Menarik Mas Noor, Efisiensi energi termasuk salah satu yang jarang disentuh dalam beberapa dekade. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi dunia pada umumnya. Tinjauan kebutuhan energi selalu diproyeksikan meningkat karena kebutuhan linier. Riset-riset efisiensi jauh tertinggal ketimbang riset untuk mencari, menemukan, ataupun mengambil yg sudah diketemukan. Salah satu pemborosan energi adalah transportasi dimana menurut studi fisis terbanyak hilang karena panas dan friksi. Ini yang memicu berkembangnya tehnologi pelumas. Sepakat bahwa gas akan menjadi komoditas strategis global. Amerika mulai tahun 2022 malah berpotensi exportir gas. Semua prediksi-prediksi ini hanya berdasarkan historical perspective, jelas akan berubah apabila ada sebuah penemuan baru. Baik penemuan jenis energi baru, tehnologi baru dsb. Salah satu yg perlu diperhatikan juga adalah daya beli masyarakat Indonesia. Menurut Mas Ariadi, di Indonesia ini ada 160 juta penduduk yang belanja perharinya 2$-20$. Artinya belanja Indonesia ini sangat besar. Ini berpotensi untuk membuat Indonesia memiliki pasar besar. Bagaimana kita menghadapi ini untuk lebih memakmurkan mereka dengan menyediakan sumberdaya alam dan energi serta lingkungan sehat dan aman.
Salam RDP 2013/1/27 noor syarifuddin <[email protected]> > All, > Sedkit berbeda kemarin GM Total malah memberikan tantangan dan contoh > bagaimana melakukan konservasi SDE yang sekarang sudah ada supaya dapat > dimanfaatkan dengan seefisien mungkin termasuk menyisakan kepada generasi > mendatang... > > Kalau menyitir kata-kata Alm Wamen dulu: .....kita ini memang bangsa yang > lucu, sudah miskin tapi mau gaya dengan boros energi yang mintanya dihargai > semurah-murahnya....:-) > dan sampai sekarang sindirian ini hampri gak ada efeknya sama > sekali...bisa dilihat dari jebolnya kuota BBM subsidi .... bahkan seorang > sopirpun masih merasa nyaman dan tidak ada rasa bersalah untuk tidur dalam > mobil dgn mesin dan AC menyala..... > > mungkin receiving LNG merupakan alternatif, tapi bisa dipastikan di dekade > ke depan semua SDE akan menjadi komoditi strategis.... jadi jangan harap > akan mendapatkannya dengan murah....FYI, Regas Nusantara bisa membuat > receiving terminal di teluk Jakarta dalam waktu yang cukup singkat, jadi > soal ini mestinya bukan masalah besar...asal ada pemasoknya... > > salam, > ------------------------------ > *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > *To:* IAGI <[email protected]>; "[email protected]" < > [email protected]> > *Sent:* Saturday, January 26, 2013 9:34 PM > *Subject:* [iagi-net] "Indonesia membutuhkan energi itu." > > Dear All, > Terlampir abstract serta presentasi saya sewaktu mengisi acara > IndoGas-2013 di JHCC Jakarta pekan lalu. > > Satu hal yang saya soroti adalah adanya *potensi *besar di Indonesia pada > tahun 2020-2030 dimana Indonesia mendapatkan *bonus demografi*. Saat itu > nanti lebih dari 50% penduduk Indonesia masuk dalam usia produktif. > > Adalah tanggung jawab generasi saat ini, yang rata-rata sedang menduduki > posisi kunci, untuk menyediakan sumberdaya alam dan energi untuk membuat > mereka sibuk dan berprestasi. Tidak hanya migas dan energi, namun juga > bahan mineral tambang dan sumberdaya alam lainnya termasuk air bersih serta > lingkungan yang sehat dan aman. > > Dalam diskusinya saya menekankan untuk penyediaan energi ini tidak hanya > dari eksplorasi saja, karena proyeksi supply produksi domestik serta > eksplorasi pada tahun 2020 akan masih jauh dibawah dari kebutuhan. Sehingga > menjadi tugas para pemerhati dan investor energi untuk mulai membangun > *recieving > LNG terminal* di Indonesia. > > Proyeksi saya memperkirakan Indonesia akan menjadi net importir gas pada > 2022, dan net-importir energi pada tahun 2028. Sehingga persiapan > pembuatan dan konstruksi LNG recieving terminal ini harus sudah dimulai > dari sekarang. Lokasi-lokasi pembangunan recieving terminal ini menjadi > sebuah keputusan penting dan strategis karena ini akan menjadi sentra > pertumbuhan ekonomi nantinya. > > Dengan tersedianya sumberdaya dan lingkungan sehat dan aman ini tidak > mustahil Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 negara perekonomian terbesar > di dunia pada 2030 mendatang. Mengalahkan Jerman dan Inggris !. > > Salam > > Rovicky DP > > -- > "Good idea is important key to success, "working on it" will make it real." > > > -- *"**Good idea is important key to success, "working on it" will make it real."*

