Kalo dianalogikan dgn atap rumah yg bocor tentu air akan menetes terus menerus ke lantai. Yg diperbaiki bukan buat saluran disekitar lantai. Tapi menutup sumber celah yg bocor diatas/atap. Sama halnya dgn di puncak / bogor dsk. sbg hulunya sebisa mungkin diperkecil alirannya sblm masuk ke jakarta. Hanya opini. Salam Hermawan Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Tue, 19 Feb 2013 11:33:24 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] Re: Biopori dan Sumur resapan sejauh mana efek ke reservoir ? Menurut catatan, pernah suatu saat debit maksimum yg melewati Pintu Air Manggarai empat kali lipat lebih dari yg melewati Katulampa. Tentunya sudah diperhitungkan selisih 7 jam perjalanan airnya, serta curah hujannya yg relatif sama/ derasnya. Fakta ini menunjukkan bahwa sumber air banjir lebih banyak dari discharge area ketimbang dari recharge area ( cmiiw), apakah ini dapat diartikan daya serap tanah di daerah puncak dsk, jauh lebih bagus dari bawahnya ? Rdp On Tuesday, February 19, 2013, wrote: > > Masing2 kamar size-nya 36, kalau size 42 untuk yang gemuk2. > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * "seno aji" <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > *Sender: * <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > *Date: *Tue, 19 Feb 2013 03:35:11 +0000 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [iagi-net] Biopori dan Sumur resapan sejauh mana efek ke > reservoir ? > > Tipe 36 unt satu kamar, lha ada 5 kamar, 1 ruang keluarga, 1 ruang tamu, > kitchen, garasi 3 mobil, dsb dsb. > > Hehe....semangat siang > > Sent from my @smartmail > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Tue, 19 Feb 2013 06:46:40 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [iagi-net] Biopori dan Sumur resapan sejauh mana efek ke > reservoir ? > > Om Avi, rumah saya di Bogor tipe 36 kok. Yg penting adalah kemauan untuk > tidak menutupi lahan kita dengan semen semuanya. Monggo mampir ke mBogor > kapan2. > > Gantian saiki, piye, jal.. > > Salam, > Syaiful > > Sent from my deep heart > > On Feb 19, 2013, at 6:38 AM, [email protected] wrote: > > Wah iki tipe rumah 500m2 ke atas mas, kalo yg RSSSS ya ga bisa kali ya, > atawa yg sering kulihat semua halaman di Semen > > Piye jal > > Semangat pagi > Avi > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Tue, 19 Feb 2013 05:35:55 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [iagi-net] Biopori dan Sumur resapan sejauh mana efek ke > reservoir ? > > Pakdhe RDP dkk, > > Kalo biopori dihubungkan dengan reservoir, aku pun tak tahu. > > Yg kutahu ttg biopori adalah sbg salah satu cara untuk mengubah sampah > organik menjadi humus. Jadi bukan hanya secara mental seperti "asumsi" > sampeyan, melainkan secara fisika dan kimia sangat ramah lingkungan. Sampah > mulai dari guguran dedaunan tanaman atau pepohonan di lingkungan rumah kita > hingga sisa kegiatan dapur (sisa makanan, sayur, tulang ayam, kambing, > sapi, dll.), bisa dimasukkan ke dalam lubang biopori dan akan menjadi humus > nantinya. Setiap hari, selama satu lubang belum penuh, bisa ditambah terus. > Lubang2 biopori dapat dibuat dengan jarak 20 cm atau setengah meter saja. > Diameter biopori kecil, cuma sekitar 8 cm. > > Terutama untuk kita yang tinggal di suatu perumahan, biasanya lahan di > sekitar rumah adalah buatan dan banyak campuran kayu, plastik, semen, dsb. > Biopori akan mengubah lahan menjadi tanah yang subur karena berhumus. > > Nah, jika sudah menjadi tanah berhumus, bukankah membantu menyimpan air > permukaan? Jika ada yang mau mencoba membuat lubang biopori, aku bisa > pinjamkan alatnya, yang mirip dengan "auger Iwan" saat kita praktikum > geologi teknik dulu. Di rumah tinggal satu, yang dua lainnya entah dibawa > oleh warga mana; maklum aku ketua RW, he..he.. > > Yang sulit, mengajak masyarakat bergerak bersama. > > Salam, > Syaiful > > Sent from my deep heart > > On Feb 18, 2013, at 12:51 PM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > wrote: > > Tentunya banyak yang sudah tau biopori. Saya tidak anti biopori tetapi > mempertanyakan sejauh mana efe > > -- - Seorang manusia terlihat tinggi bila dia tidak merendahkan yang lain -

