Heeeem heeem 

AD/ART kok disalahin ???, 
Saya agak kecewa bahwa ajakan saya untuk segera mentuntaskan draft yang sudah 
lebih 90 % tidak mendapatkan respons yang diharapkan, (hik hik hik )

1. Menurut saya , sebagai Mantan Ketua Umum yang pertama kali mencoba 
mengelindingkan Serifikasi ,  beberapa setifikat telah diberikan Sertifikat 
untuk Ahli Geologi Perminyakan .
2. Betul sinaylemen RDP bahwa HARUS ada Komite yang TIDAK berubah seiring 
berubahnya PP.,saya dulu pernah mengusulkan supaya dibentuk KOMISI SERTIFIKASI 
yang merupakan Anggota Sekertariat PP.
Ketua Komisinya bisa siapa saja , akan tetapi dalam menentukan sertifikasi 
untuk keahlian tertentu YANG SECARA FAKTA memerlukan seri , agfikat dalam 
menjalankan profesinya dapat dibentuk TETAP koordinasinya di KOMISI SERTIFIKASI.

3. Apa yang dikatakan ADB benar  , hanya kok terhenti dan PP selanjutnya tida 
"aware" (hehe).

4. PP yang sekarang tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab , dan harus 
menerima kritik anggota dengan positip.

Maaf agak keras , semuanya karena kecintaan saya kepada IAGI

si Abah


________________________________
 From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

To: IAGI <[email protected]> 
Sent: Friday, April 12, 2013 1:48 PM
Subject: [iagi-net] Re: Sertifikasi Geotek-Geohidro, kemana ?
 


Dalam kepengurusan sebelumnya setiap kegiatan atau program dilakukan dan 
dikerjakan oleh divisi-divisi yang selalu berubah ketika "ketua 
umumnya berganti". Sangat disayangkan. Ini tidak membantu dalam 
kontinuitas program. Banyak kegiatan yang sudah bagus dibuat dalam satu 
periode kepengursan tiba-tiba bubar tak terlacak ketika pergantian 
kepengurusan yang tidak dilengkapi dengan laporan yang mapan dan 
tercatat dengan baik. 

Dalam
 kepengurusan saat ini sertifikasi sangat diharapkan dihandle oleh anak 
organisasi yang dibentuk sesuai dengan minat. Salah satu yang berkembang
 dengan sangat baik adalah MGEI yang juga telah bersama PERHAPI 
membentuk KCMI dan sertifikasi Competent Person, semestinya yang 
dilakukan sdr Cepi Cahyonosama persis yg juga dilakukan MGEI. Anak organisasi 
ini bersifat 
mandiri dan "tidak berubah ketika Ketua Umumnya berganti". ini yang 
penting. termasuk saaat ini yang tetap adalah MGI yg harus 
berkelanjutan.

Untuk
 menjaga dan menjamin terciptanya kontinuitas ini maka dalam organisasi 
profesi ini diperlukan AD/ART yang sesuai dengan perkembangan jaman ini.
 Saat ini PP IAGI mempersiapkannya. AD/ART sedang digodog oleh Team 
ADART dipimpin oleh Pak Sekjen Senoaji. 

Dengan demikian seperti yang sering saya tawarkan ke anggota IAGI yang 
memiliki "KESAMAAN MINAT", untuk membentuk perkumpulan yang 
berkonsentrasi pada kepentingan minat dan keprofesiannya. Anak 
organisasi ini tidak perlu berpikir tentang bagaimana mebgurus iuran, 
bagaimana mengurus komunikasi dll tetapi berkonsentrasi pada MINAT dan 
AKTIFITAS. Biarkan saja PP-IAGI yang mengurus permasalahan 
administrasinya.

Sebuah organisasi yang berusia lebih dari setengah abad ini sudah selayaknya 
memiliki proses regenerasi dengan kontinuitas yang baik. Salah satunya 
dengan AD/ART dan program regenerasi yg saat ini dibentuk dengan FGMI. 
Dengan demikian diharapkan nantinya program-program yang memerlukan 
kontinuitas (termasuk diantaranya Sertifikasi, Publikasi Ilmiah yg 
tersertifikasi dan program regenerasi) akan lebih terjaga tanpa 
diperngaruhi pergantia pengurus.

Monggo Mas Irwan Susilodan juga Mas Imam A. Sadisunbersma-sama kawan-kawan 
peminat Geotek-Geohidro berkumpul membentuk 
anak organisasi yg berkonsentrasi pada sertifikasi geohidro/geotek, 
nanti PP IAGI yang akan memfasilitasi administrasi dan termasuk 
pembiayaannya.


Salam Jumat

Jangan lupa kehadiran rekan-rekan besok Sabtu Sore dalam acara Ulang Tahun IAGI 
ke 53 di
Hari/ Tanggal : Sabtu / 13 April 2013
Tempat : Hotel Bumikarsa Bidakara, Room Subadra Lt 2
  Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.71 - 73 , Jakarta
Waktu  : 18.00 WIB – selesai

Agenda  :
- Pemaparan kegiatan-kegiatan dan program IAGI
- Pemaparan kegiatan anak organisasi IAGI ( FGMI, FOSI, MGEI, Publikasi, 
Majalah IAGI, dll )
- Pandangan dan pendapat Para Tamu Undangan tentang IAGI


Rovicky



2013/4/12 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

Dibawah ini ada satu otokritik yang muncul di FB IAGI, menarik dan perlu kita 
ketahui bersama.
>Ide menarik ini  datangnya dari sdr Irwan Susilo (anggota IAGI)
>---
>Quote ---
>
>
>Salam seprofesi..
>Bisa dikatakan ini posting galau di forum ini atau apapun namanya 
curhat, showup, ataupun ngudoroso intinya sama. Saya menyuarakan hati 
saya sebagai geolog yg berprofesi di bidang contruction dan envir. 
Geology. Sy yakin jika ini juga dirasakan oleh kawan-kawan yang 
berprofesi sebidang. Sejak lama sy memantau kalau isu sertifikasi ahli 
geologi khususnya di geotek dan lingk selalu masuk dalam sidang sidang 
pada forum pit. Tetapi sampai saat ini sy tidak melihat kejelasan untuk 
mewujudkan usaha tersebut. 
>Dalam sisi lain sertifikasi dalam bidang
 tsb sangat urgent bagi kami para geolog yg berkecimpung dalam bidang 
tsb. Undang undang jasa kontruksi mengisyaratkan aspek kompetensi yang 
salah satunya diwujudkan dalam bentuk sertifikasi tenaga ahli termasuk 
ahli geologi. 
>Ketidaksiapan 
assosiasi (IAGI) atas hal ini bagi kami pelaku jasa kontruksi terutama 
dibidang geology sangat tidak menguntungkan saat ini dan pastinya jangka 
panjang. Atau kami harus meninggalkan sedikit idealisme kami digeologi 
untuk masuk ke assosiasi lain yang bisa mewadahi kami seperti ahli 
geotekniknya sipil, atau asosaliasi tenaga hidrologinya kawan sipil atau ahli 
pengairan.
>Akibat keterlambatan asosiasi (IAGI) merespon 
masalah ini dan dengan berlakunya UU  jasa kontruksi kami dianggap tidak
 kompeten. Akibatnya kebutuhan ahli bidang tersebut diisi oleh kawan 
kawan dari assosiasi non geology.
>Satu hal saya tidak melihat upaya 
nyata utk penyelesaain persoalan ini di pengurus IAGI. Mungkin isu inj 
kurang seksi apabila dibanding dengan isu migas kita yg stagnan tidak 
ada revolusi menyangkut teori-teori baru dan temuan2 cekungan baru. Atau
 mungkin kalah seksi dengan isu-isu nasionalisasi pengoperasionalan dan 
penguasaan lapangan migas yang ada.
>Yang jelas sektor kontruksi dan 
lingkungan adalah sektor yg menyerap tenaga geolog cukup banyak dan 
disana memunculkan peluang usaha yang besar sejalan dengan berbondong 
nondong masuknya investasi di indonesia (jawa timur saja di th 2012 
masuk hampir 200Trilyun). Jika geolog kita tdk siap siap secara legal 
opersional, siap siap saja teman-teman jadi penonton atau skedar asisten
 ahli geotek atau asisten ahli hidrologi dari kawan2 pemegang 
sertifikasi non geologi.
>Wahai para pengurus IAGI. Sertifikasi 
adalah amanah dari anggota dalam rangka pembinaan keprofesiaan. 
Semestinya jangan diabaikan. Tentang cara dan apa yang harus dilakukan 
untuk menuju kesana sy yakin kawan kawan pengurus IAGI sudah paham.
>
>Trimakasih mohon maaf atas kata yang tidak mengenakkan. Hanya satu maksud dari 
>sy semoga semua menjadi lebih baik.
>
>Salam
>Irwan susilo
>Geolog Indonesia 3080
>Bermukim di Surabaya----
>
>Tanggapan dari beberapa anggota lain:
>
>
>Andang Bachtiar21 amanat yang saya serahkan ke pengurusan IAGI 2005-2008 waktu 
>itu 
termasuk diantaranya adalah melanjutkan LAUNCHING SERTIFIKASI GEOLOGI 
TEKNIK, krn pada saat saya menjabat: SEMUA PRASYARAT BAHAN, TEKNIS, 
PROSEDUR, DAN KELENGKAPAN ORGANISASI sudah siap, dan status terakhir 
adalah sosialisasi ke anggota di Bandung dan Yogja. Setelah itu, 
nampaknya kurang tergarap secara serius.
>
>
>Tanggapan 
>
>
>       * Ewa RappeSetuju... Hanya saja kalau semuanya dilemparkan ke pengurus 
> ya agak aneh juga. 
Mungkin ada yang berpikiran bahwa pengurus itu manusia super power yang 
ahli di segala bidang dan bisa merumuskan kompetensi bidang ilmu dengan 
cepat dan akurat.
>Saya yakin Mas Rovicky dan Mas Seno Aji akan membuka tangan lebar2 bagi anda 
>yang 
ingin membantu beliau-beliau untuk mewujudkan kompetensi di ilmu yang 
anda kuasai. Ayo singsingkan lengan, jangan hanya bisa complain dan 
menengadahkan tangan karena tidak mudah untuk menciptakan aturan tentang 
kompetensi terhadap suatu bidang ilmu.
>SEbagai contoh, MGEI yang merupakan bagian dari IAGi baru saja selesai membuat 
aturan tentang kompetensi geologist di bidang hard rock dan 
resource/reserve estimation yang cukup lama digodok oleh orang-orang 
yang concern dan kompeten dibidangnya (cmiiw), saya yakin anda-andapun 
bisa dan mampu melakukannya di bidang yang anda geluti. Viva IAGI
>
>
>       * Irwan SusiloSebagai warga 1st. Complain dulu. Baru pengurus koreksi, 
> mosok kita mau nylonong ke sekretariat. Viva MGEI
>
>
>       * Andang BachtiarEwa Rappe: di setiap kepengurusan IAGI pasti ada yang 
> menangani khusus urusan 
geologi tteknik, lingkungan, air tanah, dan sejenisnya, bisa sbg Ketua 
Bidang, bisa sebagai seksi, dsb. Tidak perlu harus RDP-SA yang 
menanganinya. Dan di kepengurusan RDP-SA skrg ini juga ada yang mengurusinya 
dan saya yakin mereka juga sdh 
merunut ke belakang sejarah (dan file2 dan catatan2 ) yang sdh 
dillakukan oleh kepengurusan2 lalu ttg sertifikasi Geologi Teknik ini. 
Tinggal bagaimana kawan2 PP skrg Rovicky Dwi Putroharitermasuk yang di daerah 
yg aktif Imam A. Sadisun(ketua pengda sekaligus aktifis Geoteknik), dll 
memberikan pencerahan 
kepada kita semua ttg progressnya sertifikasi Geologi Teknik ini.
>
>
>       * Ewa RappeMas Andang Bachtiar, kalau pengurus dan anggota bisa 
> bersama-sama mau menyingsingkan lengan, saya rasa segaka masalah, tantangan 
> ataupun uneg-uneg bisa dikerjakan 
dan diselesaikan dengan cepat dan akurat tentunya. Semoga bidang geotek 
iagi tergugah untuk bisa lebih proaktif lagi dan menjaring narasumber 
yang diperlukan bila memang itu kendalanya.
>
>
>       * Cepi Cahyonosama bro nasibnya dengan di bidang pertambangan umum, 
> kami sertifikasinya akhirnya ikut PERHAPI agar diakui kompetensinya....
>
>
>       * Imam A. SadisunSeingat saya, saat saya ikut duduk sebagai bagian dari 
> dewan sertifikasi dan 
kebetulan menjabat sebagai ketua divisi geologi rekayasa pada 
kepengurusan yang lalu, sertifikasi untuk keahlian khusus geologi teknik sudah 
pernah diberikan untuk sekitar 10-20 anggota IAGI. Sertifikasi ini sebenarnya 
masih ada kelemahan, karena 
belum mendapatkan legalisasi dari LPJK. Mekanisme dan proses sertifikasi 
geologi sebenarnya sudah siap, hanya saya tidak tau apakah saat ini ada 
pengurus yang ditugaskan khusus untuk menangani hal ini atau tidak?
>
>
>       * Irwan SusiloSama om Cepi Cahyonotim tambang kita masih bingung juga 
> mau ngikut siapa.
>Kalau saya dibilang hanya bisa komplain, memang iya, krn iagi di jogja 
kemarin saya juga hanya bisa sebatas usul dan sy lakukan dengan baik2 
sesuai prosedure sebagai wakil iagi ...See More
>
>
>       * Irwan SusiloBenar mas imam semestiny kita mengacu ke lpjk karena kita 
> kebanyakan masih 
bekerja kontruksi di indonesia. Setahu saya IAGI belum termasuk dalam 
assosiasi yang diakui di lpjk sebagai assoasiasi profesi khususnya 
kontruksi sebagaiman PII, ISI-Surveyor, MAP-planner, IAI-arsitek, DLL. 
Mungkin langkah pertama adalah sosialisasi ke LPJK buat kesepahaman.
>-- 
>"Good idea is important key to success, "working on it" will make it real." 


-- 
"Good idea is important key to success, "working on it" will make it real." 

Kirim email ke