Dear Pak Fatrial,

Kalau kita punya P sonic kita bisa menghitung rock strengthnya tapi kalau
punya densitas log maka dapat dihitung accoustic impedance, sebab besaran
ini menarik karena ada kemungkinan  pada zona shale yang mengandung kerogen
yang lebih tinggi akan menpunyai densitas yang lebih rendah dan P velocity
sonic yang rendah sehingga separasi akan terlihat lebih baik pada accoustic
impedance dan dapat dikaitkan dengan hasil inversi dari data seismiknya.

Akan lebih menarik jika kita mempunyai data analisa XRD dimana kita dapat
menghitung brittelness dengan menggunakan persamaan yang merupakan
perbandingan fraksi Quarsa dan Carbonate dibandingkan dengan fraksi total
dari mineral yang yang lain.
Brittelness=(%kwarsa +%Dolomite)/ (%kwarsa + %Dolomite+Clay+Calcite+TOC)
Keberadaan kwarsa ataupun Karbonate akan meningkatkan deradjat dari
britelness,

Selain menggunakan data XRD brittelness juga dapat dihitung secara mekanik
dengan menggunakan DT shear dan DT Primer dari kedua data log ini maka akan
dapat dihitung Modulus Young dan Poisson rasio.
Saya kok agak lupa yaa mungkin bisa dibuat cross plot antara Modulus Young
dan Poisso ratio, maka pada zona modulus yang yang besar dan poisson rasio
yang kecil merupakan zona brittelnya.

Coba nanti saya carikan hubungan antara fraksi kerogen didalam shale dengan
kedua modulus elastik diatas mungkin kurang lebih seperti ini" jika jika
fraksi silika atau karbonatnya banyak maka mungkin TOC nya lebih sedikit
dan tentu saja fraksi kerogennya juga lebih sedikit, yang mau dicari adalah
zoma brittel dengan kandungan kerogen yang lebih tinggi"???? Jadi ini
mungkin bisa didapatkan dengan membuat kross plot modulus Young/ Poisson
ratio dengan Brittelnes dari XRD.

Kalau di bampo formation cuma punya P sonic dan XRD lumayan kan kalau bisa
didapatkan brittelness dari XRD dan rockstrength dari sonicnya yang
keduanya bisa dibuat cross plot, mungkin untuk lebih lanjut bisa dibuat
usulan studi yang lebih besar; jangan lupa bahwa di Bampo outcrop juga
didapatkan rekahan dan juga Bampo formation merupakan salah satu source
rock untuk lapangangan raksaksa Arun.


Salam
Anggoro Dradjat

2012/11/14 Bandono Salim <[email protected]>

> Kalau didekati dari harga2 dari literatur yang ada boleh tidak? Kalau
> shearstrengh maksimum kan setengah tekanan uniaksialnya.
> Didekati dari data daerah terdekat saja.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Date: *Wed, 14 Nov 2012 04:33:25 +0000
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Unconventional Shale Play
>
> Mari kita lanjut..
> Gantian nanya ke Mas Bambang sbg pakar petrophysics/geomechanics:
> 1. Utk keperluan stimulasi, bagaimana memperkirakan shale rock strength
> jika kita tdk punya DT shear? Seberapa valid shear velocity yg diperoleh
> dari hubungan volum litologi(Vcly,VSnd,VDol,Vls), Sw efektif dan DT
> compressional seperti dijelaskan Krief dkk (1990).
> 2. Bagaimana mencari hubungan brittleness index dari analisis XRD dengan
> young modulus/poison ratio, utk mendapatkan mechanical earth model?
>
> Mohon penjelasan dari pakar rock physics, rock mechanics, rock'n roll
> ataupun rock lawyer :-)
>
> Salam,
> FB
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Bambang Gumilar <[email protected]>
> *Date: *Tue, 13 Nov 2012 22:03:39 -0600
> *To: *<[email protected]><[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Unconventional Shale Play
>
> Terima kasih mas Noor dan teman-teman yang sudah ikut nimbrung. Diskusi
> ini kita lanjutkan setelah Dongeng Heboh BPMigas mereda. :)
>
> -bg
>
> On Nov 12, 2012, at 5:40 PM, noor syarifuddin <[email protected]>
> wrote:
>
> wah gawat neh kalau pakar petrophysics mulai nanya soal Rw...:-)
> Mas Bambang, kalau menghitung resources di shale play, setahu saya
> pendekatan volumetriknya tidak dengan petrophysik...... tapi lebih seperti
> menghitung potensial source rock (tebal x luasan x TOC x generating
> efficiency)..... jadi tidak perlu menghitung Swnya ...:-)
> Nah dari situ kemudian berdasar estimasi permeabilitinya, maka bisa
> diestimasi RF-nya..
>
>
> salam,
>
>   *From:* Bambang Gumilar <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tuesday, November 13, 2012 2:44 AM
> *Subject:* [iagi-net-l] Unconventional Shale Play
>
>  Para pakar yang terhormat. Mohon saran/ kesediaan berbagi pengalaman
> tentang Oil Shale/Tight Oil Plays yang pernah dilakukan (bukan hasil
> Googling).
>
> Saat ini saya diminta mengevaluasi daerah baru yang dianggap punya
> potensial yang "unconventional". Sebuah cekungan memiliki cadangan minyak
> yang luar biasa besar, tapi berada langsung di "dapur" yang litologinya
> Napalan (Marly Shale). Data minimum seperti triple/quatro combo tersedia
> dari 4 sumur. Tidak ada indikasi zone air (untuk menentukan Ro).
> Resistivitas tinggi ( > 80 Ohmm), cuttings, sonik (compressional dan shear)
> mendukung observasi zone serpih kaya bahan organik (rata-rata TOC 3 ~ 4 %
> dari cuttings). Data Core ada, tetapi tidak bagus; rentang nilai
> permeabilitas matriks dari 200 nano Darcy sampai 5 Darcy (ini diragukan).
> Porositas sekitar 2 ~ 4% saja.
>
> Saya diberi waktu 10 hari (kerja) untuk menghitung volume minyak, estimasi
> produktivitas (perm) -nya serta proposal frac job (cari zone untuk kandidat
> frac interval).
>
> Pertanyaan:
> 1. Bagaimana menentukan Rw di shale yang tidak ada zone air-nya? Pickett
> plot tidak bisa dipakai karena tidak ada "clean sand"-nya. Data produksi
> belum ada.
> 2. Berapa permeabilitas rata2 Oil Shale yang pernah anda evaluasi?
> 3. Apakah ada cara lain (praktis) menghitung TOC selain cara Passey?
>
> Jazakallahu khair.... buat yang bisa bantu.
>
> Wassalam,
> -bg
>
>
>

Kirim email ke