Hallo Frans,

Pengen juga jalan jalan ke Luanda, dulu waktu ada Bayu pengen kesana nggak jadi 
jadi.
Wah semua kenalan baik ada di Luanda ya, dulu kita yang rekrut Andi sekarang 
udah jauh lebih pintar dari yang rekrut tuh ....

Sekarang rada jauh dari Luanda nih.

Urusannya juga rada beda sama yang biasa dikerjakan. Barusan rapat membicarakan 
mau diapain dynamite misfire. Nggak kepikiran tuh karena kalau kita di TZ 
Mahakam (satu satunya pengalaman pake dinamit), paling kita tag  dan itu aturan 
international untuk land (TZ) seismic.

Tapi kalau daerah itu mau kita mining, ya berabe kan, ibarat memining daerah 
penuh ranjau darat ....
Kita terpaksa liat liat degradable dynamite dan electronic  detonator ....mahal 
cing detonatornya 3 kali lipat yang biasa costnya ....

Kelebihan electronic detonator adalah dia cuma bisa ditrigger oleh code 
tertentu ... dan waktu loading dynamite bisa ngecheck apakah capnya nyambung 
atau tidak artinya mengurangi masalah misfire sampai 1% tapi tetep aja kalau 
kita punya 20000 SP artinya 200 SP misfire dan jadi ranjau darat ....

Ok besok besok dilanjutkan ceritanya ..... berhubung sekarang back to basic 
bisa cerita cerita teknik .... kemaren lama nggak nulis karena kalau cerita 
kerjaan bisa bisa melanggar nondisclosure agreement  he he he karena isinya 
strategy, produksi dan cadangan ....

y

From: Franciscus B Sinartio [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, November 01, 2012 1:16 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Airborne Geophysical Survey

Pak FH,
agak berbeda hasilnya karena adanya jarak antara bumi ke  receiver nya.  selain 
ada koreksi nya juga frekwensi dan kedalaman penetrasinya bisa berbeda.

jangan lupa sekalian bawa alat gravity juga kalau survey airborne magnetic.

Kita punya banyak ahlinya microgracity nih di milis,  antara lain  Pak Wawan 
AK, Pak Eko Widianto, Pak Ary  Setiawan  dll.

dan yang paling penting seperti yang disebutkan Mbak Yuriza  adalah  di buat 
inversi nya dengan memakai juga layers2 yang didapatkan dari seismic.

Mbak Yuriza kapan ke Luanda?  saya tunggu ya.....  jangan hanya Bayu, Rio, Andy 
dan Firdaus yang menikmati indahnya Luanda.  Ntar kita todong Firdaus jadi 
geologic trip leader kita.

salam,

frank


From: Ferry Bastaman Hakim 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
To: "[email protected]<mailto:[email protected]>" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Sent: Thursday, November 1, 2012 5:01 AM
Subject: RE: [iagi-net-l] Airborne Geophysical Survey

Mas Vick,

Sepertinya Airborne EM ini metodanya mirip2 dengan CSEM/Seabed Logging nya OHM 
atau EMGS, hanya berbeda media transporter nya saja. Kalau memang benar seperti 
itu, CSEM ini sudah pernah dilakukan di Selat Makassar dan di beberapa tempat 
di Indonesia Timur dan sampai sekarang follow up dari survey tersebut belum 
dirasakan optimal  di tempat2 tersebut. HC bearing silt akan memberikan respon 
EM yg sama dengan HC bearing sands.

Kalau menurut saya, metoda-metoda geofisika non konvensional seperti Airborne 
EM/CSEM/Seabed Logging fungsinya adalah sebagai data penunjang dan pelengkap 
seismik. Dia tidak bisa berdiri sendiri, tetap "Geology first" karena CSEM 
bukanlah the silver bullet.

salam

FH


From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, 1 November 2012 10:17 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Airborne Geophysical Survey

Sangat menarik uraian Yuriza Noor dibawah ini,

Survey Airborne Geophysical sepertinya tertinggal jauh dibelakang seismic. 
Selama ini seismic sangat membantu dalam produksi. Dan hampir semua usaha migas 
adalah memproduksi yang sudah diketemukan. Profesi Geomodeller menjadi profesi 
yang sangat dicari-cari hingga saat ini. Ya tentusaja karena mereka lah 
geoscientist yg membantu memeras dan menghisap minyak di dalam bumi. Sedangkan 
survey Airborne seperti ini membantu menemukan. Dan akhirnya karena usaha 
menemukan menjadi nomor dua dibanding produksi ya di tingkat global duniapun 
jumlah penemuan menjadi sedikit RtP dunia juga sangat rendah.

Bagaimana kalau survey ini dilakukan untk Indonesia Timur, tapi dilakukan oleh 
negara (pemerintah). Karena survey Airborne ini tidak hanya membantu untuk 
explorasi migas saja. Saya yakin di explorasi mining juga dipergunakan. Btw, 
ada nggak sih spec survey airborne ini ?

RDP
2012/11/1 Yuriza NOOR <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Leo,

Disini sebelum 3D pada bikin EM dulu.... soalnya sasarannya dangkal ...
Fugro punya Heli Time Domain EM yang lumayan ....

Jadi heli terbang rendah dan pelan bawa transmitter EM berbentuk lingkaran 
sebesar 30 m radiusnya .... mengesankan sekali bentuknya .... kita beri julukan 
barang itu 'dream catcher' .... si transmitter itu berada cuma 30 - 60 m dari 
ground .... cuma dikit diatas pohon pohon poplar dan birch .... berani juga tuh 
si sopir heli nyangkut dipohon bisa berabe ...

Di lingkaran transmitter itu dialiri listrik, yang akan menghasilkan medan 
magnet yang menuju bumi .... kemudian si listrik itu di switch on and off, 
sehingga menimbulkan impuls electromotive di bumi yang menyebabkan medan magnit 
sekunder... inilah yang diukur/direkam .... intinya kalau meterialnya kondusif 
maka amplitude magnet yang disebabkan impuls elektromotivenya besar dan 
decaynya lambat ...sementara kalau resistif maka amplitudenya kecil decaynya 
cepat ...

Akusisi baru selesai, barusan lihat hasilnya lumayan juga ....tapi baru hasil 
prel nya (iso time decay gather) harus diinversi dulu biar bisa di compare sama 
seismic ...

Barusan juga baca proposal sebuah company yg ngajak ikut konsorsium buat 
percobaan alat,  airborne juga, kerjanya 'mencium' keberadaan hidrocarbon lewat 
perubahan medan magnet disuatu daerah yang disebabkan oleh oil/gas seep/cloud...

Disini metoda geophysics non seismic banyak berkembang ...


This message is intended only for the use of the addressee and may contain 
information that is privileged and confidential. In the event that you are not 
the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination of this 
communication is strictly prohibited. If you have received this communication 
in error, please erase all copies of the message and its attachments and notify 
us immediately. It is the responsibility of recipients to scan this message and 
any attachments for computer viruses and other defects. The sender accepts no 
liability for any loss or damage that may result, directly or indirectly, from 
this message and/or any files attached.

Kirim email ke