Selain melihat kedalam untuk memperbaiki sendiri, tentusaja dapat membandingkan dengan institusi lain yg juga melakukan assesment. Kalau masih ingat assesor yg ini Fraser institute, sering melihat sisi negatip indonesia, assesmentnya tidak "menguntungkan" indonesaia. Ingat diskusi di iagi net beberapa tahun lalu disini ttg buruknya investasi migas diambil dari surveynya fraser institut.
Bandingkan dengan riset bulan feb 2013 ini http://www.channelnewsasia.com/stories/economicnews/view/1255861/1/.html Indonesia is top SEA destination for foreign investment " Experts say investors in China are showing keen interest in resource-rich indonesia's mining industry and consumer sectors." Apakah yg positip ini lebih dipilih dan dipercaya atau yg buruk yg kita pakai, silahkan saja, itu personal prefrences. Rdp On Sunday, March 3, 2013, wrote: > ** > Banyak hal mungkin dijadikan dasar kondisi investasi migas Indonesia, tapi > saya kira yang utama adalah ketidak pastian hukum yang selalu menjadi > konsiderasi utama para investor. Pemerintah indonesia tidak pernah menolak > asing terutama untuk membuka lahan eksplorasi baru yang memerlukan biaya > dan teknologi tinggi. Masalah resorces atau reserve, low grade n tonage > mungkin ada benarnya, tapi ini bukan masalah utama. Yang lebih menjadi > konsern calon invester adalah fiskal term, geo politik dan ekonomi. Sebagai > contoh cadangan di lapangan minyak timur tengah dimensinya adalah bbo atau > mega tcf, tapi karena fiskal term nya sangat melindungi pemerintah > setempat, ya banyak investor yang measa melakukan kerja bakti. Wood side > australia mempunyai 4 blok produksi di lybia cenderung untuk angkat kaki. > Sementara di indonesia masalah cost recovery bak kue tart bagi para > operator asing. ...., > Belum selesai nih ... Keburu boarding ... > Waluyo > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * Rovicky Dwi Putrohari <[email protected] <javascript:_e({}, > 'cvml', '[email protected]');>> > *Sender: * <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > *Date: *Sat, 2 Mar 2013 19:35:40 +0700 > *To: *[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');><[email protected]<javascript:_e({}, > 'cvml', '[email protected]');> > > > *ReplyTo: * [email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');> > *Cc: *[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');><[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > *Subject: *[iagi-net] [economicgeology] Indonesia termasuk negara yg > harus dihindari utk investasi pertambangan > > And the *places you should avoid at all costs* are Indonesia, Vietnam, > Venezuela, Democratic Republic of Congo (DRC), Kyrgyzstan, Zimbabwe, > Bolivia, Guatemala, Philippines, and Greece, concludes the survey. > > End quotw ---- > > Bila dilihat sebagai hal negatip ... Sebagai sebuah tindakan koreksi, > perlu kita lihat daftar negara-negara yg dihindari diatas, perlu diketahui > apa penyebab mereka menghindarinya, apakah karena tidak ada potensinya (low > grade low tonnage), apakah karena negara ini "menolak" investor asing > secara eksplosit, misal venezuella, ataukah negara ini termasuk negara > sulit karena ingin mandiri dab. > > Bisa saja sebuah hal positip apabila memang karena "sulitnya atau kerasnya > persaingan" dengan investor lain, atau negeri yg terlalu diminati. Jadi > himbauan dihindari karena persaingannya, atau pertempurannya sudah massive. > > Sebagai geolog, mungki kajian kita lebih tepat bila dilihat dari kondisi > geologi atau potensi yg teridentifikasi. Seberapa besar potensi terduga yg > sudah kita ketahui. Sudahkan pemerintah atau host country memiliki "angka" > sedemikian sehingga angka ini bisa dipakai untuk menentukan plicy dengan > benar ? > > Mungkin rekan-rekan MGEI dapat menguraikannya. > > Salam > > Rdp > > > -- > - Seorang manusia terlihat tinggi bila dia tidak merendahkan yang lain - > -- - Seorang manusia terlihat tinggi bila dia tidak merendahkan yang lain -

