Saya sedang menghadiri acara Seminar Akuntansi Sumberdaya Alam di BPPT.
Salah satu panelisnya dari BAPPENAS sewaktu mengawali presentasinya
menyatakan "... Walaupun dengan keterbatasan DATA yg dimiliki oleh BAPPENAS
.... "
Waaah ... Kalau selevel BAPPENAS saja keluhannya keterbatasan data, sudah
saatnya negara memiliki taskforce utk pengelolaan data ini, termasuk
didalamnya pengumpulannya, penyimpanan, kemudahan aksesnya, serta
pemeliharaannya.

Sebelumnya Pak Bambang ketika dalam pembukaaanya juga bertanya(-tanya)
tentang besarnya SDA yg ada di Indonesia. Tentusaja, karena beliau sebagai
ketua MASLI, Masyarakat akuntasi sda dan lingkungan, tentunya angka menjadi
basis analisisnya. Lah kalau fatanya berserakan disana sini, bagaimana
menghasilkan sebuah kesimpulan yg akurat.

Pak Ridwan, mantan sekjen IAGI, yg juga sebagai panelis juga sekali lagi
menyinggung tentang akurasi data-data yang berserakan ini.

Btw, di Indonesia ini bagaimana kebijakan pengelolaan databasenya .... Ada
yg tahu ?

Rdp


-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke