
Mahakam untuk Pertamina 51%-70%, Pertamina HARUS BISA MENDAPATKAN 70%, KALAU 
TIDAK KEDEPAN AKAN KRISIS GAS DOMESTIK, PABRIK PUPUK MATI BISA KRISIS PANGAN, 
KRISIS LISTRIK.

Wah..... Wah..... Wah..... Aku tetep mbela negaraku...... Cak

Salam,


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "F. Hasan Sidi" <[email protected]>
Date: Thu, 1 Nov 2012 19:01:27 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] 2D vs 3D....(ganti judul ah..)
> FYI,
> sebagian besar lapangan di Mahakam diketemukan hanya dengan 2D lho...

Maksudnya setelah ada teknologi 3D, si operator tetap menggunakan 2D
dan berhasil/discovery? Offshore atau onshore ya?

FHS

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa) 
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke