Semoga pak Sukendar diberikan kekuatan , kesehatan dan kesempatan untuk tetap berkumpul dan memberikan ilmu kepada para Geology penerusnya . Selamat ulang tahun tahun pak ... Salam Hormat Dandy Date: Sat, 17 Nov 2012 21:47:49 -0800 From: [email protected] To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] PROF.SUKENDAR ASIKIN 80 TAHUN
Selamat ulang tahun Pak Prof... tabikbosman batubara From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sunday, November 18, 2012 11:33 AM Subject: Re: [iagi-net-l] PROF.SUKENDAR ASIKIN 80 TAHUN Selamat Pagi pak Sukendar. Smga sehat dan semangat. Salam dan doa Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "Sujatmiko" <[email protected]> Date: Fri, 16 Nov 2012 13:32:15 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Cc: MGEI<[email protected]>; marwan<[email protected]> Subject: [iagi-net-l] PROF.SUKENDAR ASIKIN 80 TAHUN Rekan-rekan IAGI yang budiman, Walau terlambat dan sebagai selingan dari hiruk pikuk "pemusnahan" BPMIGAS yang begitu banyak menyerap perhatian anggota IAGI dan banyak kalangan lainnya ( komentar di milis IAGI sampai ada yang nyerempet SARA lho ), mang Okim sampaikan di bawah ini foto-foto seputar acara milad ke 80 Guru Besar kita Prof Sukendar Asikin yang dilaksanakan di Hotel Hilton Bandung pada hari Minggu 11 November 2012. Kualitas fotonya kurang bagus karena kameranya berukuran kecil. Mang Okim sebetulnya mendapat foto-foto yang lebih bagus dari Dr. Andri Mubandi tetapi belum sempat mang Okim seleksi karena keburu berangkat ke KL ( mengikuti Zone Institute Rotary di Sunway Resort Hotel 14-19 November - - - sambil la lune de miel / voyage de noces alias bulan madu ke 45 bersama neng Ai - - - he-hee ). Mang Okim sungguh bersyukur dapat hadir dalam acara milad ke 80 Prof Sukendar Asikin ini. Undangan dari beliau mang Okim terima via SMS dari Ibu Wiwiek Soejoeno dan pesan khusus dari Dr.Chalid. Bersyukurnya mang Okim karena selain dapat bertemu dengan banyak Guru Besar dan para senior serta tokoh yang sudah lama tidak jumpa antara lain Prof Harsono, Prof MT Zen, Prof Sampurno, Prof Koesoemadinat, Dr Fred Hehuwat, Ir Bintaldjemur, Pak Priyono, Pak Luthfi, Prof Eddy Subroto, dan lain-lain, mang Okim dapat juga menyaksikan kehebatan Bagawan Geologi Struktur kita Prof Sukendar Asikin yang di umur beliau yang sudah 80 tahun masih perkasa menyampaikan presentasi tentang latar belakang dan sejarah perkembangan Teori Tektonik Lempeng. Mang Okim baru tahu bahwa beliaulah pionir dalam pengadabtasian teori baru ini di tahun 1972 , yang bersama W. Hamilton menemukan bukti-bukti adanya singkapan sekis biru/ batuan lempeng samudera di kawasan Karang Sambung . Guru Besar yang sepi ing pamrih rame ing gawih Mang Okim dan neng Ai sedikit terlambat tiba di tempat acara karena kecegat macet luar biasa di jembatan Jalan Pajajaran yang sedang direhabilitasi. Ketika mang Okim tiba, Dr. Andang sedang tampil di depan, menyampaikan kesannya tentang Prof Sukendar , dari sejak Dr Andang mahasiswa sampai menjadi tokoh profesional seperti saat ini. Sesudah Pak Andang, menyusul Pak Luthfi, yang sebagaimana Pak Andang, menilai Prof Sukendar sebagai sosok yang sangat sabar dan penuh pengertian khususnya terhadap tingkah laku mahasiswa beliau yang bermacam-macam. Dr. Chalidpun demikian juga, tidak pernah menemukan sedikitpun sisi negatif dari Prof Sukendar. Setelah acara makan siang, Prof Sukendar menyampaikan presentasi tentang latar belakang dan sejarah perkembangan Teori Tektonik Lempeng. Power point yang ditampilkan sangat runut mengisahkan tentang tokoh-tokoh yang melatar belakangi dan melahirkan teori ini . Menyaksikan presentasi beliau yang begitu berkualitas , mang Okim sampai menanyakan kepada Ir. Giovani Wiyarto yang duduk disamping mang Okim : Mungkinkah di umur 80 tahun nanti ( kalau nyampe ), kita bisa seperti Prof Sukendar ??? Acara terakhir yang merupakan kejutan adalah penyampaian kesan dari Ir. Giovani Wiyarto yang membikin seluruh hadirin tergelak-gelak gembira. Dengan nada suara yang dibuat berwibawa bagaikan ajengan Alm. Zaenuddin MZ / Oma Irama, Ir Giovani berhasil mengocok perut seluruh yang hadir termasuk Prof Sukendar Asikin berikut putra putri beliau. Itulah rekan-rekan laporan singkat tentang acara milad ke 80 Prof Sukendar Asikin. Bagi mang Okim sendiri, saat-saat yang tidak pernah mang Okim lupakan adalah ketika mang Okim dibimbing skripsi oleh beliau di tahun 1996-1967. Ketika itu mang Okim sedang dalam status skorsing dan tidak boleh masuk ke lingkungan Kampus ITB. Beliau dan Ibu Alm dengan penuh kesabaran dan pengertian menerima mang Okim di rumah beliau yang asri di komplek perumahan dosen ITB di Dago Tea House --- dengan suguhan makan siang. Berkat beliaulah maka ketika maju ujian tanggal 11 Agustus 1967, mang Okim dapat lulus --- dengan nilai lumayan ( kalau tidak salah nilainya 7 deeh ). Last but not the least, marilah kita do'akan semoga Prof Sukendar Asikin yang sudah sejak lama harus menjalani cuci darah dua hari sekali diberikan panjang umur dan kesabaran serta ketawakalan dalam menjalani kehidupan beliau. Dan marilah kita do'akan juga semoga 2 buku tentang ilmu kebumian / tektonik yang sedang beliau persiapkan dapat selesai tepat pada waktunya, Amiiin. Salam dalam do'a untuk Prof Sukendar Asikin, Mang Okim ( di Sunway Resort Selangor ) LAMPIRAN GAMBAR P1070397.JPG Gambar 1 : Prof. Harsono, Prof MT Zen, dan Dr Fred Hehuwat asyik berdiskusi tentang masa lalu. P1070407.JPG Gambar 2 : Dr Ong, Prof Harsono, Prof Koesoemadinata, Dr.Fred, Ir.Bintaldjemur ,dan Prof Sampurno asyik mengikuti presentasi Prof Sukendar tentang latar belakang teori Tektonik Lempeng. P1070410.JPG Gambar 3 : Di umur beliau yang sudah 80 tahun, Prof Sukendar dengan hiasan cincin kecubung ungu di jari manis kanan, masih begitu lancar memaparkan tentang latar belakang dan perkembangan teori Tektonik Lempeng. P1070420.JPG Gambar 4 : Keluarga besar Prof Sukendar foto bersama. Satu-satunya penerus beliau di bidang kebumian adalah Ir.Tony yang bekerja di Pertamina ( nomer 3 dari kanan ). P1070425.JPG Gambar 5 : Hadirin yang masih tinggal diabadikan bersama keluarga besar Prof Sukendar.

