Yang buatan manusia dapat dibaca pada cerita pertengkaran sunan bonang dengan jin penguasa jawa timur, buto locoyo. (Kalau percoyo) Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: kartiko samodro <[email protected]> Date: Sun, 18 Nov 2012 16:24:18 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: Re: Bls: Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH PERULANGAN GEO-HISTORI Pak Awang, asumsikan memang ada deformasi subsurface dan lapisan lumpur yg unstable di bawah permukaan yg bergerak dan terganggu kesetimbangannya karena adanya gaya. Pertanyaannya apakah daerah tersebut merupakan daerah tektonik aktiv, atau mungkin daerah vulkanik aktif ? Atau mungkin ada gaya lain ? Buatan manusia misalnya ? On Nov 18, 2012 3:43 PM, "Awang Satyana" <[email protected]> wrote: > Yang ditulis Oki saya pikir proses biasa dalam pembentukan crevasse splay > atau chute cut-off yang merupakan perkembangan normal dalam lekukan-lekukan > meandering akibat beban berlebih vs volumetriknchannel. Hal2 seperti itu > mestinya lebih sering terjadi. > > Tetapi kita tak pernah mendengarnya lagi kini bahwa alur Brantas itu tiba2 > berubah dalam semalam. Seribu tahun sejak zaman Erlangga saya pikir cukup > untuk waktu geologi buat membangun deformasi, dan bergeraknya > sekonyong-konyong, seperti gempa saja. Pembangunan gayanya lama, tetapi > retakannya dalam hitungan detik. > > Tetapi kita bisa mengkaji lebih jauh masalah ini dengan mempelajari > morfologi meandering Brantas. Kita periksa lokasi prasasti Erlangga Klagen > 1034 Saka itu, kita plot jajaran2 antiklinnya, kita periksa alur meandering > Brantas menggunakan foto2 udara dan satelit, kita periksa pola2 bar > translation-nya, bar expansion, chute cut-off, channel belt margins, dll. > > Di area ini tak hanya bermain di permukaan saja, sebab deformasi > subsurface-nya pun dalam waktu Kuarter (Plistosen dan Holosen), juga aktif. > > Salam, > Awang > > ------------------------------ > * From: * o - musakti <[email protected]>; > * To: * <[email protected]>; > * Subject: * Re: Bls: Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS > METATU: SEBUAH PERULANGAN GEO-HISTORI > * Sent: * Sun, Nov 18, 2012 7:28:15 AM > > Kalau delta switching alias avulsion, curigaku lebih karena equilibrium > surfacenya terlampaui. > Mekanismenya bisa melalui levee breach saat banjir besar... > > Kasus switching delta missisipi sepanjang abad 20 bisa jadi case study. > Setahu saya gak ada hubungannya (atau dominan bukan dikontrol oleh) dengan > subsurface structure. > > ------------------------------ > * From: * kartiko samodro <[email protected]>; > * To: * <[email protected]>; > * Subject: * Re: Bls: Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS > METATU: SEBUAH PERULANGAN GEO-HISTORI > * Sent: * Sun, Nov 18, 2012 6:57:20 AM > > Pak Awang , kalau proses terjadinya jangka waktunya harian , apa > kejadian serupa secara natural tidak tercatat pada zaman sekarang ? > On Nov 18, 2012 7:37 AM, "Awang Satyana" <[email protected]> wrote: > >> Pak Fatchur, >> >> Bukan Paleosen, tetapi Pliosen-Resen, antiklin2 tersebut sangat dangkal. >> Prasasti Klagen oleh Erlangga 1034 Saka menyebutkan perpindahan alur Sungai >> Brantas dalam semalam saja. Plotting alur sungai tersebut tepat di atas >> salah satu dari tujuh antiklin berarah barat-timur di bawah Delta Brantas. >> Alur sungai di permukaan hanya dapat berubah dalam semalam bila terjadi >> turun naik tanah. Turun naik tanah di permukaan terjadi bila di bawah >> permukaannya ada yang bergerak. Pada zaman Erlangga, biasa terjadi suatu >> wilayah subur tiba2 mengering dan di tempat lain sebaliknya yang terjadi, >> semuanya karena perpindahan alur2 sungai yang mendadak, bukan karena proses >> meandering, lebih karena deformasi. >> >> Salam, >> Awang >> >> ------------------------------ >> * From: * [email protected] <[email protected]>; >> * To: * [email protected] <[email protected]>; >> * Subject: * Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: >> SEBUAH PERULANGAN GEO-HISTORI >> * Sent: * Sat, Nov 17, 2012 3:23:36 PM >> >> >> Pak Awang perpindahan antiklin ini sampai pada umur apa? Kalau cuma di >> Paleosen apa gak cuma efek overborden pada lapisan2 yg msh labil? >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * yustinus yuwono <[email protected]> >> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 22:14:27 +0700 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * <[email protected]> >> *Subject: *Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >> PERULANGAN GEO-HISTORI >> >> >> Beli aja tanah dekat lapangan minyak yang antiklinnya pindah ke arah >> tanah yang kita beli, siapa tahu anak atau cucu kita nanti dapat warisan >> oil field. >> >> Salam, >> YSY >> >> 2012/11/17 Bandono Salim <[email protected]> >> >>> ** >>> Kalau perpindahan aliran pada daerah meander, tidak asing, itu hal biasa >>> saja secara geomorfologi. >>> Kalau antiklin pindah, itu mungkin karena data baru yang lebih lengkap. >>> (Detail mapping oleh mhs S1,S2, S3 maupun oleh perusahaan minyak) >>> Salam. >>> Powered by Telkomsel BlackBerry® >>> ------------------------------ >>> *From: * [email protected] >>> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 12:32:20 +0000 >>> *To: *<[email protected]> >>> *ReplyTo: * <[email protected]> >>> *Subject: *Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >>> PERULANGAN GEO-HISTORI >>> >>> Wah menarik sekali perpindahan antiklin ini, jadi data geologi seperti >>> seismik bisa jadi gak valid dong ya kalo antiklinnya pindah-pindah dalam >>> skala umur manusia? >>> >>> Kalo benar begitu bisa gawat juga propose drilling disana >>> >>> Salam >>> Razi >>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Omantel. >>> ------------------------------ >>> *From: * Awang Satyana <[email protected]> >>> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 17:58:24 +0800 (SGT) >>> *To: *IAGI<[email protected]> >>> *ReplyTo: * <[email protected]> >>> *Subject: *Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >>> PERULANGAN GEO-HISTORI >>> >>> Pak Wildan, >>> >>> Sayabtak punya info tentang penelitian2 tersebut apakah pernah >>> dilakukan. Barangkali kawan2 dari rumpun ilmu kebumian ITS tahu tentang >>> ini, silakan untuk menginfokan. >>> >>> Perpindahan alur sungai Brantas dan akibatnya atas delta Brantas dapat >>> dipelajari dari data perbandingan foto2 udara yang diambil beberapa kali >>> selama puluhan tahun, kalau ada datanya. Memang data itu akan berguna >>> sekali untuk pola sedimentasi sedimen Plistosen-Resen di Selat Madura. >>> >>> >>> Antiklin2 yang saya ceritakan itu pertama kali dipetakan oleh Duyfjes >>> (1938) pada Lembar 116 Sidoarjo. Tetapi tak ditemukan info juga tentang >>> dinamika pergerakan antiklin2 ini. >>> >>> Salam, >>> Awang >>> >>> ------------------------------ >>> * From: * [email protected] <[email protected]>; >>> * To: * <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>; Geo Unpad >>> <[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS < >>> [email protected]>; >>> * Subject: * Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >>> PERULANGAN GEO-HISTORI >>> * Sent: * Sat, Nov 17, 2012 6:45:33 AM >>> >>> Terima kasih pencerahannya Pak Awang. Nuwun sewu, mau tanya, >>> pernahkah ada pengukuran kecepatan perubahan antiklin subsurface tersebut? >>> Pernahkah ada yang meneliti mengenai perpindahan delta brantas dan sejauh >>> apa transportasi sedimennya? >>> Cukup menarik, karena sebagian shallow prospect di madura offshore >>> menyatakan bahwa source sedimen berasal dari delta brantas. >>> >>> Mohon pencerahan lagi. >>> >>> Salam, >>> >>> Wildan >>> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >>> Teruuusss...! >>> ------------------------------ >>> *From: * Awang Satyana <[email protected]> >>> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 13:00:26 +0800 (SGT) >>> *To: *IAGI<[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>; Geo >>> Unpad<[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS< >>> [email protected]> >>> *ReplyTo: * <[email protected]> >>> *Subject: *[iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH PERULANGAN >>> GEO-HISTORI >>> >>> Semburan lumpur-gas yang sedang terjadi di Metatu, Gresik, Jawa Timur >>> adalah sebuah perulangan geologi yang pernah juga terjadi di dalam sejarah >>> di wilayah regional Gresik dan sekitarnya. >>> >>> Maret 2012 yang lalu saya membawa sebuah komunitas pencinta geo-histori >>> Indonesia, Geotrek Indonesia (GI), ke Trowulan-LUSI-Bromo. Atas izin dan >>> bantuan BPLS, mereka saat itu pernah merasakan berada di tengah-tengah LUSI >>> dan berjalan di atas lumpurnya yang telah padat dan kering meskipun belum >>> cukup mengeras serta mengumpulkan cangkang2 (fosil) hewan laut berumur 5 >>> juta tahun yl (Pliosen). Cangkang2 ini adalah bagian materi yang pernah >>> disemburkan LUSI sejak enam tahun yl. Sementara itu, jauh lebih ke tengah >>> lagi, para peserta dapat menyaksikan LUSI masih menyemburkan lumpur dan air >>> hangat-panas dengan uap putihnya. Penelitian terakhir mengindikasi bahwa >>> semburan LUSI telah menyatu dengan sistem geotermal-panasbumi Gunung Arjuno >>> yang duduk menyaksikan LUSI di sebelah selatannya. >>> >>> Para peserta GI saat berkunjung ke museum Trowulan pun sempat melihat >>> foto di dinding yang bertuliskan Henry Maclaine Pont, ya dia adalah seorang >>> ahli pada zaman Belanda yang menggali bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini. >>> Tetapi ada satu orang lagi yang namanya tak banyak dikenal orang, seorang >>> insinyur ahli geohidrologi pada zaman Belanda yang meneliti dinamika >>> wilayah Delta Brantas, James Nash. Pont dan Nash membuka mata kita (paling >>> tidak saya) akan bagaimana sesungguhnya geologi punya peranan dalam menutup >>> kisah Majapahit. >>> >>> "Inleiding tot het bezoek aan het emplacement en aan de bouwvallen van >>> Madjapahit" (Djawa Tijdschrift van het Java Instituut, 171-174) (Maclaine >>> Pont, 1939) dan "Enige voorlopige opmerkingen omtrent de hydrogeologie ser >>> Brantas vlakte" (Handelingen van 6de Nederlandsche Indische Natuur >>> Wetenschappelijke Congres) (James Nash, 1938) adalah dua laporan penting >>> kedua ahli tersebut yang menerangkan bagaimana dinamiknya di bawah >>> permukaan wilayah bernama Delta Brantas ini. Ini nanti akan berhubungan >>> dengan semburan lumpur dan gas metana di wilayah Gresik, juga LUSI yang >>> saya terangkan kepada komunitas GI dikelas malam di sebuah rumah di tepi >>> kaldera Tengger pada malam berhujan angin Maret 2012. >>> >>> Menurut Nash (1938), tanah Delta Brantas tidak stabil sebab di bawahnya >>> masih terus saja bergerak tujuh jajaran antiklin (lipatan batuan >>> mencembung) di tempat dangkal yang merupakan sambungan ujung Pegunungan >>> Kendeng yang mengarah ke Selat Madura lewat bawah tanah. Pont (1939) >>> menambahkan bahwa di Delta Brantas masih terus terjadi kenaikan dan >>> penurunan tanah yang berpengaruh kepada perubahan alur Sungai Brantas. >>> >>> Daldjoeni (1992) seorang ahli geografi yang produktif menulis buku dan >>> pernah menulis tentang Geografi Kesejarahan Indonesia menambahkan bahwa >>> bagaimana Majapahit pernah punya pelabuhan Canggu kemudian menutupnya, >>> dipengaruhi oleh dinamika Delta Brantas ini. Mundurnya Majapahit sebagai >>> penguasa perairan Nusantara dapat dihubungkan dengan mundurnya fungsi Delta >>> Brantas yang didahului rentetan bencana geomorfologis yang dalam buku-buku >>> sejarah tidak pernah ditulis. Namun sebagai gejala alami, sejarah mencatat >>> beberapa hal sbb di bawah ini. >>> >>> 1. Rusaknya tanggul-tanggul Sungai Brantas di dekat Wringinsapta yang >>> lalu diperbaiki oleh Erlangga pada tahun 1037 Saka (prasasti >>> Kelagyan/Klagen). >>> 2. Bencana yang dalam buku Pararaton disebut "banyu pindah" (tahun 1256 >>> Saka) >>> 3. Bencana yang dalam buku Pararaton dosebut "pagunung anyar" (tahun >>> 1296 Saka) >>> >>> Penelitian2 selanjutnya (a.l Satyana, 2007) menunjukkan bahwa "banyu >>> pindah" adalah berpindahnya secara tiba2 Sungai Brantas karena bergeraknya >>> antiklin dangkal di bawahnya, sementara "pagunung anyar" adalah letusan >>> atau semburan gununglumpur Penelitian2 juga telah menemukan bukti2 bahwa >>> pernah terjadi beberapa kali kenaikan tanah yang pangkalnya adalah bukit >>> Tunggorono di sebelah selatan Jombang lalu menjalar ke Jombatan dan >>> Segunung yang akhirnya mengangkat Canggu sehingga Canggu tak bisa lagi >>> sebagai pelabuhan. Pengangkatan berakhir di Bangsal, sebuah wilayah di >>> sebelah timur Canggu yang dikelilingi oleh bukit2 gununglumpur tua yang >>> oleh nama lokal diberi nama: Gununganyar, Denanyar, atau Redianyar >>> (semuanya gunungbaru, gunung yang tiba2 terjadi oleh sebuah gununglumpur - >>> mud volcano). >>> >>> Demikianlah kisah yang terjadi dalam sejarah sejak Kahuripan sampai >>> Majapahit sekitar 900-500 tahun yang lalu. Cerita rakyat "Timun Mas" yang >>> berkembang pada masa Jenggala, bila dimengerti ceritanya dengan baik, >>> sesungguhnya adalah sebuah kisah bernuansa "dichtung und wahrheit" >>> (Satyana, 2007) yang menunjukkan bagaimana sebuah gununglumpur terjadi di >>> wilayah Jenggala, seperti LUSI sekarang di Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo >>> adalah ex wilayah Jenggala. Tempatnya masih sama, Delta Brantas, sekarang >>> yang berada di atasnya bukan lagi Kahuripan, Jenggala atau Majapahit, >>> tetapi Kabupaten Gresik, Lamongan, Jombang, Sidoarjo juga Kodya Surabaya. >>> >>> Hukum uniformisme geologi masih berlaku, apa yang terjadi dulu dapat >>> terjadi kini, the past is the key to the present, atau the present is the >>> key to the past and the future. Wilayah2 tersebut adalah wilayah2 yang >>> secara geologi aktif, kaya gununglumpur, juga kaya hidrokarbon. Ada >>> kantong2 gas tersebar dangkal di bawah tanah. Kantong2 gas ini bisa >>> diidentifikasi di mana sebarannya bila kita punya data seismik detail. >>> Sebaran kantong2 gas ini menyebar ke sepanjang Selat Madura. Ini juga >>> sumber energi kalau kita bisa memanfaatkannya. >>> >>> Semburan lumpur dan gas yang sedang terjadi di wilayah Gresik ini adalah >>> semburan yang sama yang selalu terjadi di wilayah ini sejak zaman sejarah, >>> bahkan prasejarah. Lama cepat semburan padam akan ditentukan oleh seberapa >>> besar tekanan dan volumetrik struktur di bawah tanah, kantong gasnya. Dari >>> kedalaman berapa asal lumpur bisa dicek dari fosil2 yang mungkin ikut >>> disemburkan. Pencegahan sementara memang baik ditanggul serta gasnya >>> dideteksi terus ke sekelilingnya, bagaimana kadar kemudahan terbakarnya, >>> juga kemungkinan kandungan gas belerang, H2S yang sering toksik, beracun, >>> bila kadarnya tinggi. >>> >>> Apakah akan seluas dan sekatastrofik LUSI, saya pikir tidak. Data gas, >>> air, lumpur yang keluar dari LUSI menunjukkan sumber yang sangat dalam, >>> lebih dari 7000 meter, dan aktif bergerak mengikuti suatu patahan, bahkan >>> sekarang kelihatannya terhubung dengan sistem geotermal Gunung Arjuno. >>> Semakin dalam semakin besar tekanan. Semakin jauh perbedaan tekanannya >>> dengan tekanan di permukaan maka semakin lama semburan akan terjadi, sebab >>> semburan akan berhenti dengan sendirinya saat tekanan bawah permukaan dan >>> permukaan seimbang. Semburan di wilayah Gresik bukan tipe yang sama dengan >>> asal semburan LUSI. >>> >>> Gunung2 lumpur lama dari zaman Kahuripan sampai Majapahit, LUSI dan >>> Metatu ini menyaksikan bahwa Dalaman Kendeng termasuk Delta Brantas di >>> atasnya merupakan cekungan elisional yang aktif, juga semburan lumpur >>> Bledug Kuwu di aelatan Purwodadi yang telah ada di situ paling tidak ketika >>> Kerajaan Kalingga ada di utara Jawa Tengah tersebut pada abad ke-8. >>> >>> Salam, >>> Awang >>> >> >>

