Tentu. Ruang (="air") itu resistivitynya sangat tinggi. Kami sudah sering
kalibrasi.  Kalo mau reference bisa tanya ke Oom Google, banyak contohnya;
salah satunya ini: http://www.agiusa.com/brochure_schnabel_cave.shtml.  Kami
pakai SuperSting R-8 alatnya.

Makin "dry" ruangnya akan makin tinggi resistivitynya.  Tapi kalau
ruang/rongga itu lembab bisa jadi rendah (karena H2O konduktor listrik yang
sangat baik), atau juga kalau rongga/ruang itu terisi tanah.  Yang terlihat
jadi resistivitas tanahnya.

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of kartiko
samodro
Sent: 03 Mei 2013 5:43
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

 

Mas Danny, jadi yg dimaksud ruangan justru resistivitynya tinggi dibanding
sekitarnya ? saya mengira kalau ruangan di dalam batuan beku justru
resistivity rendah di antara resistivity tinggi ? Bukannya kalau resistivity
tinggi hanya menunjukan massive batuan beku karena batuan beku memang
resistivitinya tinggi. Mungkin tool geolistriknya bisa dikalibrasi dengan
melakukan pengukuran columnar joint seperti di karang sambung (kalau masih
ada ) sehingga kita punya gambaran seberapa nilai resistivity batuan beku
dan lalu dibandingkan dengan peengukuran gunung padang.

On May 2, 2013 1:33 PM, "Danny Hilman Natawidjaja" <[email protected]>
wrote:

Bisa, khususnya kalau diantara rekan-rekan ada yang ahli dalam survey
microgravity untuk dibandingkan dengan geolistrik.

Dari geolistrik indikasi ruangan adalah dari tubuh dengan resistivity yang
sangat tinggi (puluhan ribu-100.000 OhmMeter) yang sangat kontras dengan
sekelilingnya yang hanya ribuan Ohm-meter. Diskusi dengan teman-teman yang
biasa main geolistrik umumnya sepaham bahwa very high resistivity bodies di
bawah situs Gunung Padang itu lebih mungkin ruang daripada very dense rocks.
Bentuk dan lokasinya pun pas untuk dicurigai sebagai ruang bangunan.  Survey
microgravity kemungkinan bisa memberikan info lebih meyakinkan apakah very
high resistivity body itu anomali negative (ruang) atau positif (very
dense).  

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Franciscus B Sinartio
Sent: 02 Mei 2013 13:09
To: [email protected]; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
Subject: Re: [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

 

Bagaiamana  kalau ditambahin  gravity dan magnetic  dan juga resistivity.

 

jadi layering nya  pakai GPR  (digabung dengan seismic refraksi), lalu
layering ini dipakai untuk inversion model gravity, magnetic dan
resistivity.

 

fbs

 

 

  _____  

From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, May 1, 2013 11:53 PM
Subject: Re: [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

 

Sakjanne fungsi GPR bukan hanya mencari ruang kosong (Void) bawah tanah, itu
hanya salah satu yg dapat dideteksi. Masih perlu data lain untuk
meyakinkannya. Mirip seperti seismic juga perlu ilmu interpretasi juga. 

Dalam paper yg saya tuliskan sebelumnya ini terutama bagaimana GPR dipakai
untuk meneliti atau lebih tepatnya "mencari" "explore"
peninggalan-peninggalan arkeologi. Bahkan 3D GPR sudah lazim dipergunakan
dalam situs-situs purbakala dibawah perkotaan yg ramai.

Sependek pengetahuan saya, Arkeologi konvensional saat ini masih memerlukan
excavasi sebagai pencarian "bukti" atau "evidence" dari fakta peninggalan,
namun yang namanya excavasi-pun masih juga mengundang kontroversi karena
pada dasarnya kegiatan excavasi adalah memberi "gangguan" pada situs. Bahkan
arkeolog masih ada yang tidak setuju dengan restorasi, karena pasti ada satu
sisi "perubahan" akibat ulah manusia. Makanya aturan yang dipergunakan untuk
mengexcavasi sebuah situs purbakala itu diatur dengan peraturan yang sangat
ketat. Dan mungkin saja ada yang "terpeleset" ketka melakukan penggalian
situs ini.

Kalau saja GPR sudah sedetil dan secanggih USG melihat bayi didalam perut
ibu, tentunya kita tidak perlu lagi melakukan ekscavasi situs-situs
purbakala. Cukup melihat gambar 3Dnya dalam hologram :) (mimpi kali yee).
Jadi tak perlu lagi merusak eh menganggu keaslian situs purbakala. 

Masih penasaran dengan viod dengan GPR ? 
Silahkan download papernya disini :
http://virtualacademia.com/pdf/eng84_90.pdf (Mas Danny d Pak ADB pasti dah
baca :) )
Voids Investigation at Gabbari Tombs, Alexandria, Egypt Using Ground
Penetrating Radar Technique Adel ElFouly Cairo University, Geology
Department, Giza, Egypt. 
psst yang menulis dari geologi looh, bukan arkeologi .... 

Mudah-mudahan kita di IAGI tidak terjebak dalam ruang nostalgia .. eh ruang
euphoria yang sangat licin ini :)

Salam nyaintifik !

RDP


--
"Nasionalisme itu ekspresi perasaan ketika negaramu terpuruk"

 

2013/5/2 <[email protected]>

Setau saya, georadar sangat bagus untuk mengetahui logam yang bersifat
magnetik. Pernah cari bijih besi di sumatra barat pakai georadar. Tanah saja
tidak terdeteksi. Mungkin alatnya kurAng canggih.
Untuk cari ruang/gua dlm tanah aku belum pernah coba.
Salam.

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: "Danny Hilman Natawidjaja" <[email protected]> 

Sender: <[email protected]> 

Date: Thu, 2 May 2013 09:03:10 +0700

To: <[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: RE: [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

 

He he he, tahu aja Pak Ketum.  

Ya, saya punya textbook si Conyers yang edisi terbarunya.

Tapi kebanyakan contoh untuk yang high frequency - shallow depth - hanya
beberapa meter.  Contoh aplikasi untuk body yang lebih besar - penetrasi
sampai 30m meter sangat sedikit di literatur.

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Rovicky
Dwi Putrohari
Sent: 02 Mei 2013 7:50
To: [email protected]
Subject: [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

 

Untuk diskusi yang lebih tehnis.
Dibawah ini ada paper terbaru masih panas dari oven tentang aplikasi
georadar GPR utk Arhaelogiy

*       -
<http://www.sciencedirect.com/science/science?_ob=GatewayURL&_method=citatio
nSearch&_urlVersion=4&_origin=SDTOPALERTHTML&_version=1&_piikey=S0926-9851%2
813%2900090-6&md5=aebe41f78e2540d104d0913734f4c56d> Ground Penetrating Radar
(GPR) Attribute Analysis for Archaeological Prospection   
Journal of Applied Geophysics, Available online 29 April 2013, Pages
Wenke Zhao, Emanuele Forte, Michele Pipan, Gang Tian

--> Ini salahsatu contoh aplikasi 3D GPR

Kalau teorinya mestinya team ini sudah khatam baca buku ini :

*       Conyers and Goodman, 1997
<http://us-mg6.mail.yahoo.com/neo/#13e632ea9caea473_bb0045>  L.B. Conyers,
D. Goodman "Ground-penetrating Radar: An Introduction for Archaeologists",
AltaMira Press, Walnut Creek, California (1997)

Monggo dibabar sisi tehnisnya.

RDP


--
"Nasionalisme itu ekspresi perasaan ketika negaramu terpuruk"

 

 

 

Kirim email ke