MARI KITA CEGAH SAMA-SAMA KEBOHONGAN PUBLIK INI (BLOK MAHAKAM LAGI)
Andang Bachtiar Dewan Penasehat IAGI
Peristiwa 7 tahun lalu ketika pejabat Pertamina dipaksa bilang bahwa
kita tidak mampu kelola Blok Cepu - akan berulang lagi beberapa saat
nanti. Para pejabat PERTAMINA sudah mulai dipaksa untuk bicara ke
rakyat bahwa Pertamina BELUM/TIDAK MAMPU mengelola Blok Mahakam,
ditengah keinginan kuat masyarakat untuk tidak lagi membiarkan asset
migas/energi kita dikuasai pihak asing setelah habis masa kontraknya.
Apakah kita akan membiarkan kebohongan2 itu diulangi lagi hanya dalam
rangka kepentingan sekelompok / golongan tertentu yang sedang memegang
tampuk kekuasaan untuk mendapatkan konsesi tertentu dari orang2
asing???
Jangan sampai kita para professional IAGI, HAGI, atau IATMI terjebak
seperti 7 tahun yang lalu ketika salah satu dari kita disuruh bicara
terbuka juga bahwa kita tidak mampu secara professional, teknologi
dan finansial mengelola blok Cepu kali ini untuk Blok Mahakam!!
Jangan sampai terulang lagi. Mari kita sadarkan sama2, kita awasi
sama2, kita teriaki sama2.
Saya cuplikkan berita hari ini yg mengquote Karen Agustiawan Dirut
Pertamina yang
sepakat dengan analogi Kepala Satuan Kerja Khusus
Pelaksana Kegiatan Migas (SKK Migas) Rudi Rubiandini. yang menyebutkan
pengelolaan blok Mahakam seperti makan bubur ayam, Pertamina
diharuskan belajar makan blok Mahakam dari pinggir dan selanjutnya ke
tengah."Kita coba dahulu berapa persen. Bila nanti sudah mampu, SKK
migas juga akan memberikan 100 persen ke Pertamina,.." lengkapnya
ikuti :
http://www.merdeka.com/uang/pertamina-ogah-kelola-sendiri-blok-mahakam.html
atau baca Koran Tempo hari ini yg menuliskan PERTAMINA MENYERAH
Kementrian Energi menyarankan bagian Pertamina berkisar 30-40% saja.
Disitu dituliskan bahwa Karen menyatakan: Kami coba dulu beberapa
persen. Bila nanti sudah mampu, SKK Migas juga akan member 100% ke
Pertamina. Sesuai arahan Men BUMN & Presiden, Pertamina tidak hanya
focus garap ladang minyak dalam negeri, tapi juga ekspansi LN. Jadi,
portofolionya nanti kami bagi
Kalau kita analisis gerak-gerik para
pejabat Negara dan pemegang amanah atas kekayaan migas-energi negeri
ini terkait dengan Blok Mahakam, terlihat jelas sekali bagaimana
ngotot-nya Ka SKK Migas dan Menteri ESDM meng-goal-kan usaha
kembalinya perusahaan asing pemegang kontrak lama untuk menguasai.
Berita hari ini tadi itu menyusul berita serupa kemarin Senin 25 Feb
2013, tapi yang bicara adalah: Ari Sumarno, bekas Dirut Pertamina
ketika Cepu diserahkan juga pengelolaannya ke pihak asing (Exxon
Mobil) 2005-2006 yang lalu. Saya cuplikkan beritanya: PT Pertamina
(Persero) dinilai belum mampu mengelola Blok Mahakam tanpa bantuan
operator lain. Pasalnya, dengan aset yang dimiliki saat ini, Pertamina
belum juga mampu meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi di lapangan
milik mereka sendiri. Mantan Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno
mengatakan Blok Mahakam merupakan lapangan migas yang secara teknis
sulit dikelola lantaran terdiri dari dua jenis lapangan yaitu di darat
(onshore) dan di laut (offshore). Dengan begitu, diperlukan teknologi
yang lebih rumit dibanding lapangan migas di darat."Jadi direksi
Pertamina jangan gegabah dan mudah mengatakan mampu mengoperasikannya
sendiri. Tidak ada lapangannya yang teknis serumit itu atau volume
produksinya sebesar itu," ujar Ari kepada wartawan di Jakarta Senin
(25/2). Lengkapnya, ikuti:
http://www.merdeka.com/uang/pertamina-dinilai-belum-mampu-kelola-blok-mahakam-sendiri.html
Untuk lebih melengkapi cermin masa lalu saya cuplikkan juga berita dr
Jakarta Post MARET 2006 yang menyebutkan boss2 Pertamina ragu untuk
mengoperasikan Blok Cepu, bahkan salah satu professional yang notabene
anggota IAGI juga bicara di Metro TV bahwa kita tidak mampu
mengelola Blok Cepu (belakangan setiap kali digugat oleh kawan2 dia
selalu menyatakan: SAYA DIPAKSA,
sayang dia tidak mau membuat
pernyataan terbuka tentang hal itu). Cuplikannya:
. Meanwhile, in a
Thursday talk show on Metro TV, the head of Pertamina's Cepu block
exploration and production unit, Hestu Bagyo, said that his company
would be unable to operate the block alone due to a lack of technology
and finance. Lengkpnya ikuti:
http://www.thejakartapost.com/news/2006/03/11/pertamina-boss-doubtful-cepu-block-operatorship.html
Semoga Allah SWT selalu memberi jalan terang kepada pemimpin2 kita.
Semoga mereka semua sadar bahwa membohongi rakyat se Indonesia itu
luar biasa besarnya dosanya!!! Kita mampu dan kita mau INDONESIA
mengelola Blok Mahakam sendiri atau sebagai operator majority!!!
Sudahlah, jangan diutak-utik lagi. Jangan lagi menyebar2kan kebohongan
yang menyakitkan hati itu kepada rakyat negeri ini.
Allahuakbar
ADB Geologist Merdeka IAGI 0800