Disimpan di laci meja. Ya pengalaman cari data, sbagian di perpustakaan, di majalah, dan banyak jug yang tersimpan di laci kantor, belum sempat dipublikasi. Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Date: Tue, 20 Nov 2012 12:45:39 To: IAGI<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Keterbatasan DATA atau kengganan mengelolanya ? Saya sedang menghadiri acara Seminar Akuntansi Sumberdaya Alam di BPPT. Salah satu panelisnya dari BAPPENAS sewaktu mengawali presentasinya menyatakan "... Walaupun dengan keterbatasan DATA yg dimiliki oleh BAPPENAS .... " Waaah ... Kalau selevel BAPPENAS saja keluhannya keterbatasan data, sudah saatnya negara memiliki taskforce utk pengelolaan data ini, termasuk didalamnya pengumpulannya, penyimpanan, kemudahan aksesnya, serta pemeliharaannya. Sebelumnya Pak Bambang ketika dalam pembukaaanya juga bertanya(-tanya) tentang besarnya SDA yg ada di Indonesia. Tentusaja, karena beliau sebagai ketua MASLI, Masyarakat akuntasi sda dan lingkungan, tentunya angka menjadi basis analisisnya. Lah kalau fatanya berserakan disana sini, bagaimana menghasilkan sebuah kesimpulan yg akurat. Pak Ridwan, mantan sekjen IAGI, yg juga sebagai panelis juga sekali lagi menyinggung tentang akurasi data-data yang berserakan ini. Btw, di Indonesia ini bagaimana kebijakan pengelolaan databasenya .... Ada yg tahu ? Rdp -- *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

