Dear Pak Luthfi, Saat ini luasan tersisa setelah penyisihan tahap akhir adalah sekitar 3000 km2. Seingat saya, waktu proses penyisihan akhir inipun Operator kesulitan untuk memenuhinya karena sudah limit/batas 9 (sembilan) lapangan yang ada.....
Jadi kalau ditanya berapa luas yang sekaang dikembangkan, ya sekarang memang sekitar itu semua... makanya saya bingung kalau harus dipecah menjadi WK status pengembangan dan yang status eksplorasi... eksplorasi yang bisa dan sedang dilakukan adalah ke arah vertikal (deep target) karena yang shallow sudah kita kembangan sejak tahun 2008-an... Saya kira peta-peta konsesi terbitan beberapa piha bisa dijadikan acuan tambahan kalau masih diperlukan... btw, saya juga bingung dengan posting dari Kang Avi tentang luasan blok yang katanya sekarang lebih kecil dari 3000 km2..... setahu saya JS saja masih bisa sampai 8000 km2... jadi PSC nya ya sekitar 6000-7000 km2... jadi saya nggak tahu darimana acuan bahwa PSC sekarang itu selalu lebih kecil dari 3000 km2... salam, On 3/1/13, [email protected] <[email protected]> wrote: > > He...he... Cak Noor usulan IAGI dimuat di harian bisnis indonesia edisi pagi > ini di hal. 7. Sejalan yg diangkat cak Noor, didalam kontrak PSC berlaku 3 > tahap partial relinquish. Tahap ketiga adalah saat komersial blok (POD > Pertama disetujui), pada saat ini K3S hanya diijinkan > me-retain/mempertahankan luas WK 20% dari original atau sebatas luas > lapangan kalau yg di-retain lebih dari 20%. Luas WK untuk kontrak seangkatan > blok Mahakam sangat luas bisa sekitar 15000 km persegi, kalau dipertahankan > 20% masih sekitar 3500 km persegi. Barangkali luas lapangan yg dioperasikan > Total EP Ind sekitar 1500 km persegi, mungkin maksud IAGI yg 2000 km persegi > bisa ditender terbuka.........(Berapa luas WK blok Mahakam sekarang > persisnya saya gak tahu). > > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: noor syarifuddin <[email protected]> > Sender: <[email protected]> > Date: Fri, 1 Mar 2013 09:44:16 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net] Press Release IAGI: Blok Mahakam > Rekans, > > Kelihatannya ada yang sedikit kurang dipahami oleh rekan-rekan IAGI. > Blok Mahakam itu sudah melakukan penyisihan akhir (final > relinquishment) beberapa tahun yang lalu. Jadi secara definisi batas > blok yang ada sekarang adalah sudah batas cadangan lapangan. Potensi > eksplorasi masih ada tapi lebih bersifat vertikal: ke arah dangkal > (sudah dikembangkan) dan ke arah dalam (mungkin masih bisa dilakukan). > Blok terbuka hasil penyisihan sekarang menjadi area eksplorasi baru > dan sudah diambil oleh rekan-rekan Serica (dan kemudian diambil alih > rekan-rekan Kris Energy). > > Jadi saya agak kurang mengerti dengan usulan IAGI tsb... atau mungkin > para pendekar IAGI punya konsep eksplorasi lain yang belum saya > pahami.... mohon pencerahannya kalau begitu... > > > > salam, > > On 2/28/13, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote: >> Gaya Reporte/Wartawan sisi yg dilihat beda ya. Detil tehnis ga menarik >> kali. >> Suwun inputannya next time kita buat langsung skalian. >> >> Rdp >> >> On Thursday, February 28, 2013, <[email protected]> wrote: >>> Sayang sekaLi antara RILIS ASLI dg RILIS YG DISUSUN GAYA BERITA terdapat >> perbedaan - kontradiksi yg cukup signifikan. >>> >>> Di rilis asLi yang ditandatangani resmi oleh Ketua Umum IAGI disebutkan >> bahwa IAGI menyaranKan BloK Mahakam dibagi dua menjadi Area Produksi dan >> Area Belum Dikembangkan (Undeveloped). Area Produksi diprioritas untuk >> dikelola Pertamina, sementara Area Belum Dikembangkan ditenderkan >> terbuka. >>> >>> Di rilis yg disusun dg gaya berita samasekali tidak disinggung pembagian >> Blok Mahakam menjadi 2 itu, tetapi penekanan lebih ke TENDER TERBUKA. >> Menurut logika sistimatika dan konsistensi, isi dari pres rilis gaya >> berita >> itu logikanya dan sistimatiKanya bertabrakan dg rilis resmi dan tidak >> konsisten. Untung saja itu tdk ditandatangani. Jadi bisa dianggap tidak >> (ab)sah. >>> >>> Mudah2an lain kali lebih teliti dan berhati2. >>> >>> Salut IAGI. >>> >>> Salam >>> ADB - Dewan Penasehat IAGI >>> IAGI-0800 >>> Powered by Telkomsel BlackBerry® >>> ________________________________ >>> From: "iagi" <[email protected]> >>> Date: Thu, 28 Feb 2013 12:26:28 +0700 >>> To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; >> < >> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; >> < >> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <"'mailto:[email protected]'"@vega.idgx.net>; < >> [email protected]>; <[email protected]>; < >> [email protected]>; <[email protected]> >>> ReplyTo: [email protected] >>> Cc: <[email protected]> >>> Subject: [iagi-net] Press Release IAGI: Blok Mahakam >>> >>> Press Release IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) >>> 28 Februari 2013 >>> >>> Strategi Pengelolaan Sumberdaya Migas Indonesia >>> >>> Sumberdaya minyak dan gas bumi merupakan aset nasional yang perlu >> dilakukan pengelolaan seoptimal mungkin dengan memaksimalkan peran serta >> seluruh komponen bangsa Indonesia untuk meningkatkan kinerja dan >> produktivitasnya, sehingga sumberdaya minyak dan gas bumi dapat >> dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia. >>> >>> Selama 50 tahun terakhir, bangsa Indonesia sudah berpengalaman dalam >> pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi, sehingga telah memiliki >> kemampuan >> keuangan, teknis mau pun pengendalian resikonya. Dari sisi sumberdaya >> manusia, bangsa Indonesia mempunyai ahli-ahli geologi, perminyakan, >> maupun >> ahli hukum dan ekonomi yang telah mumpuni dan terbukti berperan aktif >> dalam >> pengelolaan sumberdaya migas baik di Indonesia mau pun di manca negara. >>> >>> Pemerintah Indonesia sudah selayaknya memberikan kesempatan >> sebesar-besarnya bagi sumber daya manusia Indonesia untuk meningkatkan >> perannya dalam pengelolaan sumber daya migas nasional. Pertamina sebagai >> perusahaan milik negara beserta perusahaan-perusahaan migas nasional >> telah >> terbukti mampu melakukan pengelolaan sumber daya migas nasional dengan >> baik. >>> >>> IAGI mendukung Pertamina sebagai perusahan migas milik negara untuk >>> turut >> berkembang dan diberi kepercayaan dengan fokus untuk pengelolaan lapangan >> migas yang berskala besar, sehingga menjadi perusahaan yang lebih efisien >> dan memberikan hasil keuntungan maksimum untuk negara, Sedangkan untuk >> pengembangan lapangan berskala kecil atau marjinal,Pertamina diharapkan >> untuk terus meningkatkan pembinaan perusahaan migas nasional melalui >> kerjasama operasi pengelolaan lapangan migas marjinal dengan mengutamakan >> perusahaan-perusahaan migas nasional yang telah terbukti berprestasi >> dalam >> pengelolaan lapangan migas marjinal. >>> >>> Dalam kerangka cetak biru Pertamina untuk menjadi pengelola lapangan >> migas besar, seharusnya Pertamina diberi kesempatan untuk mengelolaan >> lapangan migas yang terletak di Blok Mahakam yang telah dinikmati oleh >> Total Indonesia selama 50 tahun terakhir dan akan berakhir masa >> kontraknya. >> Tentunya Pertamina perlu melakukan strategi bisnis dan investasi untuk >> pengendalian resiko secara konsorsium dengan mitra yang terpercaya, >> terutama Total Indonesia yang telah berpengalaman mengelola Blok Mahakam. >>> >>> Mengingat risiko dalam pengelolaan dan besarnya Blok Mahakam yang >> meliputi Producing Area dan Undeveloped Area (termasuk deeper target), >> maka >> perlu dipikirkan pemisahan pengelolaannya sehingga operasi pengelolaan >> lapangan menjadi lebih efisien, yaitu menjadi Blok Mahakam Producing Area >> dan Blok Mahakam Undeveloped Area. Pertamina sebagai perusahaan milik >> negara dapat diberikan prioritas terutama untuk pengelolaan Blok Mahakam >> yang terletak di Producing Area. >>> >>> Untuk Area yang masih belum dikembangkan, termasuk target lebih dalam), >> IAGI mengusulkan untuk dilakukan tender terbuka dengan memberikan "right >> to >> match" kepada konsorsium Pertamina dan Total Indonesia, sehingga >> pemerintah >> Indonesia dapat mengoptimalkan tingkat investasi untuk pengelolaan Blok >> Mahakam serta memastikan besarnya komitmen eksplorasi migas di daerah >> tersebut. Dengan mekanisme "right to match", maka konsorsium Pertamina >> dan >> Total Indonesia mendapatkan prioritas untuk mendapatkan Blok Mahakam. >> Dalam >> rangka meningkatkan kapasitas nasional, para peserta tender dapat >> diutamakan dalam bentuk konsorsium dengan porsi minimal 30% untuk >> perusahaan migas nasional lainnya. >>> >>> Untuk memenuhi kebutuhan energy di dalam negeri yang akan meningkat 3 >> kali lipat dalam 20 tahun kedepan, alokasi energy menjadi sangat >> strategis. >> Sehingga kontrak pengusahaan migas juga harus mencantumkan peruntukan >> pemanfaatan energy untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sesuai dengan >> harga keekonomiannya. >>> >>> IAGI sebagai organisasi profesi para ahli geologi Indonesia bersedia >> untuk memberikan pertimbangan dan evaluasi teknis >> >> -- >> - Seorang manusia terlihat tinggi bila dia tidak merendahkan yang lain - >> >

