Porositas dari pori maupun retakan juga dapat diduga dari perbedaan cepat rambat gelombang, dibanding dgn cepat rambat perhitungan. Demikian yang aku baca. Praktek? Belum pernah. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Anggoro Dradjat <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Tue, 23 Apr 2013 15:42:28 To: iagi-net<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [iagi-net] Geology dan Geofisika Shale Lanjutan (11) Dengan nama Allah yang Maha Penyayang, Menyambung ceritra sebelumnya sifat mekanika pada batuan shale akan berbeda pada arah sejajar lapisan dan tegak lurus pada perlapisan shale. Didalam explorasi shale maka yang dicari adalah shale yang banyak mengandung perselang-selingan antara clay, carbonate/kwarsa dan kandungan organik. Semakin banyak perselang selingan maka sifat mekanika akan semakin berbeda secara horizontal dan vertikal. Vernik melakukan pengukuran sifat mekanika pada data core dari shale pada formasi Bakken di Amerika utara dengan mengukur cepat rambat gelombang VP dan VS dengan arah sejajar dan tegak lurus pada bidang perlapisan, kemudian melakukan ploting antara fraksi volume kerogen terhadap cepat rambat gelombang P dan S. Hasil pengukuran pada gelombang Vp menunjukan bahwa cepat rambat arah vertikal c33 adalah lebih lambat dari kecepatan rambat arah horizontal c11, perbedaan cepat rambat arah vertikal c33 dan c11 ini terjadi dikarenakan oleh adanya perubahan fraksi kerogen didalam shale. Omar Hamdan salah seorang mahasiswa s2 geofisika reservoir UI lulus tahun 2013 ini didalam thesisnya melakukan pemodelan dengan cara extrapolasi dimana dimodelkan pada kondisi shale tanpa kandungan kerogen akan mempunyai cepat rambat gelombang P vertikal yang sama dengan horizontal. Pada beberapa tulisan sebelumnya, telah ditunjukan bahwa dengan bertambahnya kandungan organik akan menurunkan cepat rambat gelombang Vs dan dengan bertambahnya kandungan kwarsa maka akan meningkatkan cepat rambat Vs. Perbedaan cepat rambat Vp dan Vs secara vertikal dan horizontal iini disebabkan oleh perbedaan sifat mekanika secara horizontal dan vertikal inilah yang akan menyebabkan response amplituda seismik yang berbeda terhadap kandungan kerogen didalam shale. Fatrial Bahesti anggauta milis IAGI kita lulus S2 ITB 2013 bimbingan Prof Edi Subroto, membahas shale, pada salah satu gambar didalamnya menunjukan bahwa shale-shale yang prospektif adalah yang bersifat anisotropy seperti tumpukan papan, sedangkan shale yang tidak prospektif adalah yang seperti kayu glondongan. Kalau didalam suatu shale tebal dengan sisipan-sisipan organik dan kwarsa/karbonate maka zona sisipan (zona anisotropi) secara teoritis ataupun kalau data seismiknya cukup baik maka akan dapat memberikan respon aomaly.. Seismik gather sweet spot response dari shale adalah merukan response dari sifat anisotropi yang terdapat padanya. Masalah ini akan kita bahas nanti selanjutnya. Salam Anggoro Dradjat

