Selamat Pagi pak Sukendar. Smga sehat dan semangat. Salam dan doa
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Sujatmiko" <[email protected]>
Date: Fri, 16 Nov 2012 13:32:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Cc: MGEI<[email protected]>; marwan<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] PROF.SUKENDAR ASIKIN 80 TAHUN
Rekan-rekan IAGI yang budiman,

 

Walau terlambat dan sebagai selingan dari hiruk pikuk "pemusnahan" BPMIGAS
yang begitu banyak menyerap perhatian anggota IAGI dan banyak kalangan
lainnya ( komentar di milis IAGI sampai ada yang nyerempet SARA lho ), mang
Okim sampaikan di bawah ini foto-foto seputar acara milad ke 80 Guru Besar
kita Prof Sukendar Asikin yang dilaksanakan di Hotel Hilton Bandung pada
hari Minggu 11 November 2012.  Kualitas fotonya kurang bagus karena
kameranya berukuran kecil. Mang Okim sebetulnya mendapat foto-foto yang
lebih bagus dari Dr. Andri Mubandi tetapi belum sempat mang Okim seleksi
karena  keburu berangkat ke KL ( mengikuti Zone Institute Rotary di Sunway
Resort Hotel 14-19 November - - - sambil la lune de miel / voyage de noces
alias bulan madu ke 45 bersama  neng Ai - - - he-hee ).

 

Mang Okim sungguh bersyukur dapat hadir dalam acara milad ke 80 Prof
Sukendar Asikin ini. Undangan dari beliau  mang Okim terima via SMS dari Ibu
Wiwiek Soejoeno dan pesan khusus dari Dr.Chalid. Bersyukurnya mang Okim
karena selain dapat bertemu dengan banyak Guru Besar dan para senior serta
tokoh yang sudah lama tidak jumpa antara lain Prof Harsono, Prof MT Zen,
Prof Sampurno, Prof Koesoemadinat, Dr Fred Hehuwat, Ir Bintaldjemur, Pak
Priyono, Pak Luthfi, Prof Eddy Subroto, dan lain-lain, mang Okim dapat juga
menyaksikan kehebatan Bagawan Geologi Struktur kita Prof Sukendar Asikin
yang di umur beliau yang sudah 80 tahun masih perkasa menyampaikan
presentasi tentang latar belakang dan sejarah perkembangan Teori Tektonik
Lempeng. Mang Okim baru tahu bahwa  beliaulah  pionir dalam pengadabtasian
teori baru ini di tahun 1972  , yang  bersama W. Hamilton menemukan
bukti-bukti  adanya singkapan sekis biru/ batuan lempeng samudera di kawasan
Karang Sambung .

 

Guru Besar yang sepi ing pamrih rame ing gawih

 

Mang Okim dan neng Ai sedikit terlambat tiba di tempat acara karena kecegat
macet luar biasa di jembatan Jalan Pajajaran yang sedang direhabilitasi.
Ketika mang Okim tiba, Dr. Andang sedang tampil di depan, menyampaikan
kesannya tentang Prof Sukendar ,  dari sejak Dr Andang mahasiswa sampai
menjadi tokoh profesional seperti saat ini. Sesudah Pak  Andang, menyusul
Pak Luthfi, yang sebagaimana Pak Andang, menilai Prof Sukendar sebagai sosok
yang sangat sabar dan penuh pengertian khususnya terhadap tingkah laku
mahasiswa beliau yang bermacam-macam. Dr. Chalidpun demikian juga, tidak
pernah menemukan sedikitpun sisi negatif dari Prof Sukendar.  Setelah acara
makan siang, Prof Sukendar menyampaikan presentasi tentang latar belakang
dan sejarah perkembangan Teori Tektonik Lempeng. Power point yang
ditampilkan sangat runut mengisahkan tentang tokoh-tokoh yang melatar
belakangi dan melahirkan teori ini . Menyaksikan presentasi beliau yang
begitu berkualitas , mang Okim sampai menanyakan kepada Ir. Giovani Wiyarto
yang duduk disamping mang Okim : Mungkinkah di umur 80 tahun nanti ( kalau
nyampe ), kita bisa seperti Prof Sukendar ???  Acara terakhir yang merupakan
kejutan adalah penyampaian kesan dari Ir. Giovani Wiyarto yang membikin
seluruh hadirin tergelak-gelak gembira. Dengan nada suara yang dibuat
berwibawa bagaikan ajengan Alm. Zaenuddin MZ / Oma Irama, Ir Giovani
berhasil mengocok perut seluruh yang hadir termasuk Prof Sukendar Asikin
berikut putra putri beliau.

 

 Itulah rekan-rekan laporan singkat tentang acara milad ke 80 Prof Sukendar
Asikin. Bagi mang Okim sendiri, saat-saat yang tidak pernah mang Okim
lupakan adalah ketika mang Okim dibimbing skripsi oleh beliau di tahun
1996-1967. Ketika itu mang Okim sedang dalam status skorsing dan tidak boleh
masuk ke lingkungan Kampus ITB. Beliau dan Ibu Alm dengan penuh kesabaran
dan pengertian menerima mang Okim di rumah beliau yang asri di komplek
perumahan dosen ITB di Dago Tea House --- dengan suguhan makan siang. Berkat
beliaulah maka ketika maju ujian tanggal 11 Agustus 1967, mang Okim dapat
lulus --- dengan nilai lumayan ( kalau tidak salah nilainya 7 deeh ). 

 

Last but not the least, marilah kita do'akan semoga Prof Sukendar Asikin
yang sudah sejak lama  harus menjalani cuci darah dua hari sekali diberikan
panjang umur dan kesabaran serta  ketawakalan dalam menjalani kehidupan
beliau. Dan marilah kita do'akan juga semoga 2 buku tentang ilmu kebumian /
tektonik yang sedang beliau persiapkan dapat selesai tepat pada waktunya,
Amiiin. 

 

Salam dalam do'a untuk Prof Sukendar Asikin,

 

Mang Okim ( di Sunway Resort Selangor )

 

LAMPIRAN  GAMBAR

 

 

P1070397.JPG

Gambar 1 :  Prof. Harsono, Prof MT Zen, dan Dr Fred Hehuwat asyik berdiskusi
tentang masa lalu.

 

P1070407.JPG

Gambar 2 : Dr Ong, Prof Harsono, Prof Koesoemadinata, Dr.Fred,
Ir.Bintaldjemur ,dan  Prof Sampurno 

asyik mengikuti presentasi Prof Sukendar tentang latar belakang teori
Tektonik Lempeng.

 

P1070410.JPG

Gambar 3 : Di umur beliau yang sudah 80 tahun, Prof Sukendar dengan hiasan

 cincin kecubung ungu di jari manis kanan, masih begitu lancar memaparkan

 tentang latar belakang dan perkembangan teori Tektonik Lempeng. 

 

P1070420.JPG

Gambar 4 : Keluarga besar Prof Sukendar foto bersama. Satu-satunya penerus
beliau 

di bidang kebumian adalah Ir.Tony yang bekerja di Pertamina ( nomer 3 dari
kanan ).

 

P1070425.JPG

Gambar 5 : Hadirin yang masih tinggal diabadikan bersama keluarga besar Prof
Sukendar.

 

 


Kirim email ke